
Seperti dugaan Alisha, Satria terbangun tengah malam dan menangis. Anna dan Alfaro yang baru saja tidur, terpaksa ikut bangun untuk menenangkan Satria.
Anna mencoba menggendong bayinya, dan Alfaro membuatkan susu seperti yang Alisha instruksikan. Pengasuh Satria juga membantu setelah Alfaro membukakan pintu. Namun, bayi itu tetap tidak mau diam. Dia terus menangis meski sudah coba diberikan susu.
Mama Syana sampai terbangun dan ikut menenangkan Satria. Tetap saja, bayi itu tidak mau diam.
Alisha sedang menyusui Shaka dengan tenang karena malam ini tidak harus berbagi ibu dengan Satria. Bayi kecil itu tersenyum menatap ibunya yang sebenarnya sedang memikirkan Satria.
“Daddy mau dong, Sayang,” goda Rafael. Dia menciumi pipi Shaka yang mengabaikaannya.
“Mas, jangan ganggu dong. Biarin dia makan sampai kenyang,” kata Alisha. Dia mendorong kepala suaminya agar menjauh karena Rafael hanya mengganggu Shaka saja.
“Al, dia kelihatan ngejek aku banget sih. Shaka, itu punya daddy ya, kamu cuma pinjam. Enam bulan aja daddy pinjamin, habis itu udah.” Rafael mengancam Shaka, tetapi bayi itu malah melepas puncak buah pir Alisha dan tertawa.
“Tuh, Al dia ngejek aku lagi,” adu Rafael sebelum mencium gemas seluruh wajah bayinya itu.
“Kamu kayak anak kecil, Mas.”
“Enggak apa-apa. Cuma di depan kamu sama Shaka aja kok,” balas Rafael. Dia mencium bibir Alisha cukup lama, membuat Shaka menangis karena gagal mendapatkan sumber makanannya.
Ciuman suami istri seketika terlepas dan Alisha langsung memberikan Shaka apa yang dia mau. “Mas, kamu sih. Main cium-cium sembarangan aja,” kata Alisha dengan kesal.
__ADS_1
Rafael hanya cengar-cengir sambil menggaruk kepalanya. “Habisnya kangen, Al. Lama banget sih puasanya,” kata laki-laki itu tanpa rasa bersalah.
“Masih dua mingguan deh. Jangan lebai, Mas.”
Tiba-tiba pintu kamar mereka diketuk dengan cepat. Rafael membuka pintu dan muncullah Mama Syana sambil menggendong Satria yang menangis.
“Satria kenapa, Ma?” tanya Rafael.
Mama Syana langsung menyerahkan bayi itu pada Alisha. “Al, tolong ya, kayaknya dia mau ASI, udah dikasih susu formula tetap enggak mau diam,” katanya.
Alisha dengan senang hati menerima Satria dan memberikan ASI secara langsung pada bayi itu.
“Anna baru keluar dari rumah sakit, El. Mana ngerti dia ngurus bayi. Satria ‘kan emang susah diamnya kalau sudah nangis,” jawab Mama Syana. “Shaka juga bangun ya?”
“Iya, Ma. Mereka emang biasa bangun malam-malam buat nyuusu,” jawab Alisha.
Rafael sebenarnya tidak keberatan Alisha memberikan ASI-nya pada Satria, tapi menurutnya, lebih baik Anna belajar merawat anaknya sendiri dengan baik, supaya dia paham rasanya mengurus bayi itu tidak mudah.
Alisha berhasil membuat Satria tenang, bayi itu terus mengisap buah pir Alisha seakan berlomba dengan Shaka.
“Maaf, Nyonya Alisha. Kata Nyonya Anna, kalau sudah selesai biar Satria kembali ke kamar Nyonya Anna.”
__ADS_1
“Tunggu dia tidur dengan nyenyak dulu ya, kasihan kalau nanti kebangun lagi,” kata Alisha saat sudah selesai dengan Shaka, sedangkan Satria masih terus menikmati makanannya.
Beberapa waktu berlalu, Alfaro datang dan menanyakan hal yang sama. Apakah Alisha sudah selesai dengan Satria dan itu memicu kekesalan di hati Rafael.
“Kalau nanti dia selesai, pasti diantarkan kok. Kak Al, bilang sama Anna dong, Alisha enggak mungkin akan mengambil Satria darinya. Jangan khawatir!” kata Rafael yang mulai terpancing emosinya.
“Mas, jangan marah. Anak-anak bisa dengar.” Alisha menyudahi kegiatannya dengan Satria. Dia merapikan pakaiannya sebelum menyerahkan Satria pada pengasuhnya.
“Aku cuma kesal saja sama Anna, Al.”
“Kak Anna sama Kak Al baru keluar dari rumah sakit, wajar kalau mereka tidak ingin pisah lama-lama sama anak mereka.”
“Terima kasih, Alisha. Aku akan bicara dengan Anna,” kata Alfaro.
“Tidak perlu, Kak. Aku tidak mau ada keributan karena masalah kecil seperti ini.” Alisha kini merangkul lengan suaminya supaya laki-laki itu tidak marah lagi.
Lalu, Alfaro pamit dari kamar Rafael Alisha.
“El, maafkan mereka ya. Al, kamu jangan ambil hati ya,” sahut Mama Syana.
Kembang kopinya jangan lupa 😚😚😚😚
__ADS_1