Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Cintai Aku ~ Bab 42


__ADS_3

Rafael dan Alisha kini berada di rumah Mama Syana untuk mengunjungi Satria. Sejak pulang dari rumah Alisha beberapa waktu lalu, Alisha dan Satria memang sangat jarang bertemu demi terjalinnya kedekatan antara Anna dan bayinya.


Sambil menggendong Shaka sendiri, Alisha memasuki rumah mertuanya bersama sang suami. Suara Mama Syana menyambut kedatangan Alisha dan Rafael bersama Shaka.


“Aduh anak ganteng sudah datang,” kata Mama Syana yang kini mengambil alih Shaka dari gendongan. Seminggu tidak mengunjungi Shaka di rumah Rafael, membuat nenek itu begitu merindukan cucunya.


“Kak Anna mana, Ma?” tanya Alisha sambil celingukan mencari wanita yang sudah dia anggap sebagai kakak kandung sendiri.


“Lagi sama Al di kamar. Kalau Satria sudah sama pengasuhnya, ‘kan giliran Anna ngasuh suaminya,” jawab Mama Syana sambil berjalan menuju ruang keluarga.


Alisha melirik suaminya yang berjalan di sampingnya. Anna dan Alfaro yang kehilangan memorinya saja sudah mulai berproduksi lagi, kenapa mereka yang normal-normal saja malah masih menundanya.


“Al, kita kalah start,” bisik Rafael.


Pengasuh Shaka yang mendengar perbincangan mereka malah salah tingkah dan akhirnya memilih untuk berjalan lebih dulu menyusul Shaka dan Mama Syana.


“Mas, malu-maluin deh,” omel Alisha dengan nada berbisik juga.


Rafael menarik lengan Alisha dan membawanya ke tembok. Posisinya ada di belakang tanaman besar yang sengaja Mama Syana letakkan di dalam rumah.


“Kenapa lagi, Mas?” tanya Alisha sembari menahan tawa. Dia tahu suaminya paling tidak suka jika dikalahkan, apalagi masalah tempat tidur yang biasa dia pamerkan pada kakaknya dulu. Kini, dia malah kalah dari Alfaro dan Anna.

__ADS_1


“Kamu benaran sudah siap, Al? Enggak sakit ‘kan? Nanti malam ya, janji!”


“Ya ampun, Mas. Iya tapi pelan-pelan,” jawab Alisha.


“Apanya yang pelan-pelan?” sahut Anna yang sudah bisa berjalan dengan tongkat. Ada Alfaro juga di belakang Anna.


Alisha sedikit mendorong tubuh suaminya agar menjauh darinya.


“Oh, biasa. Perjanjian suami istri,” jawab Rafael sambil mengedipkan mata.


Anna mengingat kejadian memalukan saat dulu mengintip kegilaan Alisha dan Rafael. Pasti mereka sedang membahas hal-hal berbau ranjang jika melihat gelagat Rafael itu.


***


***


Saat ini, Alisha dan Rafael sudah pulang dari rumah Mama Syana. Shaka juga sudah tidur bersama pengasuhnya, karena Rafael tidak mau malam indahnya terganggu.


Alisha keluar dari kamar mandi dengan gaun tidurnya yang berwarna putih. Rambut hitamnya dibiarkan tergerai dan bersiap untuk berbuka puasa.


Rafael menelan ludah sambil memperhatikan istrinya yang berjalan semakin dekat. Naga saktinya yang sudah lama tidak makan enak, dengan tidak tahu malunya langsung berdiri dengan tegak.

__ADS_1


“Al, dia sudah enggak sabar,” kata Rafael sembari menggerakkan naga saktinya yang masih tertutup celana kain.


“Hem, udah kelaparan ya, Mas?” goda Alisha yang malah tertarik dengan dada bidang suaminya. Dikecupnya dengan mesra dada hingga leher itu. Ia sengaja menggoda suaminya supaya lebih semangat untuk malam spesial ini.


“Al, kamu gemesin banget kalau kayak gini,” kata Rafael yang tangannya mulai bergerak di balik punggung sang istri. Laki-laki tampan itu mulai mencium lembut bibir Alisha hingga membuat wanita itu memasrahkan semuanya pada sang suami.


“Mas, pelan-pelan ya, aku takut,” kata Alisha saat Rafael membalikkan tubuhnya. Dia berada di bawah kungkungan Rafael sekarang.


“Tenang, Sayang. Kayak perawan aja kamu, Al.” Rafael kembali mencium Alisha.


Dengan lihai, tangan Rafael mulai membuka satu per satu pakaian Alisha, dan Alisha membantu Rafael membuka pakaian sang suami.


“Al, aku kangen banget sama ini.” Tangan Rafael bergerak pelan menyentuh irisan kiwi segar yang sudah dua bulan ini menganggur. Rasa rindunya semakin membuncah kala Alisha membusungkan dada hingga membuat buah pir menggoda itu terpampang semakin dekat dengan wajah Rafael.


“Mas, aku kangen,” kata Alisha yang seolah tidak dapat menahan gejolak nikmat karena ulah tangan nakal suaminya.


“Iya, Sayang. Bentar lagi aku masukin,” balas Rafael yang masih menikmati ekspresi Alisha yang sedang kenikmatan.


**


Kembang kopinya ramein.. mau dilanjutin apa skip aja wkkkk

__ADS_1


__ADS_2