
Rafael dan Alisha masih sarapan dan berisap hendak berangkat ke kantor saat tiba-tiba Felix datang. Asisten pribadi Rafael itu datang membawa kabar buruk.
"Tuan, Nona Melinda hampir saja keguguran, tadi pagi saya langsung membawanya ke rumah sakit," ucap Felix dengan wajah tertunduk. Dia tahu, dia melakukan kesalahan karena sudah bertindak tanpa perintah sebelumnya. Felix sangat yakin bahwa dia akan terkena amukan Rafael.
"Bagaimana bayinya?" tanya Rafael dengan tenang. Itu sama saja mematahkan kekhawatiran Felix soal Rafael yang akan marah besar.
"Itu bayinya masih di perut Nona Melinda, Tuan. Dokter sudah menanganinya dengan baik dan memastikan keadaan mereka."
Rafael hanya mengangguk. Felix kembali melanjutkan laporannya.
"Nona Melinda ingin bertemu Tuan, sepertinya ada sesuatu yang sangat penting," kata Felix.
"Al, apa kita perlu ke rumah sakit?" tanya Rafael yang memperhatikan istrinya sama sekali tidak tertarik dengan berita yang dibawa Felix.
"Itu mantanmu, mau jenguk atau tidak terserah kamu saja. Kalau Mas mengajakku menjenguk aku tidak masalah," jawab Alisha yang kemudian memperbaiki riasannya.
Jawaban Alisha membuat Rafael berdesah pelan. "Kalau begitu setelah makan siang kita temui dia, kamu bisa?" tanya Rafael.
"Iya, Mas," jawab Alisha tanpa memandang suaminya.
Rafael hanya bisa melirik Felix yang berusaha menahan tawanya saat melihat interaksi suami istri itu.
__ADS_1
***
***
***
Alisha sedang menemui rekan bisnisnya di sebuah restoran. Ria sang sekretaris juga turut menemaninya. Pandangan wanita itu menangkap seseorang yang duduk di depan laptopnya. Senyum semringah lalu terukir di sudut bibirnya.
"Ria, yang kamu maksud Arjuna itu Arjuna Wibisana?" tanya Alisha sebelum menghampiri rekan bisnisnya.
"Iya Bu, benar," jawab Ria.
"Pak Arjuna," sapa Alisha saat sudah dekat dengan Arjuna.
Laki-laki itu membelalakkan mata dan langsung tersenyum bahagia. "Alisha. Ya ampun, ini kamu?"
"Ternyata kamu ingat aku, nggak nyangka loh Arjuna yang gantiin Pak Pandu itu kamu," kata Alisha turut bahagia.
"Aku juga nggak nyangka Al. Oke, aku yakin kita bisa bekerja sama dengan baik."
Arjuna adalah kakak tingkat Alisha di kampus. Kecantikan Alisha tentu saja membuatnya dikenal oleh seantero kampus, dan Arjuna menyukai Alisha secara diam-diam.
__ADS_1
Mereka membahas pekerjaan dengan sangat santai sampai akhirnya, jam makan siang pun tiba. Karena Alisha sudah berjanji dengan Rafael untuk makan siang bersama, wanita itu pun menolak ajakan Arjuna untuk makan siang sekalian.
***
***
Rafael dan Alisha tiba di rumah sakit usai makan siang bersama. Sepasang suami istri itu berjalan masing-masing tanpa adegan gandeng tangan atau apa pun yang menunjukkan mereka sedang mesra.
Alisha dan Rafael berjalan mengikuti Felix hingga akhirnya sampai di ruangan Melinda yang dijaga ketat.
Wanita itu terlihat sedang rebahan di ranjang rumah sakit. Lalu, saat melihat Alisha dan Rafael, dia pun bangun.
"Mas Rafa."
Rafael hanya menatapnya dengan dingin. Rasa cintanya pada Melinda sudah hilang dan yang tersisa sekarang hanya kebencian.
"Melinda, kamu mau apa lagi? Kamu sudah terjebak dalam permainanmu sendiri." Alisha mendekat dan menatap Melinda dengan sinis.
"Aku, aku mau jujur sama kamu, Mas. Soal anak yang aku kandung. Bisakah kita hanya bicara berdua?"
Kembang kopinya jangan lupa 💋
__ADS_1