Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Cintai Aku ~ Bab 39


__ADS_3

Memberikan ASI untuk dua bayi laki-laki sekaligus membuat Alisha cepat lapar. Setelah Satria kembali ke kamar Anna, Alisha meminta Rafael untuk menjaga Shaka. Namun, Mama Syana sudah menawarkan diri untuk menjaga Shaka.


Rafael akhirnya menemani Alisha makan di tengah malam. Meski rasa kantuk menyerangnya habis-habisan, tetapi Rafael tidak mau mengeluh, karena pengorbanan Alisha jauh lebih berat dari itu.


“Aku gagal diet, Mas,” kata Alisha sambil melahap makanannya.


“Enggak perlu diet, aku malah suka kamu kayak gini, Al,” balas Rafael. Dia menatap Alisha sambil nenopang kepalanya dengan tangan.


Alisha yang ditatap seperti itu oleh suaminya jadi merona. Sudah lama mereka tidak berduaan begini, mungkin terakhir sebelum Alisha melahirkan.


“Mulut laki itu kadang depan istri bilang terima apa adanya, tapi kalau ada cewek body gitar spanyol pasti kepincut juga,” balas Alisha.


Rafael menautkan alisnya. “Aku enggak kok. Aku sama kamu aja cukup, buat apa cari yang lain. Apalagi kalau kamu goyang, gitar negara mana pun pasti kalah,” balas Rafael tidak terima. Dia merasa sudah menjadi laki-laki paling setia selama menjadi suami Alisha. Tentu saja, keraguan Alisha membuatnya tidak terima.


“Mas, kamu tuh kalau ngomong,” protes Alisha.


“Emang bener kok, jadi enggak sabar nunggu kamu goyang.” Alis Rafael bergerak naik turun untuk menggoda istrinya.

__ADS_1


Kedua pipi Alisha semakin merah padam karena digoda Rafael.


***


Alisha sedang memandikan Shaka. Bayi tampan itu semakin hari semakin mirip dengan Rafael, apalagi saat dia tertawa.


Meski memiliki pengasuh khusus, Alisha lebih suka memandikan bayinya sendiri. “Anak mommy udah selesai mandi, udah ganteng juga. Pasti lebih ganteng dari Daddy ya, Shaka.”


Bayi itu tertawa mendengar ocehan ibunya, dan yang tidak terima adalah ayahnya. “Daddy lebih ganteng dong dari Shaka,” kata Rafael sebelum masuk ke kamar mandi.


“Eh Kak Satria kok belum mandi, mau mommy Al mandiin enggak?” tanya Alisha yang memilih duduk di samping Anna.


Anna menghela napas berat. “Enggak usah, Al. Aku mau belajar mandiin Satria,” balas Anna dengan ketus.


“Pengasuhnya lagi siapin baju sama air hangatnya, Al,” sahut Mama Syana sembari tersenyum merasa tidak enak dengan sikap Anna pada Alisha.


“Oh, iya bagus kalau gitu, Kak.”

__ADS_1


Tidak lama, pengasuh Satria datang dan mengatakan persiapan mandi Satria sudah selesai. Mama Syana yang menggendong Satria lalu membawa bayi itu ke kamar bersama Anna dan pengasuhnya.


Alisha sebenarnya sedih karena sikap Anna, tapi dia masih mencoba untuk memaklumi karena Anna masih terlalu syok dengan keadaannya saat ini.


Rafael menghampiri istrinya. Alisha memang meninggalkannya saat mandi karena berharap bisa melihat atau bahkan menggendong Satria sebentar saja. Terbiasa dengan Satria, membuat ikatannya dengan bayi itu sangat kuat. Baru berpisah sebentar saja rasanya Alisha sudah sangat merindukan bayi itu.


“Al, hari ini aku pulang telat ya,” kata Rafael yang kini duduk di sebelah Alisha.


“Kenapa? Mau lembur beneran apa cuma alasan aja nih?” tanya Alisha pura-pura curiga.


Rafael yang gemas langsung mencium bibir Alisha di ruang makan itu. “Aku mau cek keuangan perusahaan kamu, Sayang. Sekarang aku harus mengurus semuanya sendiri,” jawab Rafael.


Alfaro melihat kemesraan Rafael dan Alisha yang tanpa canggung berciuman di ruang makan. Alfaro jadi berpikir, apakah dulu bersama Anna, dia juga melakukan hal yang sama?


Anna, kenapa aku sangat sulit mengingatmu? apa dulu aku juga mencintaimu seperti Rafael mencintai istrinya?


Kembang kopinya dong gaess 😚😚

__ADS_1


__ADS_2