
Alisha terus mendesak Rafael untuk berkata jujur, tapi sayangnya laki-laki itu terus menghindar. Dia belum siap berkata jujur pada Alisha karena takut Alisha akan kembali ke perusahaan. Padahal, Rafael yakin, dia bisa mengatasi masalah pamannya itu.
Karena merasa kecewa pada suaminya, Alisha lantas pergi ke kamar mengabaikan Rafael dengan perasaan kesal. Dia menggendong Shaka yang masih asik bermain bersama Mama Syana dan Papa Arya.
Kedua mertua Alisha itu terlihat bingung dengan apa yang terjadi pada menantunya. Lalu, Rafael menyusul Alisha dengan bingung juga.
“El, ada apa?” tanya Mama Syana yang berusaha menahan lamgkah putranya.
“Ma, biarkan saja! Itu urusan rumah tangga mereka,” kata Papa Arya berusaha menahan istrinya.
Anak dan menantunya sudah sama-sama dewasa.Papa Arya yakin, mereka bisa menyelesaikan masalah mereka tanpa campur tangan orang tua.
“Tapi, Pa. Alisha diam saja loh pas ambil Shaka tadi, mama jadi khawatir.” Mama Syana sangat khawatir sampai terdengar helaan napas berat dari hidungnya.
Sementara itu, Alisha sudah sampai di kamar dan meletakkan Shaka di kasur.
Rafael membuka pintu kamar, untung saja Alisha tidak dengan sengaja menguncinya. Bisa-bisa Rafael harus kedinginan malam ini.
__ADS_1
“Sayang,” panggil Rafael sambil duduk di sebelah Alisha.
Alisha pura-pura tuli. Dia malah mengajak Shaka bicara seolah Rafael tidak ada di sana.
“Shaka bobok yuk! Mommy ngantuk banget, Sayang,” kata Alisha sambil menggendong Shaka dan membawanya ke kamar mandi untuk bersih-bersih.
“Mam mam mam mam,” celoteh Shaka.
“Daddy ikut dong,” sahut Rafael sambil mengekor di belakang Alisha.
Seolah tidak menganggap suaminya ada, Alisha lebih fokus pada Shaka. Dia benar-benar tidak mau menjawab omongan suaminya.
“Al, aku tidur di sini?” tanya Rafael bingung. Pasalnya dia mendapat bagian yang sangat sempit. Apa dia bisa bergerak dengan bagian yang hanya seukuran dengan lebar bahunya.
Alisha benar-benar mengabaikan Rafael. Dia tidak mau menjawab satu pun kata yang keluar dari mulut suaminya itu.
“Shaka, mau enen enggak?” tanya Alisha sambil membuka kancing bajunya.
__ADS_1
Bayi yang sedang berulang tahun itu dengan antusias menerima penawaran ibunya.
“Mam mam mam,” ucap Shaka yang kemudian memasukkan ujung buah pir Alisha ke dalam mulutnya.
“Shaka udah mau gede loh, habis ini enggak boleh Enen lagi,” kata Rafael. Dia iseng mengganggu Shaka dengan menutup ujung buah pir itu.
Namun, aksi Rafael itu langsung direspons negatif oleh Alisha. Wanita itu memukul kuat tangan sang suami tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
“Mommy, mau juga,” kata Rafael yang kemudian mendekatkan bibirnya pada dada Alisha.
Dengan cepat, Shaka menutup buah pir sebelahnya dengan tangan kecilnya. Bocah itu sama sekali tidak rela berbagi sumber makanan dengan sang daddy.
“Shaka, cepetan tidur, Sayang. Biar mommy juga bisa tidur. Capek ngadepin orang yang enggak mau jujur.” Mata Alisha melotot sempurna karena kesal pada Rafael.
“Mommy, jangan gitu dong. Maaf dong, Sayang.” Rafael kini mendekatkan wajahnya pada wajah Alisha.
“Enggak. Aku malas sama kamu kalau banyak yang ditutup-tutupin gini. Daddy tidur sofa sana!” titah Alisha seolah lupa bahwa suaminya itu dulunya juga pria arogan.
__ADS_1
Kembamg kopinya jangan lupa gaess 💋💋 maaf telat ya 💋💋
“Shaka