Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Ceraikan Aku ~ Bab 41


__ADS_3

Kening Alisha seketika berkerut. Laki-laki di sampingnya itu bisa-bisanya menuntut tanggung jawab. Padahal, jika dipikir-pikir Rafael tidak mengalami kerugian sama sekali. Justru di sini yang menjadi korban adalah Alisha.


"Kamu minta tanggung jawab aku? Mau aku apain?" tanya Alisha dengan kesal. Matanya yang setengah bulat itu melotot, menunjukkan bahwa dia tidak bercanda.


"Ya, misalnya kasih makan irisan kiwi kamu yang menggigit itu," jawab Rafael sambil memainkan alisnya naik turun.


"Dasar nggak waras kamu, Mas. Ternyata kamu nggak cuma temperamental, tapi juga sakit jiwa." Alisha menarik selimut sampai menutup pundaknya dan mulai memejamkan mata.


"Iya, sakit jiwa karena kamu, Al." Rafael merapatkan tubuhnya dan memeluk Alisha.


Alisha berontak, ingin mengusir suaminya yang dengan paksa memeluknya dari belakang, tapi tubuh kekar itu tidak bisa lepas darinya.


"Udah tidur yok! Aku tahu kalau irisan buah kiwinya masih sakit. Besok aku lihat lagi," kata Rafael sambil memejamkan mata.


"Dasar mesum kamu, Mas."

__ADS_1


"Karena perjakaku sudah hilang jadinya begini."


"Mas, kamu ngomongin perjaka terus, kamu nggak nyadar kalau perawan aku hilang gara-gara naga sakti kamu yang nggak tau diri itu?"


"Oh iya. Ya udah biar kamu nggak merasa kehiangan, nanti aku ganti sama bayi lucu di dalam sini." Rafael meraba perut Alisha di balik baju tidurnya.


Sementara itu, Alisha jadi kepikiran dengan apa yang Rafael katakan. Jangan-jangan Rafael memang sengaja membuatnya hamil supaya dia bisa menjadi Nyonya Rafael selamanya.


***


***


Laki-laki itu menyadari Naga Sakti miliknya terbangun dan menuntut untuk mencicipi irisan buah kiwi. Namun, saat melihat istrinya yang tertidur lelap, Rafael malah tidak tega membangunkannya sehingga dia memilih untuk menuntaskannya ke kamar mandi.


Beberapa saat berlalu, Alisha terbangun saat mencium aroma segar yang menguar hingga indra penciumannya. Otaknya yang mulai terbangun membuat Alisha memaksa untuk membuka mata. Siapa yang mandi di kamarnya? Bukankah aroma ini terlalu berlebihan?

__ADS_1


"Mas, kamu pakai sampo aku?" tanya Alisha setelah membuka mata dan melihat suaminya tengah asyik menggosok rambutnya dengan handuk.


"Iya, ternyata harum sekali. Dari mana kamu mendapatkan itu?" Rafael menghampiri istrinya dengan hanya memakai celana pendek di atas lutut tanpa baju yang membuat tubuh atasnya terekspose.


"Itu produk perusahaan yang gagal," jawab Alisha.


"Kok bisa? Kenapa?"


"Ya, saat itu peneliti yang melakukan riset dan uji coba tiba-tiba mengundurkan diri dan kepala tim mereka kabur ke luar negeri. Karena Ayah tidak mau mengambil resiko, akhirnya sampo itu gagal diproduksi," jelas Alisha.


Wanita yang sudah tidak gadis lagi itu menggerakkan kakinya pelan turun dari ranjang dan meraih tongkatnya. Dia ingin ke kamar mandi sekarang, tapi rasa nyeri di bagian irisan kiwinya membuat Alisha mengernyit sakit.


"Jangan memaksa jalan sendiri kalau belum kuat. Masih ada aku yang akan menggendongmu kemana pun, Alisha." Rafael mendekat dan bersiap mengangkat tubuh istrinya.


Namun, Alisha yang tadinya ingin protes. Malah gagal fokus karena tiba-tiba Rafael mencium bibirnya. Tanpa aba-aba sebelumnya, Rafael membawa Alisha ke kamar mandi tanpa melepaskan ciuman mereka.

__ADS_1


"Itu namanya morning kiss. Aku akan membuat sampo ini dipasarkan dengan racikan yang sama jika kamu memberiku morning kiss setiap hari."


__ADS_2