
Alisha menarik tubuh Rafael setelah menammpar Melinda. Wanita hamil itu sudah dianiaya oleh suaminya dan sekarang dia mendapat tammparan dari Rafael juga. Alisha tidak ingin sikap temperamen suaminya kambuh karena mantannya itu, apalagi mereka berada di tempat umum saat ini.
"Jangan mempermalukan diri kalian. Apa kalian tidak sadar kalau kita jadi bahan tontonan?" tanya Alisha kesal. Dia memang belum bisa mempercayai suaminya tapi dia juga tidak bisa percaya Melinda atau pun suami wanita itu.
“Alisha, tolong kembalikan Mas Rafa padaku demi anak ini. Setelah anak ini lahir, aku janji tidak akan mengganggu kalian lagi.” Melinda meraih tangan Alisha dan menggenggamnya. Air mata terus berjatuhan membasahi pipinya.
“Aku mau pulang, malu dilihat banyak orang kayak gini.” Alisha melepaskan diri dari Melinda dan mengabaikannya.
Alisha berjalan meninggalkan Rafael dan Melinda, diikuti oleh dua perawatnya. Melihat perubahan istrinya yang bisa berjalan dan berdiri cukup lama, Rafael menyadari satu hal bahwa Alisha tadinya ingin memberi kejutan padanya.
Namun, Alisha sudah terlanjur naik mobilnya bersama sang perawat. Rafael yang akan mengejar, justru ditahan Melinda.
“Mas, aku mohon tolong aku.” Melinda meraih lengan Rafael dan memeluknya.
__ADS_1
Tepat pada saat itu, Alisha melihat adegan Melinda yang memeluk suaminya itu. Ada rasa kesal dan kecewa hingga akhirnya dia menyuruh sopir untuk menjalankan mobil.
Mobil Alisha sudah meninggalkan parkiran rumah sakit. Rafael yang emosi langsung menghempaskan tangan Melinda dan meraih leher Melinda.
“Kamu mau mati? Hah? Kamu mau mati?” tanya Rafael sambil menceekik leher Melinda. Amarahnya sudah tidak bisa ditahan lagi. Rafael mendorong tubuh Melinda sampai mengenai belakang mobil yang terparkir.
Orang-orang yang melihat mereka mendekat dan berusaha memisahkan mereka, tetapi Rafael seperti kesetanan dan semakin ingin menghabisi Melinda. “Aku tidak akan membiarkanmu meracuni pikiran istriku. Kamu sudah sangat berubah, Mel. Ingat baik-baik! Aku akan menghancurkanmu jika kamu masih mencari masalah denganku, Mel.”
Rafael melepaskan tangannya dari leher Melinda saat dua orang satpam membantu melerainya.
Rafael sudah sangat murka dan ingin menerjang Melinda, tetapi orang-orang membantu menyelamatkan wanita itu sampai bisa pergi dari Rafael yang kesetanan.
***
__ADS_1
***
Rafael akhirnya pulang dan menemui Alisha yang sedang melamun di kamarnya. Laki-laki itu menghela napas berat dan menghampiri Alisha.
“Al.” Rafael duduk di samping Alisha.
“Aku sedang tidak ingin diganggu, Mas.” Alisha berdiri dan menghindari suaminya. Dia masih memikirkan kata-kata suami Melinda yang menuduh suaminya telah meniduri Melinda sebelum Melinda menikah.
Jika Alisha hubungkan ulang, memang itu bisa saja terjadi, mengingat suaminya yang sangat mencintai Melinda. Bahkan, dia memanfaatkan kesalahan perawatnya untuk menikmati tubuh Alisha. Rasa kecewanya itu membuat Alisha tidak bisa mempercayai perkataan suaminya. Namun, dia juga sulit percaya dengan Melinda.
“Al. Melinda bahkan tidak memiliki bukti apa pun. Aku tidak pernah melakukan hubungan itu sama dia. Aku hanya pernah merasakan buah pir dan irisan kiwi kamu, Alisha.” Rafael tiba-tiba memeluk Alisha dari belakang. “Sejak kapan kamu bisa jalan, Irisan kiwiku,” bisik Rafael sambil mencium leher Alisha dengan sayang.
Laki-laki itu sangat bahagia melihat istrinya yang sudah bisa berjalan dengan normal, tetapi dia juga ketakutan karena dengan masalah Melinda, tidak menutup kemungkinan bahwa Alisha akan menuntut perceraian lagi.
__ADS_1
maaf telat, lagi banyak urusan gaes. maaf ya 🙏