Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Cintai Aku ~ Bab 68


__ADS_3

Rencana Alfaro untuk membujuk Satria nyatanya memang berhasil. Bocah itu benar-benar memaksa untuk tidur sendiri karena ingin segera memiliki teman bermain alias adik.


Walaupun Anna tidak tega padanya, tapi Alfaro terus meyakinkan istrinya itu. Mereka menemani Satria sampai bocah itu terlelap dan memasuki alam mimpinya.


“Kalau kita terus tidur sama dia, kapan dia akan dewasa, Sayang. Lagi pula, tidak baik kalau sampai nanti melihat kita begituan. Bisa bahaya untuk tumbuh kembangnya nanti.” Alfaro merangkul Anna saat akan meninggalkan kamar Satria.


“Tapi ini pertama kalinya dia tidur sendiri, Kak. Pasti dia ....”


“Pasti dia baik-baik saja. Percaya deh, Ann.” Alfaro langsung menggendong tubuh Anna dan membawanya ke kamar. Dia meletakkan istrinya itu di kasur lalu kembali menutup pintu dan menguncinya takut jika yang tidur di kamar sebelah mereka itu akan terbangun tiba-tiba.


Anna tahu apa yang suaminya mau. Meski hatinya masih sangat mengkhawatirkan Satria yang tidur sendirian, tapi dia juga paham akan kewajibannya yang harus melayani sang suami dengan baik.


“Kamu sudah siap?” tanya Alfaro yang sudah naik ke atas ranjang dan menggoda istrinya.


“Matikan lampu dulu, Kak,” jawab Anna dengan malu-malu.


Alfaro terkekeh, tapi dengan cepat mematikan lampu kamar mereka dan hanya menyisakan lampu tidur.


“Sekarang udah siap, ‘kan?” Alfaro mulai menciumi leher Anna sedangkan tangannya menggenggam erat jemari tangan Anna.


“Iya, Sayang.”


***


Alisha sedang sangat serius dengan gambar-gambar berbagai negara di depannya. Dia sedang mencari informasi negara mana yang tepat untuk melahirkan si kembar nanti. Meskipun usia kandungannya baru empat bulan, tapi dia sudah sangat antusias ingin melahirkan di luar negeri.

__ADS_1


“Kamu lagi apa, Al?” tanya Rafael saat baru keluar dari kamar mandi.


“Ini loh, aku lagi cari informasi rumah sakit mana yang pas buat aku melahirkan si kembar nanti,” jawab Alisha.


Rafael mendekat dan merebahkan kepalanya di pangkuan Alisha. Dia mencium perut buncit Alisha dan kemudian menatap wajah serius itu.


“Ke Singapura aja, Al. Di sana ‘kan ada Anna sama Kak Al. Shaka juga bisa main sama Satria nanti. Selain itu juga Singapura kan dekat dari sini, Al.”


Usulan Rafael itu tentunya menjadi masukan yang sangat bagus untuk Alisha. Dia sedang memikirkan negara-negara di Amerika dan Eropa sampai lupa ada Singapura juga termasuk luar negeri.


“Aku sampai lupa kalau mereka tinggal di luar negeri, Mas.” Alisha tersenyum antusias.


“Nanti biar Felix siapkan jet pribadi khusus buat kamu dan baby twin kita,” kata Rafael.


Alisha seperti dihujani jutaan bunga-bunga. Dia seperti sedang menari dan berlari-lari. Debaran bahagia begitu dia rasakan saat ini.


Rafael bangun dan langsung menjawil hidung Alisha.


“Beli jetnya bisa, Al. Tapi, apa enggak sayang sama pajaknya? Terus perawatannya? Kita sewa saja, enggak perlu memikirkan hal-hal seperti itu,” kata Rafael yang sangat realistis.


“Ya, aku pikir kamu bakalan kasih hadiah jet pribadi, Mas.”


“Mommy, mommy,” teriak Shaka yang tiba-tiba masuk ke kamar orang tuanya yang memang tidak tertutup.


“Eh, ada anak gantengnya daddy.” Rafael mengangkat tubuh Shaka ke kasurnya.

__ADS_1


“Maaf Nyonya, tadi saya tinggal ke kamar mandi sebentar,” sahut pengasuh Shaka yang tiba-tiba berdiri di ambang pintu.


“Shaka mau tidul di sini, Sus,” teriak Shaka yang tidak mau dijemput oleh pengasuhnya.


“Ya sudah enggak apa-apa, Sus. Malam ini biar tidur di sini,” kata Alisha yang mendapatkan balasan anggukan dari pengasuhnya Shaka.


“Mommy, Shaka mau cium dedek bayi,” kata bocah itu yang teringat hari ini belum mencium adiknya sama sekali.


“Oke, tapi mommy mau tanya.” Alisha membantu Shaka untuk bisa menyentuh perutnya.


“Apa, Mommy?”


“Kak Shaka kenapa sekarang enggak mau main ditemani Mbak Sus?”


“Shaka sudah besal. Shaka enggak mau diasuh lagi. Shaka ‘kan sudah besal sudah mau jadi kakak.” Shaka menyunggingkan senyuman bangga karena pada kenyataannya memang dia sudah akan menjadi kakak, karena itulah dia merasa sudah dewasa dan tidak membutuhkan pengasuh lagi. “Kak Satlia juga engga ”


“Oh, berarti Kak Shaka sudah bisa tidur sendiri ya, ‘kan sudah besar,” sahut Rafael yang ikut memprofokasi. Dia sangat berharap putranya itu mau tidur sendiri.


“Bener itu Dad, kata Mommy Anna. Kak Satria juga tidur sendiri loh. Nanti Mbak Sus biar bantuin mommy urus dedek bayi. Kak Shaka tidur sendiri aja.”


***


Kalau Satria mau mau aja. Anak ganteng satu ini bakalan mau enggak ya 😂😂


__ADS_1


Kembang kopinya jangan lupa.. beberapa bab lagi tamat wkkk


__ADS_2