
Rafael sangat geram saat Arya dengan entengnya menyuruh bercerai dari Alisha. Padahal, setengah mati dia mempertahankan Alisha agar tetap bertahan bersamanya.
"Baik buruk istriku, aku tidak akan pernah melepaskannya. Lebih baik aku menghadapi keluarga Anna daripada harus meninggalkan Alisha," kata Rafael, tegas.
"Apa segitu butanya kamu, Rafa?" Syana ikut meradang.
"Iya, Ma. Aku buta karena aku mencintainya. Papa sama Mama tidak usah khawatir. Aku akan menghadapi ini bersama Alisha." Rafael melirik Alisha yang diam mencermati.
"Baiklah, terserah kalau itu mau kamu. Lebih baik kamu keluar dari perusahaan!" usir Arya sambil berdiri dengan mata melotot.
"Apa Papa pikir dengan mengusirku dari perusahaan, nama baik Hartono tidak akan tercemar? Bagaimana dengan nasib saham-saham kita dan semua kekacauan yang akan timbul setelah aku keluar? Papa juga pikirkan itu baik-baik."
***
***
Setelah kepergian orang tuanya, Rafael menuju kamar dengan kesal dan diikuti istrinya. Alisha pikir, Rafael seperti itu karena ia marah dengan orang tuanya.
"Mas, apa ada masalah?" tanya Alisha. Dia menutup pintu kamar dan mengikuti ke mana pun Rafael melangkah.
__ADS_1
Laki-laki itu masuk ke ruang ganti. Dia membuka sebuah laci dan menemukan sesuatu yang membuat tubuhnya lemas seakan jantungnya berhenti berdetak.
"Kamu yang ada masalah apa, Al?" Rafael melemparkan pil penunda kehamilan pada Alisha.
Alisha menatap obat yang dibelinya itu terjatuh hingga menyentuh ujung kakinya. Tubuhnya ikut lemas karena sadar dia telah melakukan kesalahan. Seharusnya dia membuang pil itu secepatnya, tetapi belum sempat dibuang Rafael malah menemukannya lebih dulu.
Dari mana Rafael tahu soal pil itu? Padahal dia sudah menyimpannya bersama obat-obat untuk pemulihannya. Kenapa Rafael bisa menemukan itu?
"Kamu sudah menghancurkan impian dan usahaku, Al." Rafael mengepalkan tangan dan memukul kaca di hadapannya.
Seketika itu suara kaca yang retak memenuhi ruangan itu. Serpihan kaca berjatuhan, dan melukai tangan Rafael.
"Maaf. Maafkan aku, Mas. Aku tidak bermaksud seperti itu." Alisha memeluk Rafael dengan cepat. Tangannya melingkar erat meski Rafael berusaha melepaskannya. "Aku cuma tidak siap untuk hamil. Kamu pemarah dan aku pikir kamu tidak mencintaiku, Mas. Maaf."
Rafael dapat merasakan air mata Alisha yang membasahi kemejanya. Meski emosi, dia tidak bisa mengabakan air mata Alisha itu.
"Ini terlalu tiba-tiba, Mas. Bagaimana bisa aku hamil dengan orang yang baru aku kenal, dan kupikir tidak mencintaiku."
Alisha semakin merasa bersalah. Otaknya berusaha memikirkan sesuatu supaya suaminya tidak lagi marah. Sementara suaminya hanya diam saja sedari tadi, tanpa membalas pelukannya.
__ADS_1
"Aku akan mengganti setiap butir pil yang sudah aku telan, Mas."
Penawaran Alisha membuat emosi Rafael sedikit mereda. "Dengan cara apa?"
Alisha menghela napas lega. Setidaknya dia harus memberikan penawaran yang membuat suaminya itu senang supaya dia bisa dimaafkan.
"Aku akan memanjakan naga sakti seperti yang kamu sukai, Mas. Aku akan memandikannya dan memberinya makan irisan kiwi sampai dia kenyang," jawab Alisha. Dia memberanikan diri dengan mendongak melihat ekspresi suaminya.
Rafael menahan senyum. Emosinya yang naik mendadak turun dengan cepat karena melihat raut wajah istrinya. Alisha benar-benar sudah memperdayanya.
"Dasar mesum!" balas Rafael pura-pura mengabaikan.
"Beneran. Mas mau 'kan maafin aku," pinta Alisha. Dia mencoba meraih kepala belakang Rafael dan menciumnya. "Aku sudah tidak meminumnya sejak tadi malam. Sejak kamu bilang kamu cinta aku. Aku sudah tidak meminumnya, Mas. Maafin aku dong."
Rafael melihat Alisha dengan tatapan elangnya. Wanita itu sadar, suaminya tidak mau memaafkannya.
"Tergantung cara kamu membuatku puas malam ini. Lihat saja, aku akan membanjiri rahimmu dengan calon anakku, sampai kamu tidak akan sanggup berjalan normal. Itu hukuman buatmu!" Rafael tersenyum licik. Meski hati kecilnya kecewa, tapi dia sadar Alisha tidak sepenuhnya bersalah dalam hal ini. Mendengar kejujuran Alisha, membuat Rafael sadar, mereka perlu saling mengenal lebih dalam lagi.
Like komennya ramein ya 💋💋 kembang kopinya jangan ketinggalan 😍
__ADS_1