Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Cintai Aku ~ Bab 4


__ADS_3

Anna sudah sangat yakin dan siap mendengar apa pun kebenaran yang akan Alfaro katakan. Dia sendiri sangat tahu bagaimana ayahnya tidak ingin menjalin hubungan kembali dengan keluarga Hartono. Apa yang dilakukan oleh Rafael itu sudah menjatuhkan harga dirinya, karena itulah sangat aneh saat Alfaro tiba-tiba memperoleh restu dari ayah Anna.


"Cepat atau lambat, aku juga akan tahu 'kan, Kak? Jadi, jika aku tahu kebenerannya sekarang, itu akan lebih baik daripada terlambat mengetahuinya," ucap Anna yang berusaha berlapang dada.


Alfaro menundukkan kepala, mungkin ini saat yang tepat untuk mengungkap fakta tentang mertuanya itu. Serapat apa pun memutup bangkai, pasti akan tercium juga busuknya.


Tiba-tiba, ponsel Alfaro berbunyi. Sebuah pesan dari Rafael membuat Alfaro membuka pesan dengan cepat.


Kebetulan sekali, adik Alfaro itu memberikan sebuah video yang menampilkan mertuanya bersama seorang wanita.


"Rafael punya bukti seperti ini, waktu dia tahu kamuà dijodohkan dengan pria Dubai, dia memberiku bukti-bukti tentang ayahmu. Dan sepertinya, ini bukti terbaru." Alfaro menunjukkan video itu pada istrinya.


Dengan sangat yakin, Anna mengambil ponsel itu dan melihat video singkat yang memperlihatkan sang ayah dengan seorang wanita.


"Ini, Catherine deh. Temen kuliah aku, yang jadi sekretaris pribadi daddy aku, Kak."

__ADS_1


"Ya, itu sugar babby daddy kamu, Ann. Kalau kamu tahu biaya bulanan dia, kamu akan semakin syok, Anna." Rafael mengambil alih ponselnya , lalu mencari kiriman email dari Rafael.


Anna benar-benar syok mengrtahui fakta yang Afaro tunjukkan. Teman yang dia percaya bahkan Anna yang memberikan pekerjaan itu pada wanita yang tidak tahu diri.


"Aku sudah janji sama daddy kamu, tapi rasanya itu malah tidak adil buat kamu Ann."


Anna menangis kecewa dengan kelakuan sang ayah yang selama ini dia percaya.


"Kita harus kasih tahu Mommy, Kak. Mommy juga berhak tahu," kata Anna sambil terus menangis.


Alfaro terus menenangkan istrinya. Benar kata Anna, ibu mertuanya juga berhak tahu tentang hal ini.


Anna dan Alfaro mendatangi rumah yang menjadi tempat tinggal orang tua Anna. Wanita cantik itu seketika memeluk ibunya dan menangis dalam pelukan sang ibu.


"Hei, ada apa? Bukankah seharusnya kamu bahagia?" tanya mommy Anna. Wanita itu mengira putrinya menangis karena akan memulai rumah tangga bersama Alfaro di tempat jauh dan terpisah dari ibunya.

__ADS_1


"Mommy, Anna punya kabar buruk buat Mommy, Kalau Mommy dengar ini, pasti Mommy akan sedih," kata Anna sambil terus mengeratian pelukan di tubuh sang ibu.


"Ada apa, Sayang? Kabar buruk apa?" tanya mommy Anna. Dia melepaskan pelukan Anna dan menghapus air mata sang putri.


"Daddy, Mom. Daddy selingkuh," jawab Anna.


"Jadi kamu sudah tahu?"


Sebagai anak, Anna sangat terkejut dengan reaksi sang ibu. Wanita mana yang bisa begitu santainya menghadapi kenyataan bahwa suaminya telah berselingkuh. Kenapa ibu Anna bisa sesantai itu? Apakah dia sudah tahu sejak lama?


"Maksud Mommy? Mommy tahu ini dari lama?" tanya Anna bingung.


"Ya, belum lama. Mommy sebenarnya sudah menunjuk pengacara untuk masalah ini. Tapi, mommy masih harus mengumpulkan bukti-bukti lain untuk menggugat daddy kamu, dan mommy tidak punya cukup bukti," jawab mommy Anna dengan sesal.


Anna semakin syok mendengar apa yang baru saja mommynya katakan. Apakah dia orang terakhir yang mengetahui perselingkuhan ini?

__ADS_1


"Mom, kalau Mommy butuh bukti, aku punya banyak," sahut Alfaro yang sedari tadi hanya mendengarkan


Terimakasih doa doanya semua.. maaf belum bisa balas satu².. masih sefikit kliyengan... terima kasih banyak 💋💋


__ADS_2