
Anna merasa jadi wanita paling beruntung di dunia ini. Alfaro resmi mempersuntingnya setelah menunggu selama delapan tahun. Waktu yang sangat lama bagi seorang laki-laki menunggu cintanya. Mengingat perlakuan Alfaro padanya, Anna merasa tidak adil jika tidak membahagiakan ganti laki-laki yang menjadi suaminya itu.
Saat pesta hampir berakhir, Anna yang diminta Alfaro untuk ke kamar lebih dulu, tiba-tiba dihentikan langkahnya oleh Alisha.
“Kenapa menghalangiku? Bukankah sekarang aku kakak iparmu?” tanya Anna yang masih memiliki dendam pada Alisha. Walau telah berlalu, tetap saja dia masih merasa sakit hati saat melihat Alisha.
“Ini untukmu. Sepertinya Kak Al akan menyukai ini kalau kamu pakai,” jawab Alisha sambil menyerahkan sebuah tas kertas pada Anna.
Anna menerimanya dengan ragu. “Apa ini?”
Alisha terkekeh dan menjawab lagi, “Itu hadiah untuk kakak ipar. Mas Rafa sangat gila saat melihat aku memakai begituan, aku yakin Kak Al juga akan semakin menggilaimu. Bukankah tugas istri itu membahagiakan dan memuaskan suaminya?”
Tanpa menunggu jawaban Anna, Alisha berlalu meninggalkan wanita yang menjadi kakak iparnya itu. Itu adalah hadiah tergila yang pernah dia berikan untuk hadiah pernikahan. Kalau bukan karena ide Rafael dan Felix, Alisha tidak akan mungkin memberikan hadiah semacam itu.
__ADS_1
Anna lalu masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri. Setelah itu, dia mengintip hadiah pernikahan yang diberikan oleh Alisha tadi. Kelopak matanya melebar seketika, diikuti mulutnya yang ikut terbuka lebar.
“Apa ini yang disebut seragam pengantin?” Anna membolak-balik pakaian tipis yang harganya lumayan mahal itu. “Apa Kak Al akan suka kalau aku pakai ini?”
Tanpa berpikir lebih lama lagi, Anna segera memakai pakaian yang sangat seeksi itu. Pakaian yang hanya menutup bagian-bagian sensitifnya saja. Dia lalu bercermin dan melihat penampilannya yang sangat berbeda.
“Apa ini tidak memalukan? Ah, tapi Kak Al sudah sangat baik. Kalau memakai pakaian seperti ini bisa membahagiakannya, maka aku akan memakainya demi Kak Al.”
“Hai, Baby. Kamu baru selesai mandi?” tanya Alfaro setelah menutup dan mengunci kamar mereka.
Alfaro sadar diri, Anna belum mencintainya saat ini. Yang terpenting dia sudah memiliki wanita pujaannya, masalah cinta pasti bisa datang seiring waktu.
“Mau mandi dulu? Aku sudah siapin airnya, Kak.” Anna membantu melepas dasi dan jas suaminya. Dia ingin memulai hidup baru yang bahagia bersama Alfaro.
__ADS_1
“A-aku bisa lepas sendiri, Ann.” Alfaro merasa gugup karena tingkah Anna yang tidak seperti biasanya. Perlakuan Anna pada Alfaro benar-benar di luar ekspektasinya.
“Enggak apa-apa, Kak. Aku sudah jadi istri kamu,” kata Anna yang kini sudah berhasil melepas jas dan dasi Alfaro. Dia lalu membuka satu persatu kancing kemeja yang Alfaro kenakan. Anna mengusap dada bidang Alfaro yang ditumbuhi sedikit bulu, membuat nafas laki-laki itu berhenti sejenak.
“Ann, rasanya aku ....” Tiba-tiba tubuh Alfaro mulai terasa panas. Dia tahu ada sesuatu yang tidak beres dengan tubuhnya sendiri.
“Kenapa, Kak?” Anna pikir, suaminya tergoda oleh sentuhannya itu, sehingga dia memutuskan untuk semakin memainkan tangannya di area dada Alfaro.
“Kayaknya Rafael sengaja kasih sesuatu di minuman aku.” Alfaro semakin merasakan hawa panas di tubuhnya. Dengan cepat dia membuka pakaiannya. “Jauhi aku Anna, aku tidak akan bisa mengendalikan diriku,” kata laki-laki itu lalu berjalan menuju kamar mandi.
“Kak, Al.” Anna sadar sesuatu telah terjadi pada suaminya. Dia dengan suka rela melepas jubah mandinya, dan seketika ....
Seketika kembang sama kopinya belum dikasih wkkkk
__ADS_1