
Meski tidak memiliki bukti yang nyata dan kuat, tetapi Melinda tetap berani menemui Alisha diam-diam. Dia tahu Alisha masih memiliki jadwal pemeriksaan, sehingga diam-diam wanita itu menemui Alisha tanpa sepengetahuan Rafael.
Saat ini, dua wanita cantik itu duduk berhadapan di sebuah kafe tak jauh dari rumah sakit. Melinda dengan wajah sendunya, berusaha tampil sesedih mungkin di hadapan Alisha yang dia percaya akan mudah dibodohinya.
"Aku tahu aku memang bersalah sama Mas Rafa, tapi aku juga punya alasan kuat saat meninggalkannya," kata Melinda sambil mengusap air matanya dengan tisu.
Alisha hanya memperhatikan Melinda. Dia tidak akan menyela atau menyalahkan omongan Melinda sebelum wanita itu mengeluarkan semua jurus-jurus miliknya.
"Aku dan Mas Rafa saling mencintai, dia tidak setemperamen itu dulu. Dia sangat lembut dan romantis. Dia selalu mengatakan perasaannya setiap hari. Aku sampai terperdaya dan akhirnya kami ... kamu taulah Alisha apa yang dilakukan pasangan layaknya suami istri." Melinda tersenyum seolah dipaksakan. Aktingnya memang luar biasa bagus.
__ADS_1
"Setelah kami bertemu di pesta. Dia menghubungiku, diam-diam membawaku ke apartemennya dan mengatakan dia merindukanku. Saat itu, suamiku sedang berada di luar negeri dan karena aku juga masih mencintai Mas Rafa, akhirnya kami kembali bermesraan dan saling melepaskan kerinduan." Melinda mengatakan itu dengan raut wajahnya yang seolah tengah memamerkan hubungannya pada Alisha.
"Aku tidak bisa bercerai, dan Mas Rafa juga tidak bisa meninggalkanmu karena rasa bersalahnya. Jadi, aku merahasiakan kehamilan ini darinya. Aku tidak tahu apa yang terjadi di antara kalian, sampai-sampai Mas Rafa menyakitiku di hadapanmu. Oh, mungkin karena dia menghubungiku tapi aku mengabaikannya karena ada suamiku. Alisha, aku mohon, biarkan anak ini mendapat pengakuan ayahnya. Setelah anak ini lahir, aku tidak akan mengganggu kalian, aku akan membawa anak ini pergi dari kehidupan kalian, aku janji."
Melinda meraih tangan Alisha dan memohon padanya. Lalu, Alisha menghela napas berat dan mulai berbicara.
Raut muka Melinda tiba-tiba berubah syok saat mendengar apa yang Alisha katakan. Dia pikir istri Rafael itu akan mempercayai omongannya, tetapi ternyata salah.
"Ka-kamu perlu bukti? Aku bisa membuktikannya!" Melinda gelagapan. Ini semu di luar sungguh dugaannya.
__ADS_1
"Oke, rumah sakit masih buka, dan aku yakin hanya dengan menyebut nama Alisha Hartono, mereka akan menurutiku. Kita buktikan sekarang!" tantang Alisha. Dia berdiri dan menegapkan tubuhnya sementara Melinda mulai panik karena termakan omongannya sendiri.
"Aku harap kamu tidak lupa bahwa rumah sakit ini adalah milik suamiku. Oh, maksudku ayah dari anakmu." Alisha menyeringai. Dia adalah wanita yang tidak bisa percaya dengan omongan saja. Bahkan, dia sendiri tidak bisa percaya pada suaminya, apalagi ular berbisa seperti Melinda.
Felix memperhatikan dari jauh saat istri tuannya itu menyelesaikan sendiri masalahnya. Awalnya, dia mendapat telepon dari perawat Hana bahwa Melinda menemui Alisha. Namun, saat melihat Alisha dengan santai menghadapi Melinda, dia tidak mau ikut campur dulu.
"Ayo Melinda! Apa kamu takut?" Alisha menatap Melinda dengan sinis. Dia lalu tertawa krcil untuk mengejek Melinda. "Jangan-jangan kamu memang takut ketahuan berbohong!"
Kembang Kopinya banyakin dong gaess, mbah dukunnya sedang bekerja ini 🤣🤣🤣
__ADS_1