Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Ceraikan Aku ~ Bab 62


__ADS_3

Alisha masih malu-malu saat menggenggam Naga Sakti di tangannya. Demi rasa bersalah yang menelisik hati akibat minum pil tanpa izin Rafael, ia rela melakukan apa yang suaminya itu mau. Memuaskan naga sakti yang kini terbebas dari celana itu.


Debaran di jantung Alisha terasa semakin kera, wajahnya sudah memanas merasakan sesuatu yang aneh saat mencium aroma khas dari bagian tubuh suaminya itu. Pun demikian dengan Rafael yang turut berdebar menanti pengalaman pertamanya itu. Apakah rasanya sama saja?


Dengan malu-malu dan sedikit terpaksa, Alisha mengarahkan benda panjang berurat yang dia sebut gemuk itu ke mulutnya. Rasa penuh mulai terasa saat perlahan kepala benda itu memasuki mulutnya. Rafael memejamkan mata demi menikmati sensasi yang terasa berbeda itu.


Meski sedikit kaku, tetapi Alisha mampu memainkan perannya dengan sangat baik. Terbukti, Rafael sampai berdesah sampai-sampai dia melepas paksa naga sakti dari mulut istrinya. Jakunnya naik turun saat ia menyuruh istrinya untuk mengambil posisi di atasnya.


Rafael mencium bibir Alisha dan menginteruksinya untuk memberi makan naga sakti dengan irisan kiwi yang lezat. Sementara Alisha menuruti kemauannya, Rafael memainkan buah pir yang menggelantung indah di hadapannya. Menikmati kesegaran buah pir saat Naga Saktinya diberi makan irisan kiwi, benar-benar kepuasan yang selalu membuatnya kecanduan.


***


***


Kecupan bertubi-tubi yang diberikan Rafael berhasil membuat Alisha mengerjap pelan. Dia sedikit terkejut saat suaminya sudah tersenyum manis saat dia membuka matanya lebar-lebar. Satu kecupan lagi mendarat, kali ini tepat di bibir manisnya yang membuat Rafael teperdaya.

__ADS_1


"Selamat pagi, istriku." Wajah tampan dengan rahang tegas itu menyapa Alisha yang sama-sama tidak memakai apa pun.


Alisha merasakan sesuatu yang empuk di bawahnya, padahal dia sangat ingat tadi malam dia tertidur di karpet karena kelelahan. Maklum saja, perang hangat semalam terjadi dalam beberapa sesi, hingga akhirnya dia terkapar tidak berdaya. Alisha paham, semalam pasti suaminya yang membawanya ke kasur.


"Selamat pagi, Mas. Kamu kenapa jadi manis banget sekarang?" tanya Alisha yang masih merasa aneh dengan perubahan sikap suaminya.


Kening Rafael berkerut. Dia memang sengaja bersikap seperti itu karena menuruti nasehat asistennya yang malah belum berpengalaman dalam rumah tangga, tapi pengalamannya menaklukan wanita tidak bisa diragukan. Felix juaranya.


"Kamu tidak suka?" Rafael pikir, Felix salah memberinya informasi. Jika menuruti nasehat asistennya itu, seharusnya sikap seperti yang ia tunjukkan bisa membuat Alisha semakin terpikat padanya.


Alisha tersenyum dan mendaratkan kecupan di pipi Rafael. "Suka, tapi lucu saja melihatmu yang arogan dan galak seperti singa, justru bersikap manis layaknya kucing persia," ejek Alisha sambil menahan tawanya.


"Oh, kalau begitu kucing anggora."


Belum sempat Rafael membalas, tiba-tiba ponselnya berdering.

__ADS_1


Rafael mengambil ponselnya dan menyahut, "Aku bukan kucing, aku macan." Dia memperhatikan nama pemanggil yang ternyata Felix.


"Macam Rembah, iya 'kan, Mas?" balas Alisha yang kini mengecilkan suaranya.


Rafael memberinya kode untuk diam karena dia telah menjawab panggilan Felix itu.


"Ya, kenapa? Kamu tidak paham ini masih pagi?" tanya Rafael dengan suara tegasnya yang terdengar galak. Sangat berbeda seratus delapan puluh derajat saat berbicara dengan Alisha.


"Tuan, ada masalah besar dengan pabrik biskuit kita. Para pemegang saham sedang menjadwalkan rapat besar untuk membahas masalah ini."


"Atur jadwalku, pagi ini juga kita akan terbang ke sana!"


Rafael memutus panggilan telepon itu. Dia lalu turun dari ranjang tanpa sehelai benang, memperlihatkan naga saktinya yang bergelantung dengan jelas.


Alisha yang mendengar percakapan suaminya itu ikut cemas. "Ada apa, Mas?"

__ADS_1


"Aku mandi dulu ya, Al. Aku harus pergi, mungkin sehari atau dua hari. Maaf ya."


Kembang kopinya banyakin dong. Aku update 3 bab loh ya. udah banyak itu 😅


__ADS_2