Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Ceraikan Aku ~ Bab 73


__ADS_3

Rafael menggendong Alisha dan membawanya ke kamar. Dia menurunkan istrinya itu di depan ruang ganti mereka. Lalu, Rafael memberikan tas belanjaan itu pada Alisha.


"Aku pengen kamu pakai ini sekarang! Aku tunggu ya," kata Rafael sehelum akhirnya meninggalkan Alisha dan kembali ke kamar utamanya.


Alisha berjalan gontai menuju deretan pakaian dengan meja bulat di tengahnya. Ada cermin yang cukup besar juga yang ada di ujung ruangan itu.


Dengan berdebar, Alisha membuka satu per satu pakaian tipis itu.


"Kalau baju tidur model begini, bisa-bisa wanita banyak yang sakit karena masuk angin," gumam Alisha.


Dia bingung harus memakai yang mana, akhirnya Alisha mengambil acak satu gaun berwarna merah muda. Alisha memakai pakaian itu dan merasa malu dengan dirinya sendiri.


Sementara itu, Rafael sudah menyiapkan minuman spesial untuk istrinya. Dia tersenyum geli membayangkan reaksi Alisha saat meminum minuman itu.


Tidak berapa lama, Alisha keluar dari ruang ganti. Akan tetapi, Rafael harus kecewa dulu karena Alisha memakai baju mandinya.

__ADS_1


"Kok pakai itu sih, Al," protes Rafael saat Alisha berjalan santai ke arahnya.


"Nanti juga sama-sama Mas buka, 'kan?" Alisha duduk tenang dan langsung meminum minuman yang ada di meja.


"Iya, tapi jangan ditutupin handuk gini, dong. Nggak asik jadinya." Rafael mulai menarik perlahan tali yang melilit di pinggang kiri Alisha. Hidungnya tidak bisa diam, mengendus-endus leher Alisha memberikan jejak kemerahan.


"Mas, geli," kata Alisha dengan manja. Dia hanya pasrah saja saat Rafael melepas handuk itu.


Alisha memalingkan wajah saat Rafael menatapnya tak berkedip. Gaun mini yang super tipis dan hanya menutupi sebagian area seensitifnya itu.


Alisha menyambut ciuman lembut nan menuntut itu. Bibirmya secara naluri mulai terbuka dan membalas ciuman suaminya. Dua bibir itu saling menyatu mengungkapkan kerinduan di hati yang menggebu-gebu.


Tangan Rafael perlahan pindah ke bawah untuk merasakan kenyalnya buah pir yang tiga hari ini selalu membayangi otaknya. Rasanya masih padat dan kenyal, benda itu perlahan bertambah padat bahkan kini sudah pas dalam genggamannya.


Alisha merasakan panas dalam tubuhnya. Gerakan tangan Rafael di dadanya, ciuman mesrah di bibirnya, juga efek minuman yang sengaja diberikan oleh suaminya membuat Alisha tidak berdaya.

__ADS_1


Wanita itu bangun dari posisinya dan melempar handuk mandi yang belum sepenuhnya terlepas. Dia lalu naik ke pangkuan Rafael dan mulai memberikan serangan-serangan mematikan.


Rafael memilih diam untuk menikmati aksi Alisha yang kini sudah terpengaruh minuman setan itu. Dia membuka kaus hitam Rafael dan melepaskan ikat pinggang itu untuk misi membebaskan Naga Sakti. Beberapa penghalang mulai disingkirkan dan akhirnya sang Naga Sakti keluar dari persembunyiannya.


Alisha menyambut haru kepulangan Naga Sakti yang sudah tiga hari ini harus terpisah dengannya. Perlahan jemari lentiknya membelai kepala hingga leher Naga Sakti yang membuat Rafael memejamkan mata sambil berdessah ria.


Tatapan Alisha kini beralih pada sang suami yang masih duduk bersandar di sofa tanpa memakai apa pun.


"Aku mandiin dia dulu, Mas," izin Alisha yang langsung diiyakan oleh Rafael.


Senyum merekah menghiasi wajah cantik itu. Perlahan, dia mulai memasukkan kepala naga sakti ke dalam pemandian hangat. Tangannya membantu memijat leher Naga Sakti yang panjang yang tentu saja tidak bisa masuk ke pemandian sepenuhnya.


"Oh, Al, ini membuatku gila!" seru Rafael yang tangannya mulai memegang rambut Alisha untuk ikut memegang kendali.


Dah, bayangin aja selanjutnya gimana 😜😜 Kembang kopinya jangan lupa 💋

__ADS_1


__ADS_2