Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Cintai Aku ~ Bab 43


__ADS_3

Rafael dan Alisha sama-sama terbuai dalam hangatnya cinta yang membawa mereka terbang sampai ke angkasa. Rasa rindu yang sekian lama ditahan, akhirnya tumpah juga saat kedua tubuh mereka saling menyatu.


Bukan tanpa alasan Rafael bisa bertahan sampai dua bulan lamanya menahan hasrat yang menggebu. Semua itu karena rasa cintanya pada Alisha. Melihat sendiri kelahiran Shaka yang penuh perjuangan, membuat Rafael tahu betapa sakitnya melahirkan. Karena alasan itulah, Rafael bertekad untuk menahan diri sampai istrinya benar-benar siap.


Ya, pada akhirnya Alisha sendiri yang tidak tahan dan merindukan buah naga yang telah memberinya bayi lucu bernama Shaka.


Rafael masih terus menggerakkan tubuhnya di atas Alisha. Naga Saktinya sudah menemukan kembali irisan kiwi yang dua bulan ini tidak ditengok. Rasanya masih sama seperti biasa, tidak longgar seperti yang dibayangkan Rafael selama ini.


Satu hentakan keras membawa keduanya menggapai puncak kenikmatan. Rasa lemas dan lega sama-sama mereka rasakan. Bahkan, keringat yang bercucuran pun seolah menjadi pemandangan yang lama tidak mereka lihat.


Rafael mengecup wajah Alisha sebelum akhirnya penyatuan mereka terlepas.


“Gimana, Mas?” tanya Alisha sambil meraih tisu dan membersihkan jejak-jejak kenikmatan itu.


“Gimana apanya, Al?” Rafael balik bertanya. Pertanyaan Alisha rupanya tidak dipahami betul oleh Rafael.

__ADS_1


“Ya, Mas Rafa puas enggak? Aku ‘kan habis melahirkan,” kata Alisha, menjelaskan. “Enggak enak ya?”


Tiba-tiba rasa percaya diri Alisha menghilang. Hal yang sangat wajar terjadi pada wanita yang baru melahirkan. Tubuh yang tidak se-ideal dulu, dan juga kesibukan mengurus bayi yang merenggut waktu berdandannya. Walau ada pengasuh, tapi menimang bayi jauh lebih membahagiakan.


Rafael mendekati Alisha yang kini menundukkan kepala. Dia memeluk istrinya yang terlihat sangat bersedih. “Sayang, kenapa sedih sih? Aku puas banget kok tadi. Siapa bilang enggak enak?”


“Ya, kamu kelihatan biasa aja, Mas. Biasanya nambah, kenapa sekarang sekali aja udahan?”


Rafael terkekeh mendengar ocehan istrinya itu. Memang biasanya mereka tidak cukup sekali melakukan, tapi Rafael punya alasan khusus kenapa hanya melakukan sekali.


“Kamu beneran, Mas? Bukan karena aku udah enggak enak lagi?” Alisha memanyunkan bibirnya.


Rafael dengan gemas menarik bibir itu, bukan mencium seperti biasanya. “Manyun-manyun gitu pengen dicium, kan?”


“Mas. Jangan gitu dong. Buruan, review, gimana rasanya?” Alisha semakin kesal.

__ADS_1


Rafael malah semakin tertawa. Ucapan aneh istrinya yang meminta untuk memberi penilaian untuk kegiatan ranjang mereka. Sangat aneh bukan?


“Em, rasanya itu, sempit, menggigit, dan semakin enak. Ya emang sih awalnya aku pikir udah longgar secara ‘kan Shaka keluar dari situ, tapi ternyata dugaanku salah. Kamu masih enak banget, Al.”


Jawaban Rafael yang terdengar lengkap membuat Alisha puas dan senyum-senyum karenanya. Pada dasarnya, wanita memang suka dipuji.


“Beneran, Mas? Aku pikir juga gitu tadinya,” kata Alisha malu-malu.


“Kalau gitu, punya anak lagi ya, Al. Mumpung Shaka masih kecil, jadi sekalian aja kita bikin lagi.”


“Ya ampun, Mas. Kamu pikir aku ini pabrik apa gimana?”


...****************...


Pabrik pengolahan, Al. Bahan bakunya dari Mas Rafael 🙄🙄

__ADS_1


__ADS_2