Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Ceraikan Aku ~ Bab 93


__ADS_3

Rafael sudah mengatakan pada orang tuanya bahwa dia akan mengundurkan diri dari perusahaan. Ini adalah salah satu wujud kekecewaannya pada sang ibu yang terlalu membenci hingga seolah tak memiliki hati nurani pada Alisha. Memang sebagai anak, Rafael bersalah karena menikah diam-diam tanpa persetujuan orang tuanya, apalagi posisinya yang sudah memiliki tunangan tentu membuat ibunya kecewa. 


Laki-laki itu akhirnya mengundurkan diri dari perusahaan secara resmi. Meski begitu, di hadapan media dan para pemegang saham, Rafael mengatakan bahwa dirinya mengundurkan diri karena ingin fokus untuk membantu perusahaan Alisha. 


Saat ini, sepasang suami istri itu sedang menonton berita di televisi mengenai pengunduran diri Rafael dari Hartono Coporation dan memilih untuk bekerja di Gloria Mutiara milik Alisha. 


“Kamu benar-benar meninggalkan semuanya demi aku, Mas?” Alisha beralih dari layar televisi. Mata indahnya itu kini menatap Rafael yang telah melakukan perubahan besar dalam hidupnya. 


Laki-laki yang dikenalnya setelah menjadi suami itu, dengan yakin meninggalkan seluruh kemewahan dan nama besar Hartono hanya untuk hidup bahagia bersama Alisha. 


“Harta, jabatan, aset, semua itu bisa dicari, tapi perasaanku ke kamu, belum tentu bisa aku temukan dari perempuan lain. Kamu beda, Al.” Rafael mengusap wajah Alisha dengan lembut. Melalui sentuhannya itu, ia ingin menyampaikan rasa cintanya yang dalam pada Alisha. 


“Kenapa kamu mencintaiku, Mas? Dulu kamu sangat mencintai Melinda, bahkan tunangan kamu juga sangat cantik. Tapi, kenapa demi aku kamu rela melakukannya semuanya?” Alisha menyandarkan kepalanya di dada Rafael, dan laki-laki itu langsung memeluknya dengan cinta. 


“Karena kamu istriku, Al. Pertama kali melihatmu saat terbaring koma, aku merasakan perasaan yang aneh. Aku tidak tahu itu apa, tapi setiap hari aku ingin tahu keadaanmu. Aku rasa itu bukan sekedar rasa kasihan, tapi juga rasa sayang. Setiap hari bersamamu, aku yakin perasaan cinta itu hadir sebelum aku merasakan kiwimu yang sekarang sangat aku rindukan.” 

__ADS_1


Rafael mengusapkan wajahnya di rambut Alisha. Beberapa hari semenjak kehilangan calon anak mereka, memang Alisha harus banyak istirahat terutama masalah ranjang. Tentu saja, itu membuat Rafael kesulitan. 


“Aku malah tidak tahu, apa aku mencintai kamu atau nggak, Mas. Tapi, yang aku rasakan saat ini, aku sangat bahagia memiliki suami seperti kamu. Mungkin juga, aku sudah cinta sama kamu.” 


“Kamu itu cinta aku, Al. Tapi, kamu tidak sadar. Buktinya, waktu aku sengaja tidak memberi kabar kemarin, kamu bolak-balik buka handphone. Kamu marah-marah juga sama Felix karena aku tidak memberi kabar. Iya, ‘kan?” 


“Kok Mas bisa tahu sih.” 


“Apa sih yang aku tidak tahu.” 


*** 


*** 


“Kalau nanti Pak Rafael gantiin Bu Alisha, apa aku akan dipecat ya?” tanya Ria yang mulai galau dengan nasibnya di perusahaan. 

__ADS_1


“Kenapa dipecat? Kamu ‘kan sekretaris pribadi Nyonya, tidak mungkinlah kamu dipecat,” jawab Felix. 


“Pak Rafael sudah ada kamu, Beb. Tidak mungkin butuh aku lagi,” 


Mendengar panggilan sayang itu, Felix malah menoleh ke seluruh ruangan dan berbisik, “Ini di kantor Ria. Jangan panggil begitu.” 


“Kamu kenapa sih, kita ‘kan memang punya hubungan khusus. Kamu malu ya sama aku?” 


Ria terlihat marah dan kesal atas sikap Felix yang selalu tidak mau bermesraan saat jam kerja. 


“Bukan begitu, Ria Sayang. Tuan dan Nyonya ‘kan belum tahu soal hubungan kita. Kalau mereka tahu dari orang lain, pasti mereka akan marah.”


Kira-kira mereka beneran marah nggak ya??


Kembang kopinya yuk.. sama jempolnya juga jangan lupa 💋💋

__ADS_1


__ADS_2