Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Cintai Aku ~ Bab 8


__ADS_3

Anna sudah berhasil mendapatkan tanda tangan ayahnya. Kini, dia telah menjadi pemilik perusahaan secara resmi. Demikian juga dengan beberapa aset milik orang tuanya yang kini menjadi milik Anna sepenuhnya.


Mendengar hal itu, Catherine yang masih berlibur, mendadak pulang dan menemui daddy Anna. Wanita itu tidak terima karena Anna mendapatkan seluruh harta orang tuanya padahal rencana Catherine adalah membuat orang tua Anna bercerai setelah Anna menikah dan sibuk mengurus suaminya.


“Kenapa Daddy menyerahkan semuanya pada Anna? Bukankah Daddy akan menceraikan istri daddy dan menikahiku?” tanya Catherine yang masih bekerja sebagai sekretaris pribadi ayah Anna.


“Tenang Baby, kita bisa mendapatkan yang lebih banyak setelah Anna mendapatkan separuh kekayaan suaminya. Anna tidak mencintai Alfaro dan pasti dia akan menceraikan laki-laki itu setelah mendapatkan hartanya. Hanya dengan bersabar satu sampai dua tahun saja, kita akan mendapat keuntungan yang lebih besar,” jawab daddy Anna dengan sangat yakin.


Laki-laki itu bahkan tidak tahu jika di ruangannya telah terpasang kamera pengintai yang siap merekam pengkhianatannya.


“Setelah Anna mendapat hartanya dan bercerai, bagaimana kita bisa merebutnya kembali dari Anna? Dia itu putrimu, sedangkan aku hanya selingkuhan yang tidak ada artinya.”

__ADS_1


Catherine mulai mengeluarkan jurus andalannya yaitu merajuk hingga ayah Anna pun tidak kuasa melihat wajah cemberutnya itu.


“Ayolah Catherine Sayang, kita hanya perlu mencarikan suami untuk Anna, dan setelah itu kita bisa membuat Anna menyerahkan kembali harta itu. Sekarang, tugas kamu adalah membuat Alfaro dan Anna tidak saling mencintai. Jangan sampai Anna termakan omongan suaminya itu,” kata daddy Anna.


Sebelum Catherine kembali melanjutkan aksi protesnya, Anna tiba-tiba mengetuk pintu dan meminta izin untuk masuk. Seketika itu, Catherine menjaga sikapnya dan bersikap profesional.


“Oh, kebetulan ada Catherine juga di sini. Dad, karena Daddy sudah tidak menjadi CEO lagi, apakah kita juga harus memberi pesangon pada Catherine?” tanya Anna tanpa basa-basi.


Anna duduk di depan ayahnya, sedangkan Catherine tetap berdiri di posisinya. Sebenarnya, Anna ingin sekali menjaambak dan menaampar wajah Catherine yang selalu bisa santai dan berpura-pura baik.


“Catherine, jadi begini. Daddy sudah menyerahkan perusahaan ini sama aku, istilahnya pensiun dini. Sedangkan aku sudah punya sekretaris pribadi, si Jennie. Aku rasa kamu sudah harus cari pekerjaan lain,” kata Anna berpura-pura sedih.

__ADS_1


“Tapi, Ann. Apa aku tidak bisa mendapatkan kesempatan lain? Menjadi staf biasa mungkin?”


Catherine merasa tidak rela jika harus dipecat, sedangkan impiannya sama sekali belum terwujud.


“Catherine, aku turut menyesal karena saat ini posisi yang pas untuk kamu tidak ada lagi. Aku akan mengirimkan uang pesangon untuk kamu,” kata Anna tanpa memandang wajah mantan sahabatnya itu.


Catherine memberi kode pada daddy Anna agar membantunya tetap bertahan di perusahaan.


“Anna, Catherine sudah membantu kita dengan banyak hal, dia bahkan lebih layak menjadi sekretarismu daripada Jennie, dia lebih mengerti soal klien kita dan semua kerja sama yang sedang berjalan, Sayang.” Daddy Anna berusaha membujuk Anna supaya tetap memperkerjakan Catherine di kantor.


“Hem, begitu rupanya. Karena itu juga Daddy membayarnya sangat mahal? Dengan banyak bonus dan juga hadiah-hadiah?” tanya Anna yang kini membuka berkas-berkas laporan keuangan milik Catherine.

__ADS_1


Kembang kopinya, jangan lupa ya 💋💋


__ADS_2