
Perjuangan panjang yang harus ditempuh Rafael untuk membobol gawang untuk mendapatkan kegadisan Alisha akhirnya membuahkan hasil. Naga Sakti miliknya terasa ngilu karena irisan buah kiwi itu menjepit dengan kuat. Apalagi punggungnya juga terasa perih karena cakaran tajam kuku Alisha.
Alisha sendiri merasakan perih yang luar biasa, sampai-sampai air matanya jatuh tanpa bisa tertahan. Sesuatu yang menjadi mahkota kebanggaannya telah direnggut oleh suaminya sendiri.
Rafael kesulitan bergerak karena irisan buah kiwi itu menjepit kuat. Dia pun mengalihkan pandangannya dari tubuh bawah dan kini menatap istrinya yang tersedu.
"Hei, jangan menangis. Aku ini suamimu Alisha. Aku bukan orang asing dan kamu sendiri yang mengizinkanku melakukannya," kata Rafael sembari menghapus air mata Alisha.
"Sakit, perih. Aku nggak mau lagi. Lepasin, Mas!" kata Alisha masih tersedu.
"Nggak bisa, Al. Ini udah terlambat. Kita harus menyelesaikannya." Rafael mencium bibir Alisha yang manis. Dia benar-benar sudah kecanduan oleh sensasi yang ditimbulkan dari bibir itu.
Bibirnya terus menjamah tanpa henti sampai akhirnya dia kembali menikmati kesegaran buah pir yang menggoda. Rafael mulai bisa bergerak saat irisan buah kiwi itu mengeluarkan air sari yang membantunya bergerak bebas.
__ADS_1
Ini sangat luar biasa. Alisha benar-benar nikmat dan membuat Naga Saktiku bahagia. Aku janji tidak akan melepaskan istriku selamanya.
Rafael terus bergerak menikmati suguhannya. Hingga dia merasakan Alisha semakin menjepit dengan kuat dan tiba-tiba dia merasakan sesuatu yang keluar membasahi percintaan mereka. Tepat pada saat itu, Alisha merasakan lemas luar biasa.
"Kamu nggak apa-apa, Al?" tanya Rafael panik. Dia tahu istrinya itu mengalami pelepasan, tapi dia tidak menyangka jika reaksinya akan sehebat itu sampai-sampai membuatnya lemas tidak berdaya.
Mau berhenti tapi nikmat, mau terus tapi kasihan Alisha. Akhirnya Rafael hanya bisa mengajak istrinya itu bicara supaya tidak pingsan. Dia terus bergerak cepat memompa irisan buah kiwi itu dengan Naga Saktinya.
Beberapa saat setelah itu, Alisha kembali mengalami hal yang serupa, bahkan kini sampai menjeritkan nama suaminya. Kali ini, Rafael semakin bersemangat, dia mulai merasakan naga sakti miliknya berkedut dan akhirnya menyemburkan lahar panas yang memenuhi rahim Alisha.
"Terima kasih, ini sangat luar biasa. Lain kali kalau kamu sudah sembuh, kita harus mencoba gaya lainnya," bisik Rafael lalu menghisap leher Alisha.
Kata 'lain kali' yang diucapkan oleh Rafael itu terngiang jelas di telinga Alisha. Apakah setelah ini akan ada lain kali? Bahkan rasanya ini sangat menyakitkan baginya.
__ADS_1
Rafael menciumi seluruh wajah Alisha lalu tersenyum sambil melepaskan Naga Saktinya.
"Aku akan membantumu memakai baju," kata Rafael yang terlihat sangat bahagia. Dia memakai selurih pakaiannya, lalu membantu Alisha memakai pakaiannya.
"Kamu sudah senang 'kan, Mas?" tanya Alisha saat suaminya sibuk membantunya memakai baju.
"Ya, senang sekali, tapi kamu harus banyak belajar lagi untuk lebih menyenangkanku," jawab Rafael yang tak hentinya mengumbar raut bahagia.
Alisha menatapnya dengan ekspresi datar. Baginya, dia tidak lebih baik dari pemu.as na.psu suaminya. Yang jika dia ingin selamat, maka dia harus menurut seperti an jing peliharaan.
"Al, kalau aku tidur di sini sampai kamu sembuh. Setelah kamu sembuh, kita bisa pindah ke kamarku. Menurutmu bagaimana?" tanya Rafael.
Alisha masih memandangnya dengan sinis. Laki-laki itu bahkan belum memberikan penjelasan soal Melinda.
__ADS_1
Aku up 4bab, masih kurang??? kembang kopinya banyakin dong 💋