Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 36~


__ADS_3

Nisa dan Alfath tertidur, sampai waktu hampir Ashar. Nisa kebangun karena mendengar suara ponselnya berdering, dan dilihatnya Umi memanggil.


"Halo Assalamu'alaikum Umi" jawab Nisa dengan suara khas bangu tidur


"walaikumsalam nak Nisa. Umi mengganggu yaaa?" tanya Umi karena mendengar suara Nisa


"tidak Umi, Nisa baru bangun tidur saja" jawab Nisa


"Oh begitu. Ini umi mau memberi kabar Umi dan Papa sudah sampai rumah. Kalia bagaimana? Apa kamu baik-baik saja?" tanya Umi mengkhawatirkan Nisa


"Nisa baik-baik saja Umi. Alhamdulillah kalau Umi dan Papa sudah sampai dengan selamat" ucap Nisa


Akhirnya telepon itu diakhiri, karena Umi juga akan beristirahat. Nisa menjadi kebangun, lalu ia memandangi wajah Alfath yang sedang tidur. Nisa terus mengamati wajah suaminya itu.


"MasyaAllah sekarang kamu adalah suamiku" batin Nisa sembari mengelus wajah Alfath


"Aku bersyukur disandingkan dengan mu" batin Nisa lagi


Alfath yang sedang tidurpun merasa kalau ada yang sedang memperhatikannya. Lalu Alfath terbangun, dengan membuka matanya terlebih dahulu.

__ADS_1


"kenapa sayang?" tanya Alfath pada Nisa yang terpergok sedang memperhatikan Alfath


"Subhanallah tampannya suamiku" ucap Nisa menggoda sembari tertawa


Alfath jadi ikut tertawa kecil. Nisa langsung menyenderkan punggungnya ke pinggir kasur. Membuat Alfath juga mengikuti seperti itu. Alfath menggoda Nisa dengan menggelitik Nisa, membuat Nisa terus.


"aaaahhh geliii mas, geliiii" ucap Nisa sembari tertawa terus


Lalu Alfath menciumi Nisa, perlahan membuka jilbab Nisa, menciumi hingga keleher. Nisa yang melingkari leher Alfath dengan kedua tangannya. Tak bisa ditahan, Alfath sudah terlanjur bergejolak. Nisa tak bisa melarangnya dan mencegahnya.


Alfath memainkan terus buah dada Nisa, menghisapnya dan menjilatinya, membuat Nisa terus mendesah.


Alfath lalu membuka bajunya dan terus memasukan anunya itu.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Alfath panik sembari memegang bahu Nisa dan memijitnya


"Aku panggilka saja dokter yaaa" Lanjut Alfath sebelum sempat Nisa menjawab


"Aku tak tau mas, aku mual tak tertahan setelah cairan ****** mu itu keluar dan masuk kerahim ku" jelas Nisa sembari mengelap mulutnya

__ADS_1


"Ya allah kenapa ya" jawab Alfath semakin panik


"Apa kamu juga pusing?" lanjut Alfath


"tidak mas, hanya mual" jawab Nisa Lalu menyenderkan kepalanya kebahu Alfath


"Ayo kita mandi dulu, setela itu kan ku telepon dokter" ucap Alfath sembari menggendong Nisa kedalam bethup.


Lagi-lagi Nisa menggoda Alfath, supaya dirinya kembali dimanjakan oleh Alfath. Nisa yang sebenarnya ketagihan dengan jurus-jurus Alfath. Nisa memeluk tubuh Alfath yang lebih besar dari tubuh mungilnya itu, sengaja mendekatkan payudaranya ke dada Alfath, membuat Alfath semakin gemas ingin memainkannya.


"Apa mas suka?" tanya Nisa dengan polosnya


"suka apa?" jawab Alfath yang tidak mengerti maksud Nisa


"Suka berhubungan begini dengan ku" jelas Nisa lalu mendesah


"Aku kan lelaki normal, memiliki hawa nafsu juga hehe" jawab Alfath sembari tertawa kecil dan tetap memainkan payudara Nisa


"kalau kamu, suka tidak dengan caraku?" tanya Alfath penasaran

__ADS_1


"Ya sama seperti mu, aku juga manusia biasa memiliki hawa nafsu. Ini pertama kali ku melakukan hubungan intim seperti ini" Jawab Nisa dengan sesekali mendesah.


Alfath dan Nisa hanya sedikit bermain didalam bethup, karena takut Nisa merasa mual lagi. Setelah itu Nisa dan Alfath membersihkan diri mereka, dengan Niat mandi wajib, dan bersiap untuk sholat Ashar.


__ADS_2