
Mama Syana telah tiba di Australia bersama Shaka dan Rafael. Mereka menjenguk anggota keluarga baru Hartono itu yang lahir di salah satu rumah sakit swasta di Australia.
Shaka masih seperti biasa, selalu membawa makanan ke mana pun dia pergi. Tas kecil di punggungnya selalu penuh dengan makanan. Ya, meski begitu, dia sudah tidak mau diurus pengasuh lagi, karena dia sudah merasa dewasa.
Memasuki ruang rawat Anna, Shaka membulatkan matanya lebar-lebar. “Huwow, Baby.”
Bocah itu antusias saat melihat adik bayi yang ada di pangkuan Mommy Anna. Ekspresi takjub Shaka sangat berbeda dengan Satria yang malah cemberut karena ingin adiknya laki-laki.
“Shaka, kamu suka baby? Kamu mau adik aku?” tanya Satria dengan polosnya.
“No, adiknya Shaka udah dua. Enggak mau adik lagi,” jawab Shaka. Meski dia menyukai bayi lucu, tapi memiliki banyak adik akan sangat merepotkan.
Shaka sudah memiliki dua adik, dan dia sering membantu mommy atau pengasuh adiknya saat si kembar butuh popok atau apa pun. Dengan suka rela dia membantu, karena itulah Shaka menganggap dirinya telah dewasa.
“Loh, memangnya kenapa sama adiknya, kok dikasih Shaka?” tanya Rafael ikut bergabung dengan kakak dan keponakannya yang duduk di sofa.
“Aku maunya adik laki-laki seperti Brian atau Sky, bukan perempuan,” jawab Satria dengan kesal.
Dia sudah menunggu selama sembilan bulan untuk kelahiran adiknya, tapi sayangnya yang lahir malah tidak sesuai harapan Satria.
“Nanti minta adik lagi sama Mommy sama Daddy, Shaka aja adiknya dua, masa kamu satu. Jangan mau kalah, Sat!” balas Rafael mengompori keponakannya.
“Eh ngomong apa tadi?” Anna yang medengar ocehan Rafael kini melotot menatap adik iparnya itu.
“Sory, bercanda Ann.”
__ADS_1
“Ya, maaf dong Kak Satria. Daddy pikir adiknya juga cowok, jadi enggak apa-apa ya, masih ada Sky, sma Shaka juga yang jadi adiknya Kak Satria.”
Meski berat hati, Satria mengangguk. Bayi perempuan itu pasti akan sangat merepotkannya. Tidak bisa diajak main bola, pasti hanya menangis saja.
“Kak Sat, sini deh lihat adiknya. Lucu banget, mirip Kak Satria,” kata Anna mencona membesarkan hati putranya.
Sebagai ibu, Anna tidak ingin jika anak-anaknya tidak saling menyayangi, dan akan terus bertengkar hingga dewasa nanti. Karena itulah, dia ingin Satria mendekatkan diri dengan adiknya.
Satria memperhatikan wajah adiknya yang memiliki pipi tembam seperti Shaka.
“Mommy Ann, namanya siapa adik Kak Satria?” tanya Shaka yang kini sudah tidak cadel lagi.
“Em, namanya Alanna Safana. Satria, Alfaro, Anna, jadi Safana. Cantik 'kan, Kak Shaka?”
Satria mulai menyentuh gemas pipi sang adik. Melihat mata adiknya terbuka, bocah itu terkejut.
“Cantik baby, aku mau cium. Mau cium. Mommy Ann, boleh cium?”
“Shaka, adiknya masih tidur itu jangan diganggu,” kata Mama Syana.
“Matanya udah buka, Oma,” sahut Satria.
Mama Syana pun menghela napas berat. Kedua cucunta itu akhirnya diperbolehkan mencium bayi Alanna yang kemudian menangis kencang karena ciuman kedua kakaknya.
*
__ADS_1
*
*
Tahun demi tahun berlalu dengan begitu cepat. Shaka kini sudah beranjak dewasa. Dia sudah mulai bergabung dengan perusahaan.
“Dad, ganti mobil aku dong, aku 'kan udah kuliah sekarang,” kata Shaka saat bergabung di meja makan untuk sarapan.
“Mobil kamu 'kan masih bagus, Ka. Tahun ini beli mobil buat Sky sama Clou,” sahut Alisha.
“Tuh, ibu negara sudah memberi keputusan, daddy enggak bisa beli tanpa izin mommy, Shaka,” balas Rafael.
“Ye, akhirnya kita akan punya mobil masing-masing 'kan, Mom?” tanya Cloudia antusias.
“Aku minta motor aja deh, Mom.” Sky juga antusias. Sky dan Clou sebentar lagi berusia tujuh belas tahun, karena itulah mereka sudah meminta hadiah masing-masing.
“Motor itu enggak keren, Sky. Minta mobil dong, biar bisa anu sama cewek,” sahut Shaka sambil menoyor kepala adiknya.
“Anu apa?” Alisha langsung melotot dengan tangan berkacak pinggang. Ibu tiga anak itu mulai memasang wajah garang yang paling ditakuti di rumah ini.
“Anu itu, Mom. Em aduh apa ya.” Shaka menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Semenjak cintanya ditolak oleh Bianca, laki-laki itu mendadak jadi playboy dan sering bergonta-ganti pacar hingga membuat Alisha dan Rafael pusing menghadapi kelakuannya.
***
__ADS_1
Kalau cerita Shaka sama Bianca aku gabung di sini gimana? males aja gitu mulai dari awal wkkkk