
Alfaro datang bersama kedua orang tuanya untuk menemui kedua orang tua Anna dan membicarakan pernikahan. Ayah Anna yang tadinya menolak untuk menjalin kembali hubungan keluarga dengan Arya dan Syana, kini terpaksa menerima mereka sebagai besan.
Ancaman yang diberikan Alfaro tampaknya sangat berpengaruh pada restu laki-laki yang telah merusak rumah tangganya sendiri itu. Buktinya, ayah kandung Anna itu menurut saja saat Anna dan Alfaro mengusulkan untuk menikah dalam waktu tiga minggu. Itu adalah waktu yang sangat singkat untuk menyiapkan sebuah pernikahan.
"Semoga Anna bisa hidup bahagia bersama Alfaro," kata ayah Anna dengan senyum lebar yang terus tersungging di bibirnya.
"Alfaro kami pasti memperlakukan Anna sebagai ratu di hidupnya," balas Arya yang turut bahagia meski dia mencurigai besan dan putranya itu.
Setelah pertemuan yang sekaligus menjadi acara lamaran itu, Anna dan Alfaro akhirnya resmi bertunangan. Mereka akan mengadakan pernikahan dan resepsi di negara tempat tinggal orang tua Anna saat ini. Sementara itu, orang tua Alfaro tidak mengadakan pesta karena waktunya yang sangat mepet dengan resepsi pernikahan Rafael dan Alisha.
***
***
Di tempat lain, Alisha yang sudah sibuk dengan perusahaannya, harus menyempatkan waktunya untuk mencoba gaun pengantin yang sudah dipesan oleh mertuanya.
Alisha memang mempercayakan semua urusan pernikahan pada Syana, termasuk gaun pengantin. Namun, karena Syana masih pergi ke luar negeri untuk menemui orang tua Anna, Alisha terpaksa datang ke butik bersama Ria.
Rafael juga dihubungi untuk mencoba pakaiannya, tapi dia sama sekali tidak diberi tahu jika Alisha juga akan datang karena mereka sama-sama sibuk.
__ADS_1
Alisha sudah selesai mencoba gaunnya. Dia melihat kedatangan Rafael dan langsung berdiri di depan pintu untuk menyambut suaminya.
"Selamat datang," sambut Alisha yang masih memakai gaun pengantin.
Rafael tentu terkejut dengan sambutan istrinya yang terlihat sangat cantik dengan gaun pengantinnya.
"Hai, Al. Kamu di sini juga?" tanya Rafael yang masih sedikit kaget sekaligus bahagia karena ada Alisha di sana.
"Iya dong, gaun aku 'kan udah jadi, Mas. Gimana cantik nggak?" Alisha berputar-putar menunjukkan lekukan tubuhnya yang indah pada sang suami.
"Apa pun yang kamu pakai pasti cantik, Al," balas Rafael. "Lihat kamu kayak gini aja si naga udah mulai bangun. Gimana nanti kalau kita beneran resepsi ya," bisik Rafael sambil memeluk Alisha.
"Felix, kosongkan jadwal setelah ini!" perintah Rafael sebelum mengikuti pegawai butik menuju tempat mencoba baju.
"Tuan, jadwal Anda memang kosong setelah ini," jawab Felix.
Asisten Rafael itu berjalan mengikuti bosnya. Saat melewati Ria, tangan Felix sempat menggenggam sebentar tangan kekasihnya itu. Sementara Alisha yang paham tujuan suaminya, hanya bisa mendengus kesal. Bukankah ini masih terlalu sore!
"Bu, apa kita juga harus mengosongkan jadwal?" tanya Ria yang juga mendengar perintah Rafael.
__ADS_1
"Tidak usah," sahut Alisha dengan cepat. "Biar saja mereka mengosongkan jadwal. Kita masih banyak pekerjaan, Ria."
Alisha mengganti kembali gaun pengantinnya dengan pakaian kerja. Saat suaminya masih mencoba pakaiannya, dia meninggalkan Rafael dengan sebuah pesan tertulis yang Alisha titipkan pada pegawai butik. Setelahnya, dia meninggalkan butik tanpa memberi tahu langsung pada Rafael.
***
Rafael mendatangi kantor Alisha setelah selesai dengan urusan butik.
Melihat suaminya datang, Alisha jadi berdebar. Rasanya, ada yang tidak beres dengan kedatangan sang suami yang hanya memakai kemeja tanpa jas.
Setelah menutup dan mengunci pintu ruangan Alisha, Rafael langsung mengendurkan dasinya.
"Mas, kok ke sini? Aku masih, em masih banyak ...."
"Kamu mau coba main di kantor, Sayang?"
***
Mas Rafa kenapa kau encum cekalee ðŸ¤ðŸ¤
__ADS_1