Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Cintai Aku ~ Bab 19


__ADS_3

Mommy Anna sudah sadar dari koma, dan pelaku tabrak lari itu sudah menyerahkan diri ke polisi. Meski sudah sadar, wanita itu masih harus menjalani perawatan medis di rumah sakit karena lukanya yang cukup parah.


Anna sudah mulai tenang, dan menemani mamanya yang sedang dirawat. Begitu pun dengan Alfaro yang juga menemani istrinya menjaga sang mertua.


Laki-laki itu tersenyum sendiri saat melihat kelakuan adiknya yang sedang sibuk memenuhi keinginan Alisha yang sedang mengidam.


“Kenapa, Kak?” tanya Anna penasaran.


“Ini loh, Rafael dibuat kelimpungan sama Alisha. Dia berubah banget ya, sekarang,” jawab Alfaro sambil menunjukkan potret mesra sang adik dan istrinya.


Terlihat Alisha yang sedang menikmati rujak es krim yang didapatnya dengan susah.


“Itu dia makan apa?” tanya Anna yang hanya fokus pada makanan Alisha. “Kayaknya enak banget, Kak.”


Alfaro memperbesar layar ponselnya dan menatap dengan jeli apa yang iparnya itu makan.


“Kayak rujak, tapi kok ada es krimnya. Nanti aku tanyakan Rafael ya, Ann. Tapi kalau rujak sih mana ada di sini.” Alfaro mengetikkan sesuatu di ponselnya untuk bertanya pada adiknya tentang apa yang Alisha makan.


“Aku mau itu. Kayaknya enak.” Anna menatap suaminya yang terdiam sambil mengusap perutnya yang buncit. “Belikan itu ya, Kak.”

__ADS_1


“Beli ini, di mana Ann? Enggak mungkin ada yang jual di sini.” Alfaro mulai panik karena permintaan istrinya yang sepertinya ikut mengidam.


“Aku iri sama Alisha. Rafael sayang banget sama dia sampai bela-belain beli makanan itu. Rafael juga selalu ada di samping dia, jadi minta apa-apa gampang. Rafael juga yang muntah-muntah sedangkan Alisha bisa menjalani kehamilan dengan sehat.” Bibir Anna mulai mengerucut. Kehamilannya membuat wanita itu menjadi sangat sensitif sekarang.


“Nanti kalau mommy udah sembuh, aku ajak pulang ya. Mama bilang mau mengadakan pesta tujuh bulan buat kamu dan Alisha. Nah, nanti aku belikan apa pun makanan rumah yang kamu mau,” kata Alfaro mencoba membuat istrinya senang.


“Serius? Aku sama Alisha barengan baby shower?”


Anna mulai membayangkan betapa serunya acara itu jika dua menantu yang hamil bersamaan merayakan kehamilan pertama dalam satu acara.


“Iya, pasti seru banget, ‘kan?”


“Kalau mommy udah sembuh ya, Kak.”


Anna harus melewati kehamilannya dengan berbagai kesulitan, sedangkan Alisha dilimpahi kasih sayang.


***


***

__ADS_1


“Mas, aku dapat kiriman foto.” Alisha buru-buru menghampiri suaminya yang tetap sibuk bekerja di hari liburnya.


“Pelan-pelan, Al. Kamu harus hati-hati loh!” Rafael lagi-lagi mengkhawatirkan istrinya yang bergerak lincah dengan perut buncitnya itu. “Foto apa sih?”


Alisha mendekat dan menunjukkan sebuah video yang dikirimkan Ria itu pada suaminya.


“Ini anak-anak panti itu?” tanya Rafael sambil menatap istrinya yang terlihat sangat bahagia.


“Iya, Mas. Aku suruh Ria videokan mereka.”


Alisha menatap bahagia anak-anak panti yang sedang mengucapkan terima kasih dan mendoakan persalinannya supaya lancar.


Rafael malah mengecupi perut buncit Alisha yang tepat berada di samping kepalanya. “Banyak yang sayang kamu jagoan daddy. Kamu harus kuat ya, jangan bikin mommy kesakitan nanti,” kata Rafael yang mulai mencemaskan persalinan istrinya.


Laki-laki itu merasa gugup sekaligus takut membayangkan istrinya yang akan melahirkan beberapa bulan lagi.


Kembang kopinya jangan lupa.💋💋


__ADS_1


Yang bertanya-tanya rujak es krim 😂


__ADS_2