
Alisha bergetar saat menerima pelukan hangat Syana untuk pertama kali. Sebuah pelukan dari mertua ternyata sehangat ini, Alisha seakan merasakan kembali pelukan ibunya yang telah lama meninggal.
Sebagai menantu yang tadinya dibenci, Alisha merasa terharu dengan pelukan pertama itu. Entah itu tulus atau tidak, bagi Alisha pelukan itu sudah meluruhkan dinding pembatas antara dia dan mertuanya.
"Maafkan Mama Alisha." Suara Syana terdengar parau.
Punggung Syana yang bergetar bisa Rafael lihat dan itu menandakan bahwa wanita itu sedang menangis.
"Iya, Ma. Maafin aku juga."
Dua wanita yang sangat penting dalam hidup Rafael itu sama-sama menangis. Melihat itu, Rafael menghela napas lega dan kembali duduk di sofa. Dia mengambil cemilan dan mulai makan sambil menunggu emosi kedua wanita itu mereda.
"Mama salah nilai kamu, ternyata kamu menantu yang sangat baik, Alisha." Syana mengurai pelukan mereka dan menghapus air matanya sendiri. "Maafin mama."
Alisha juga menghapus air matanya sendiri. "Jangan meminta maaf terus, Ma. Aku udah maafin Mama."
__ADS_1
Syana tersenyum dan mengusap pipi Alisha dengan sayang. Dia lalu menatap Rafael dan ikut duduk di samping putranya itu.
"Raf, maafin mama ya. Mama salah sama kamu dan Alisha." Syana meraih tangan Rafael dan membawanya dalam pangkuan.
Rafael hanya diam dan ingin mendengar lebih jauh seperti apa penyesalan yang mamanya itu akui.
"Mama berdoa semoga kalian secepatnya punya anak lagi. Mama benar-benar menyesal sudah berbicara seperti itu. Maafkan, mama Rafa." Syana kembali menangis karena rasa bersalahnya. Tidak seharusnya dia menyumpahi cucunya sendiri.
Setelah dinyatakan sakit, Syana jadi merasakan apa yang Alisha rasakan dan dia menyesali itu sekarang.
Rafael kini menatap mamanya. Lalu, dia memeluk Syana dan memaafkannya. "Maafkan aku juga, Ma. Aku sudah berkata kasar sama Mama."
Syana mengusap punggung putranya dan menangis haru. Dia tidak menyangka bahwa Alisha bisa membuat putranya yang keras kepala itu luluh dan patuh dengan ucapan istrinya.
Ketiga orang itu akhirnya saling memaafkan dan merasakan ketenangan di hati mereka.
__ADS_1
Rafael dan Alisha kembali pulang karena Rafael enggan menginap di rumah orang tuanya. Saat ini, dua orang itu sudah berada di kamar mereka untuk bersiap tidur.
Rafael memeluk tubuh Alisha yang baru naik ke kasur dan memunggunginya. "Al, kata dokter, kita sudah boleh ...."
"Mas pengen?" tanya Alisha yang kini menoleh ke belakang untuk melihat wajah tampan suaminya.
"Pengen banget, Al. Udah nggak tahan ini," jawab Rafael lalu menciumi leher Alisha. Tangannya mulai bergerilya menyusuri lekuk tubuh Alisha, dan berhenti tepat pada buah pir yang semakin membesar.
"Ya udah, kalau pengen terus kenapa, Mas." Alisha malah menggoda suaminya yang sudah dikuasai oleh naafsu. Dia pura-pura tidak paham, padahal dia sendiri juga menginginkannya.
Rafael yang tahu sedang digoda Alisha, kini membalik posisi istrinya itu. Dengan lembut, dia mendaratkan ciumannya di bibir Alisha. Gaairah yang sudah beberapa waktu ini ditahan, kini kembali membakar jiwa Rafael.
Tangan Rafael mulai membuka pakaian Alisha dan mencicipi setiap inci tubuh wanita itu. Lalu, Alisha membalas dengan menyentuh dan menggoda Naga Sakti yang masih terbungkus kain itu.
Eyak, besok lagi. ya wkkk.. mau skip aja apa mau diceritain anuยฒnya.. kayaknya udah hafal kan ya.. wkkk
__ADS_1
Mampir ke nopel baruku juga ya gaes. Konfliknya nggak berat kok, tapi baru 2bab aja.. juddulnya Istriku Bukan Adikku. Bisa klik di profilku ya karna di pencarian masih belum muncul ๐ Yuk ramein yuk.๐๐