Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 133~


__ADS_3

Hari sudah pagi, Baby Arkana sedang dirawat oleh suster untuk di mandikan juga dijemur matahari pagi. Umi, Papa juga Umma yang sudah tak sabar ingin segera melihat cucunya itu sudah datang pagi-pagi buta ke rumah sakit. Mereka membawakan makanan untuk Alfath juga Nisa, walau sebenarnya Nisa dikasih jatah makan oleh pihak rumah sakit, tapi terkadang Nisa tidak ingin memakannya, hanya ingin makanan dari rumah saja.


Sewaktu sarapan Alfath dan Nisa hanya berdua, Umi, Umma juga Papa sedang melihat Baby Arkana ke ruang bayi.


"Mas... rasanya ingin segera pulang" ucap Nisa tiba-tiba


"Iya sayang.. nanti coba kita tanya yaaa sama dokternya kapan kita bisa pulang" jawab Alfath menenangkan Nisa


Nisa dengan lahap memakan sarapan yang dibawakan Umma, karena ia selalu suka dengan masakan ibunya itu, begitu juga dengan Alfath.


Saat waktu menunjukan pukul 08.00 dokter menghampiri Nisa hendak memeriksa dan memastikan keadaan Nisa.


"Bagaimana Bu rasanya sudah lahiran.." ucap dokter dengan begitu ramah


"Alhamdulillah dokter, begitu lega rasanya.." jawab Nisa dengan begitu senang


"Saya periksa dulu ya Bu.. apa ada keluhan? pusing-pusing misalnya karena sedang nifas takutnya keluar banyak pendarahan" tanya dokter pada Nisa sembari memeriksa


"Tidak ada sih dok... ini juga keluar darahnya saya rasa seperti biasa saja, tidak merasa banyak keluar.." jawab Nisa dengan sebenarnya


"Alhamdulillah kalau gitu.. ini juga hasil pemeriksaan sudah bagus, nanti dokter spesialis anak akan memeriksa dulu bayinya yaa" ucap Dokter menjelaskan

__ADS_1


"Baik dok..." jawab Alfath dan Nisa berbarengan


"Kapan kami bisa pulang?" tanya Nisa dengan langsung


"Setelah hasil pemeriksaan Bayi kalian bagus yaaa, bisa langsung pulang sudah itu" jawab Dokter


Lalu dokter meninggalkan ruangan Nisa. Nisa yang begitu senang mendengarnya pun tak henti-hentinya berucap syukur.


Nisa dengan tak sabar ingin segera bertemu lagi dengan bayinya itu.


"Mas, antarkan aku ingin bertemu baby Arka.." ucap Nisa merengek


"Sebentar sayang yaaa kamu memangnya tidak lemas?" jawab Alfath


Diruangan bayi ternyata Baby Arkana sedang diperiksa oleh dokter spesialis anak, dan dilihat langsung oleh Umma, Umi juga Papa sebagai keluarga pendampingnya.


Ternyata hasil dari pemeriksaan Baby Arkana pun baik, siang harinya diperbolehkan pulang.


Baby Arkana pun digendong oleh Umma keruangan Nisa, untuk bersiap pulang.


Alfath dan Nisa yang baru tahu keputusan itu langsung begitu antusias, rasa tak sabarnya ingin segera pulang itu langsung dikabulkan. Nisa langsung berganti pakaian ke toilet ditemani Alfath, suami siaga dan setia pada istri itu.

__ADS_1


Setelah Nisa siap, Alfath langsung menghampiri tempat administrasi untuk melunasi biaya persalinan istrinya itu. Sementara Nisa sudah dibantu berjalan oleh Papa untuk masuk kedalam mobil.


Didalam mobil Alfath bersama Nisa juga Umma dan Baby Arkana, sementara Umi berdua dengan Papa menaiki mobil yang dikendarai oleh Papa juga beberapa barang bekas bersalin.


Sesampainya dirumah, ruang tamu yang kini disulap menjadi tempat penyambutan kelahiran Baby Arkana oleh karyawan Alfath itu, yaitu Rio dan Lia begitu mengejutkan Nisa. Tak menyangka semua orang menyambutnya, dan membawakan kado untuk baby Arkana, juga memberikan ucapan selamat pada Nisa.


Tanpa Nisa ketahui, sebenarnya hari ini langsung akan diadakan syukuran kelahiran putra pertamanya itu. Memang tidak banyak tamu yang hadir, hanya karyawan Alfath di kantor saja. Dan sebenarnya mereka sendiri yang menyiapkan itu semua.


"Bu Annisa selamat yaaa.." ucap Lia sang sekertaris Alfath


"Terimakasih banyak yaaa.." jawab Nisa dengan bahagia


"Sama-sama Bu.. Maaf ya kami datang semua mengganggu waktu Ibu juga keluarga. Acara ini juga di izinkan langsung Bu sama Pak Alfath kok hehe.." ucap Lia memberitahu


"Ih tidak apa-apa, saya justru merasa senang sekali.." jawab Nisa dengan ramahnya


"Iya nih kok saya sama sekali tidak tahu akan ada acara seperti ini" lanjut Nisa sembari memandangi tembok ruangan yang dihias oleh balon bertuliskan nama Arkana, belum lagi hiasan lain yang terlihat begitu meriah.


"Iya Bu, kami sudah sepakat dengan Pak Alfath hehe.." jawab Lia lagi-lagi memberitahu


"Kami semua yang siapkan ini, Bu.. Ibu senang tidak?" tanya Lia

__ADS_1


"Alhamdulillah senang sekali.. Sekali lagi terimakasih banyak yaaa semuanya" ucap Nisa dengan suara dikeraskan agar semua bisa jelas mendengar


"Sama-sama Bu.. Pak.." jawab semua karyawan serempak


__ADS_2