Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Cintai Aku ~ Bab 11


__ADS_3

Rafael dan Alisha sudah mendarat dengan selamat. Karena khawatir dengan keadaan Rafael yang semakin parah, Felix yang menjemput mereka ke bandara pun langsung membawa Rafael ke rumah sakit. Suami Alisha itu merasakan tidak nyaman di perutnya dan masih merasakan mual.


Sampai di rumah sakit, Rafael akhirnya mendapat penanganan medis. Dokter masih memeriksa dan menunggu hasil tes untuk mengetahui penyakit Rafael yang lebih akurat.


Sambil menunggu hasil tes suaminya, Alisha memutuskan untuk menemui dokter kandungan untuk konsultasi. Setelah menjalani serangkaian tes dan pemeriksaan, dokter pun menyatakan bahwa Alisha sedang hamil muda.


Rafael yang tadinya lemas, seketika langsung berdiri dan memeluk Alisha yang masih berbaring di ranjang pemeriksaan. “Akhirnya, kita berhasil, Al.”


Rafael terlalu ekspresif saat mengungkapkan perasaannya, sehingga membuat dokter kandungan yang sedang memeriksa Alisha itu sampai terheran. Baru kali ini, dia melihat wajah bahagia Rafael, karena laki-laki yang terkenal arogan itu selalu datang dengan ekspresi datar bahkan lebih sering marah-marah.


“Made in luar negeri benaran, Mas.” Alisha balas memeluk Rafael.


Rasa bahagia itu memang patut diungkapkan dengan ekspresi yang semestinya. Kehamilan Alisha menjadi hal yang sangat dinantikan oleh mereka.


“Iya dong, Sayang. Nanti mau melahirkan di mana aku akan siapkan semuanya, biar dia lahir di luar negeri juga,” kata Rafael semakin antusias.

__ADS_1


Alisha hanya membalas dengan usapan lembut di pipi Rafael. Wanita cantik itu masih sedikit trauma dengan kegugurannya beberapa waktu lalu.


“Dok, tapi kehamilan kali ini baik-baik saja, ‘kan?” tanya Alisha cemas.


Sebagai ibu yang punya riwayat janin tidak berkembang, Alisha sedikit cemas dengan kehamilannya kali ini.


“Kita berdoa saja ya, Nyonya. Dari pemeriksaan USG janinnya terbilang bagus kok, sesuai dengan usianya. Nanti kita periksa bulan depan lagi ya. Saya akan resepkan vitamin dan kalau ada keluhan apa saja jangan ragu menghubungi saya.”


Setelah mendapatkan penjelasan dari dokter, Alisha dan Rafael merasa cukup lega. Setidaknya kehamilan Alisha kali ini lebih sehat dari kehamilan sebelumnya.


***


***


“Al, kenapa kamu yang hamil, tapi aku yang mual ya?” tanya Rafael. Tangannya sibuk mengusap perut Alisha yang masih sangat datar.

__ADS_1


“Ya, mungkin kebetulan saja, Mas. Lagian ini ‘kan masih hamil muda, mungkin belum mual sama ngidam-ngidamnya juga, Mas. Aku tidak sabar ingin merasakan ngidam.”


Alisha cekikikan membayangkan suaminya yang akan kerepotan jika dia di fase mengidam nantinya.


“Apa saja pasti aku belikan, Al. Asal jangan nyuruh yang aneh-aneh saja,” balas Rafael. Laki-laki itu membayangkan jika istrinya akan mengerjainya habis-habisan mengingat ini adalah momen yang sudah dinanti-nanti sejak lama.


“Ya tergantung nanti, Mas.” Alisha cengar-cengir.


“Maaf ya Tuan, Saudara saya ada loh pas hamil suaminya yang muntah-muntah, suaminya juga yang ngidam. Sampai lahir pun istrinya tidak mengalami sama sekali,” sahut Felix yang tidak bisa tahan untuk tidak ikut nimbrung pembicaraan kedua atasannya itu.


“Masa’ sih? Memang ada yang kayak begitu,” balas Rafael.


“Ada Tuan, pas anaknya lahir, mirip sekali sama suaminya itu. Istrinya tidak kebagian sama sekali.”


“Serius?” Rafael sampai bangun dari tubuh Alisha. “Tapi aku maunya anakku mirip Alisha saja. Kalau mirip aku, nanti ada yang mengalahkan ketampananku, kayak Bara, anaknya lebih ganteng dari bapaknya.”

__ADS_1


Kembang kopinya dong 🥰🥰🥰


__ADS_2