
Gabriel membulatkan matanya dengan sempurna saat Anna mengatakan ingin mencubit pipinya karena gemas.
“Kak Biel, dedek di perut Onty pengen cubit pipi Kakak Biel, boleh enggak?” tanya Sheina yang meminta izin dari anaknya dulu.
Gabriel sudah besar. Dia memiliki privasi dan tidak bisa disentuh orang yang tidak begitu dekat.
“Memangnya Onty lagi ngidam? Kayak Mommy dulu ya?” Bocah itu sebenarnya tidak rela disentuh-sentuh, tapi mengingat ibunya yang sudah dua kali hamil adik-adiknya, dia jadi sedikit berperasaan.
“Iya, Sayang. Boleh enggak, onty takut adiknya nanti ileran. Kalau mau nanti onty belikan mainan spiderman yang kamu mau, tapi cium perut onty, gimana?”
Mata bulat Gabriel langsung berbinar cerah mendengar kata spiderman yang diucapkan Anna. Sesuka itu dia dengan tokoh manusia laba-laba yang bahkan hampir memenuhi kamarnya.
“Bener ya, Onty. Biel mau action figure spiderman,” kata Gabriel antusias.
“Iya, janji.” Anna yang sudah tidak sabar pun mencubit pelan pipi Gabriel yang menggemaskan.
Gabriel membalas dengan kecupan beberapa kali di perut Anna. Bahkan, dia sampai memeluk sebentar tubuh wanita hamil itu.
__ADS_1
“Kamu nanti kalau udah lahir, harus main sama aku ya. Walaupun kamu masih kecil dan aku udah dewasa, tapi kamu pasti jadi anak baik yang lucu,” kata Gabriel sebelum akhirnya menempelkan pipinya ke perut Anna lagi.
Anna sangat bahagia karena ngidamnya keturutan juga.
“Kayaknya kalau anak kamu cewek, pasti nanti dia centil,” kata Sheina yang ikut gemas dengan interaksi Gabriel dan bayi dalam perut Anna.
“Kalau beneran cewek, boleh deh punya mantu kayak Gabriel,” balas Anna yang kemudian menertawakanharapannya sendiri.
Sheina yang mendengar itu menganggap itu juga hanya bercanda. Namun, Gabriel yang mendengar kata mantu mendadak jadi mundur pelan-pelan.
“Mommy, aku enggak mau nikah sama anak bayi,” kata bocah itu sambil cemberut lalu kabur melarikan diri.
Alisha menyusul mereka dan bingung saat melihat Gabriel berlarian.
“Mommy, Shaka mau sekolah tempatnya Kak Bia, boleh nggak?” tanya Shaka yang juga berlari ke arah Alisha.
Bianca, putri Bara satu-satunya yang sangat cantik, mengekor di belakang Shaka. Dia memegang permen yang diberikan oleh anak pertama Alisha dan Rafael itu. Umur mereka yang hanya beda dua tahunan, membuat keduanya cukup dekat sejak pertama kali bertemu.
__ADS_1
“Bentar deh, sekolah Kak Bia ‘kan jauh, Shaka. Mommy udah daftarin di sekolah dekat sini, biar enggak macet kalau sekolah, nanti diantar Daddy juga,” jawab Alisha keberatan.
“Yah, Mommy. Enggak asik banget deh. Shaka mau ke sekolahnya Kak Bia, pengen main sama Kak Bia. Batalin aja sekolahnya, Mommy.”
Shaka mulai merengek, membuat Alisha jadi semakin bingung harus bagaimana.
“Shaka, jangan merengek, katanya kamu udah besar.” Sentuhan tangan Bianca membuat Shaka berhenti merengek.
Dengan gayanya yang sok cool, Shaka menjawab. “Ih, Shaka ‘kan enggak melengek, cuma minta tolong aja sama Mommy, bial bisa satu sekolah ketemu Kak Bia.”
“Hem, anak mommy kecil-kecil udah bergaya ya. Lagian enggak bisa satu sekolah dong. Kak Bia ‘kan TK, kamu playgroup, mana bisa ketemu, hayo?”
“Tapi, Shaka pengen satu sekolah sama Kak Bia, Mom.”
“Ya udah, nanti aja kalau SMA.”
***
__ADS_1
Anaknya Mondy udah kasih nama belum ya.. ada yang ingat nggak, wkkkk maapken othor banyak anak 🤣🤣🤣