Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Cintai Aku ~ Bab 28


__ADS_3

Alisha dan Anna kompak menertawakan suami mereka yang sama-sama melotot saat mendengar mereka berdua akan memakai bi.kini. Para laki-laki itu tentu tidak rela jika istri mereka berpenampilan terbuka di depan umum.


“Kok kalian ketawa sih? Memangnya ada yang lucu ya?” tanya Alfaro dengan raut bingung. Apakah para ibu hamil itu akan benar-benar memakai pakaian yang mereka inginkan, atau mereka hanya ingin mengerjai suaminya saja?


“Mama enggak mungkin membiarkan anak-anak mama pakai baju kayak gitulah, Al,” sahut Mama Syana yang juga ikut menertawakan kepanikan putra-putranya.


“Tapi Mama kayaknya bawa deh kemarin,” goda Papa Arya, menjawil istrinya dan menaik turunkan alis matanya.


“Oh, mungkin itu buat di kamar aja, Pa.” Alisha ikut menggoda mertuanya yang pasti juga memanfaatkan situasi, apalagi pantai yang mereka datangi juga sangat cantik dan cocok dijadikan tempat bulan madu.


“Wah, kamu juga pasti bawa dong, Sayang. Bayangin kamu pakai biki.ni aja naga saktinya langsung kelaparan.” Rafael kini ganti menggoda Alsha.


Namun, meski suara Rafael terdengar berbisik, tapi Mama Syana bisa mendengar dengan jelas apa yang putranya itu katakan.

__ADS_1


“Kalian ini ngomongin naga terus. Emangnya Naga itu apa sih?” tanya Mama Syana sambil menatap Alisha dan Rafael bergantian.


Dua manusia yang menjadi tersangka itu mendapat tatapan penuh tanya dari empat orang yang juga penasaran dengan apa yang sedang mereka bicarakan.


Rafael mencoba tertawa, tapi matanya sibuk mengirim kode pada sang istri untuk mencari jawaban bersama. Sementara Alisha mengangkat dua bahunya sebagai tanda bahwa dia juga tidak menemukan jawaban yang tepat. Terpaksa, mereka harus berkata jujur, bukan?


Helaan napas berembus dari mulut Rafael, apa yang akan dikatakan pada mereka adalah sesuatu yang seharusnya menjadi rahasia. Bukankah, itu menunjukkan bahwa mereka berdua adalah pasangan yang sangat me.sum


“Naga sakti itu, yang bikin perut Alisha jadi bulat kayak balon gini. Ya, dia yang mengirimkan benih kualitas super,” jawab Rafael sambil memeluk istrinya. Dia menyembunyikan wajahnya di pundak sang istri.


Laki-laki itu berbisik pada istrinya untuk melarikan diri sebelum menjadi bahan bulian keluarga Hartono. Perlahan-lahan, Rafael dan Alisha berjalan menjauh saat mama papa dan kakak serta iparnya masih tercengang dengan penuturan mereka.


Mereka berhasil melarikan diri.

__ADS_1


...****************...


Pemotretan akhirnya berhasil dilakukan dengan baik. Para suami bisa diajak kerja sama tentunya karena mereka sudah dipuaskan semalam dan dijanjikan hal lebih jika menuruti perintah para istri.


Usai pemotretan dan makan bersama, mereka berteduh di bawah deretan pohon kelapa yang sejuk.


Alfaro tersenyum tipis saat melihat Rafael yang dengan setia menyuapi roti kering untuk Alisha yang memang banyak makan.


“Kalian kompak banget ya, pasti kalian akan menjadi orang tua yang baik buat anak-anak kalian nanti.” Alfaro terlihat serius meski ucapannya diiringi senyuman bangga.


Namun, Rafael dan Alisha menangkap sesuatu yang aneh di antara senyum itu.


“Kamu sama Anna juga pasti akan jadi orang tua yang terbaik. Kita akan besarkan anak-anak kita dengan baik. Benarkan, Al?” Rafael mencari pembenaran pada istrinya yang menjawab dengan anggukan tanpa ragu sedikit pun.

__ADS_1


“Ya, kita harus saling menjaga, El. Aku dan Anna pasti akan menyayangi anak kalian seperti anak kami sendiri, begitu pun dengan kalian, iya 'kan?” Alfaro merangkul kuat tubuh Anna yang hanya diam meresapi setiap kalimat yang diucapkan Alfaro.


Kembang kopinya jangan lupa, ramein dulu komentarnya baru aku update lagi wkkk


__ADS_2