Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Ceraikan Aku ~ Bab 94


__ADS_3

Esok adalah libur akhir pekan. Rafael sudah menyiapkan sebuah kejutan untuk Alisha. Dia membawa istri tercintanya itu untuk berlibur ke sebuah tempat yang belum ia beritahu. 


“Kita mau liburan ke mana sih, Mas?” tanya Alisha saat harus sibuk menyiapkan baju, tapi sama sekali belum terbayang liburan di mana yang suaminya maksud. 


Rafael hanya tiduran telungkup di tepi ranjang. Dia malah tertawa memperhatikan wajah Alisha yang bingung saat memilih baju. 


“Kalau di gunung, pakai kayak begini pasti kedinginan. Kalau pakai yang merah ini ternyata liburan di pantai malah kegerahan. Sebenarnya mau ke mana sih?” 


Alisha terus mengoceh dan sibuk dengan bayangannya sendiri. Sementara suaminya sibuk menikmati wajah istrinya yang bingung. 


“Mas. Jangan diam saja dong, kita mau ke mana?” Alisha mendekat dan mencubit lengan kekar suaminya. 


“Eh, mulai berani pakai kekerasan ya, sekarang.” Rafael menarik tangan Alisha dan mereka berguling di kasur. “Berani ya menyakiti fisik suami.” 


Rafael semakin erat memeluk tubuh ramping Alisha dengan kedua kaki dan tangannya, bagaikan ular naga yang tengah membelit mangsa. 


“Mas, aku tidak bisa bernapas,” protes Alisha. 


Rafael melepaskan pelukannya dan langsung membuka kaus Alisha. 


“Aku masih belum bisa, Mas.” Alisha menahan tangan Rafael yang berusaha melepaskan pengait di belakang punggungnya. 


“Kiwinya memang belum bisa dimakan, tapi buah pir segarnya tetap bisa dinikmati, ‘kan?” 


Senyum menyeringai terbit di bibir Rafael setelah berhasil melepaskan kaus sekaligus pengait itu dari tubuh Alisha. 


*** 

__ADS_1


*** 


Beberapa tas dan koper milik Alisha, Rafael, Felix dan Ria sudah masuk ke mobil. Sampai pagi begini, Alisha masih belum mengerti ke mana tujuan mereka pergi. 


“Ria sama Asisten Felix ikut juga, Mas.” 


Alisha terlihat antusias saat melihat Felix dan Ria yang sedang menata tas di mobil. 


“Ya, sekarang kita berempat. Lain kali kita akan honeymoon berdua saja,” sahut Rafael. 


“Tuan. Mobilnya sudah siap.” 


“Oke, kita berangkat.” 


Ria menemani Felix yang bertugas mengemudi. Sedangkan kedua bos mereka ada di belakang sambil menikmati perjalanan. 


“Kalian berdua musuhan apa bagaimana sih?” tanya Alisha yang sedang menyandarkan kepalanya di lengan sang suami. 


Ria dan Felix saling pandang. Mereka sudah sepakat untuk menyembunyikan hubungan di depan Alisha dan Rafael. 


“Tidak, Nyonya. Kami baik-baik saja, kok,” jawab Felix sembari melirik ke kaca spion. 


“Kami sedang tidak ada pembahasan saja, Bu,” sahut Ria yang jadi salah tingkah. 


“Kalian jangan terlalu formal begitulah, kita ‘kan mau liburan,” protes Alisha dengan senyum yang sedang menggoda Ria. 


“Jangan ganggu mereka, Al. Mereka itu lagi menyembunyikan sesuatu dari kita,” sahut Rafael. 

__ADS_1


Felix gelagapan dan menatap wajah bosnya melalui kaca spion. “Ti-tidak ada, Bos. Kami tidak menyembunyikan apa-apa kok.” 


“Apa kalian pacaran? Waktu itu, kamu panggil ‘Beb’ ke Asisten Felix,” desak Alisha. 


“Ya, itu benar, Al. Mereka pacaran satu hari sebelum kamu keguguran.” Rafael yang menjawab. 


“Kok bisa? Kenapa kalian sembunyi-sembunyi?” 


Ria dan Felix sudah ketahuan. Mereka tidak bisa lagi menyembunyikan hubungan mereka. 


“Sebenarnya, kita mau kasih tahu, tapi waktunya kurang tepat saja Tuan.” Felix merasa bersalah pada Rafael dan Alisha. 


“Kenapa tidak tepat. Itu ‘kan urusan pribadi kalian. Selama tidak merugikan perusahaan kalian juga berhak hidup bahagia,” kata Rafael. 


“Setuju.” Alisha kembali menyandarkan kepalanya di pundak sang suami. 


*** 


*** 


Setelah menempuh perjalanan yang cukup menyita waktu, mereka akhirnya sampai juga di sebuah tempat yang disiapkan Rafael untuk Alisha. 


“Mas, kita akan menginap di sini?” 


“Iya, Al. Bagaimana? Kamu suka?” 


“Suka banget, Mas.” 

__ADS_1


Kira-kira mereka liburan ke mana. Tebak dong 💋💋


__ADS_2