Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Ceraikan Aku ~ Bab 103


__ADS_3

Rafael masih membantu Alisha untuk mengurus perusahaannya. Sejak Rafael ikut andil dalam perusahaan, laba yang didapat meningkat sangat pesat. Rafael memang pemimpin yang memiliki kemampuan dalam bidang itu.


Sementara itu, perusahaan Hartono yang sangat besar, memang tidak langsung mengalami kerugian karena ditinggal Rafael, tetapi laba perusahaan semakin menurun.


Arya Hartono sudah tahu bahwa istrinya sudah berbaikan dengan Rafael dan Alisha. Karena alasan itulah, dia mengunjungi tempat tinggal putra dan menantunya itu. Arya juga ingin memperbaiki hubungan dengan Rafael. Seperti yang pernah Alfaro katakan, sebagai orang tua seharusnya dia sedikit menurunkan keegoisannya. Lagi pula, pilihan Rafael juga bukan pilihan yang buruk.


Alisha membuka kelopak matanya lebih lebar saat Bik Imah mengatakan bahwa saat ini di ruang tamu ada kedua orang tua Rafael. Dia cukup syok dan bingung harus bagaimana karena suaminya masih mandi saat ini.


Sambil berusaha menenangkan debaran jantungnya yang cukup keras, Alisha memberanikan diri untuk menemui mertuanya. Setidaknya, masih ada Syana yang kemarin sudah berbaikan dengannya.


“Alisha.” Syana langsung tersenyum saat melihat Alisha datang menemuinya.


“Mama, Papa.” Alisha memberi salam dan mereka pun bersalaman layaknya keluarga.


“Ini ada herbal buat kamu sama Rafael biar cepat dapat anak lagi,” ucap Syana dengan raut menyesal. Dia mengulurkan sebuah tas kertas kepada Alisha.

__ADS_1


“Makasih, Ma. Mas Rafa masih mandi, mungkin sebentar lagi akan keluar,” kata Alisha dengan sedikit gugup.


“Apa Rafael masih marah? Kenapa dia tidak juga kembali ke perusahaan?” tanya Arya pada menantunya.


Alisha menoleh ke arah kamarnya. Tidak ada tanda-tanda suaminya akan keluar kamar. “Em, itu aku ....”


“Ah ya sudah. Tolong buatkan minum,” potong Arya yang tadinya hanya basa-basi.


“Iya, Pa.” Alisha dengan patuh segera ke dapur untuk membuatkan mertuanya minum.


“Papa bikin mantu kita takut saja, jangan galak-galak, Pa,” kata Syana.


Arya sedikit terkekeh, tiba-tiba sepasang suami istri sama-sama mengerutkan kening. Mereka melihat sendiri dari kejauhan putra mereka yang masih terbalut handuk sepinggang, tiba-tiba memeluk Alisha dari belakang dan menciumnya bertubi-tubi.


“Mama awalnya berpikir bahwa mereka berpura-pura saja, atau menikah karena kecelakaan itu saja, tapi melihat Rafael yang sangat menggilai istrinya, mama sadar bahwa anak kita sudah menemukan kebahagiaannya.”

__ADS_1


“Iya, Ma. Papa juga baru ini lihat Rafa yang keras kepala, bisa sehangat itu pada istrinya.”


Arya menarik kepala istrinya agar bersandar di bahunya. Hingga tiba-tiba pelukan Rafael pada Alisha tiba-tiba terlepas dan kini Rafael menatap ke arah kedua orang tuanya.


Rafael akhirnya masuk ke kamar setelah melayangkan tatapan tajamnya pada sang papa. Alisha menyusul masuk setelah mengatakan sesuatu pada asisten rumah tangganya.


Kemudian, Rafael dan Alisha keluar kamar dan menghampiri mama papanya, bersamaan dengan Bik Imah yang membawa nampan bersisi minuman untuk kedua orang tua Rafael.


“Ada apa Papa ke sini?” tanya Rafael dengan ekspresi dingin. Sangat berbeda dengan ekspresinya saat menggoda Alisha tadi.


Alisha menyuguhkan minuman pada mertuanya. Melihat Alisha, hati Syana semakin yakin bahwa Alisha adalah istri yang sangat sempurna untuk putranya. Alisha memiliki kualitas yang tidak kalah dari Anna.


“Bagaimana kemajuan perusahaan istrimu, El?” tanya Arya yang sepertinya cukup sulit jika harus langsung menyampaikan apa tujuannya datang.


“Ya, meski masih sangat jauh dari pencapaian Hartono, tapi setidaknya perusahaan yang aku pimpin mengalami kemajuan, Pa. Kenapa? Papa tidak mungkin bangkrut, ‘kan?” tanya Rafael yang dalam hatinya merasa sedikit khawatir.

__ADS_1


Kembang kopinya jangan lupa, aku usahakan update 1 bab lagi ya, wkk 💋💋💋


__ADS_2