
Mobil yang membawa Rafael telah meninggalkan pelataran rumah. Alisha pun bergegas ke kantor karena masih banyak pekerjaannya. Wanita cantik itu bekerja seperti biasanya.
Alisha harus menghadiri rapat bersama Arjuna, untuk membahas iklan produk sampo terbarunya yang akan memulai tahap produksi masal.
Mereka masih profesional kerja sampai akhirnya, setelah rapat berakhir, Arjuna mendekati Alisha.
"Al, kamu sudah menikah?" tanya Arjuna yang sebenarnya masih sangat berharap pada Alisha. Jujur, dia berharap Alisha dan suaminya bermasalah, atau menikah karena kepentingan bisnis, dengan begitu dia bisa mendapat kesempatan untuk bersama Alisha.
Alisha tersenyum manis, teringat hubungannya yang menghangat akhir-akhir ini, membuat wanita cantik itu mengangguk mantap. "Aku sudah menikah beberapa bulan lalu. Kami baru menikah secara sederhana saja, memang belum mengundang banyak orang. Jadi, tidak banyak yang tahu tentang pernikahan kami."
Arjuna mengangguk dan terpaksa senyum. Meski di hatinya masih belum rela Alisha dengan Rafael, tetapi Arjuna berjanji tidak akan mengganggu dan akan mengawasi Alisha dari jauh.
"Semoga kamu selalu bahagia, Al."
Alisha mengangguk. Tentu saja, kini harapan Alisha telah berubah. Dia mengharapkan pernikahan yang bahagia bersama Rafael.
***
__ADS_1
***
Alisha pulang kerja dijemput oleh sopir. Dia cukup terkejut melihat sebuah mobil mewah terparkir di depan pintu rumahnya. Alisha sangat paham bahwa itu bukan mobil milik suaminya.
Dengan tenang dan tetap berhati-hati, Alisha memasuki rumahnya. Jantungnya berdebar keras saat tiba-tiba melihat orang tua Rafael duduk santai di rumah mewah itu.
Kenapa mereka datang saat Mas Rafa tidak ada di rumah. Apa mereka sengaja menyuruh Mas Rafa pergi agar bisa mengusirku? Baiklah Alisha, hadapi dengan tenang dan buktikan bahwa kamu bukan wanita lemah.
Alisha menghampiri mertuanya yang sepertinya sedang menikmati teh berduaan di rumah putra mereka.
"Selamat sore, Mama, Papa," sapa Alisha.
"Pa, ini wanita yang sudah dinikahi Rafael tanpa persetujuan kita," ucap Syana dengan sinis.
Laki-laki bernama Arya Hartono itu memicingkan mata. Sementara itu, Alisha mendekat hendak memperkenalkan diri.
"Halo, Pa, Ma. Aku Alisha, istrinya Mas Rafa." Alisha mengulurkan tangan untuk berkenalan, berusaha untuk bersikap baik. Namun, sayangnya dia diabaikan.
__ADS_1
"Pergilah dari kehidupan Rafa karena kami tidak pernah merestui pernikahan kalian."
Apa yang papa mertuanya itu katakan sungguh membuat hati Alisha terluka. Bagaimana bisa dia menjauhi suaminya sendiri di saat hubungan mereka baru saja bersemi.
"Tidak akan," jawab Alisha dengan tegas. Dia dengan santai duduk di hadapan kedua mertuanya. Orang paling kaya di negara ini yang kekayaannya tidak sebanding dengan kekayaan keluarga Alisha.
Mendengar menantunya dengan tegas menolak, Arya tersenyum sinis.
"Pergilah dan urusan perusahaanmu dengan benar. Lagipula kalian menikah tanpa cinta. Rafael hanya menikahimu karena tanggung jawab, dia tidak ingin dipenjara makanya dia mau menikah dengamu." Arya memandang Alisha sinis. Menantunya itu memang sangat cantik, tapi bukan itu poin utama menantu idamannya.
"Maaf, Pa. Kami sudah menikah. Terlepas dari apa pun alasan kami menikah, itu tidak penting. Yang terpenting kami bahagia menjalani pernikahan kami," balas Alisha.
Wanita itu tetap terlihat tenang meski dirinya ketakutan luar biasa.
"Kalau begitu, Rafael yang harus keluar dari perusahaan. Dan semua aset yang dibelinya memakai uang perusahaan harus dikembalikan, termasuk saham di perusahaanmu," ancam Arya. Dia memiliki rencana lain mengenai pernikahan Rafael, sehingga dia ingin Rafael dan Alisha berpisah.
"Kalau begitu, katakan pada Mas Rafael saja. Apa pun yang dia putuskan, aku akan menerimanya, karena dia suamiku. Aku juga tidak takut miskin jika memang itu takdir pernikahan kami," balas Alisha tanpa ragu sedikit pun.
__ADS_1
Kembang kopinya banyakin dong. Ngantuk nih ðŸ¤ðŸ¤