Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Cintai Aku ~ Bab 15


__ADS_3

Mendapatkan kabar bahagia mengenai kehamilan dua menantu keluarga Hartono, membuat Arya Hartono malah pusing luar biasa. Dia harus mengatur perusahaan besar di kantor pusat karena Alfaro masih harus membantu istrinya mengurus perusahaan. Sementara Rafael justru merasakan nikmatnya mual-mual karena kehamilan simpatik yang saat ini dia rasakan.


Dua bulan ini, Mama Syana menemani Alisha yang sudah hamil tiga bulan, karena dalam keadaan hamil seperti ini dia pasti sangat butuh nasehat dan juga pengalaman hamil dari seorang ibu. Alisha sudah tidak memiliki ibu dan ditambah rasa bersalah Syana atas keguguran cucunya dulu, membuat wanita itu memutuskan untuk merawat menantunya dan membiarkan sang suami pergi sendiri ke Singapura.


“Kenapa aku masih mual-mual terus ya, Ma?” tanya Rafael yang semakin tidak nyaman dengan perutnya. Dia meminum obat pereda mual yang dokter resepkan dan mulai tenang.


“Ya, mungkin anak kamu inginnya kamu lebih peka lagi, lebih perhatian lagi. Jadi kamu tahu kalau orang hamil itu enggak mudah, Raf,” jawab Mama Syana. Wanita itu mengusap pundak putranya yang sebentar lagi akan menyandang predikat sebagai ayah. “Coba kamu elus-elus dia, mungkin dia lagi kangen dimanja.”


Rafael lalu mengusap perut Alisha yang masih datar dan merebahkan kepalanya di pangkuan Alisha.


“Hei, Baby. Jangan ngerjain daddy dong. Nanti kalau kamu pengen apa-apa daddy pasti turuti,” kata Rafael yang mencoba berkomunikasi dengan calon anaknya. Dia mencium gemas perut Alisha hingga membuat pemiliknya tertawa geli.


“Mas, geli banget sih kayak gini.” Alisha sudah ingin mengusir suaminya saja karena tidak tahan dengan gerakan sang suami yang membuatnya merasakan geli luar biasa.


“Alisha, kamu enggak kepengen rujak atau apa begitu yang asem-asem?” tanya Mama Syana.

__ADS_1


Biasanya wanita hamil pasti menyukai makanan yang asam dan pedas seperti yang dulu pernah wanita itu alami.


“Enggak sih, Ma. Tapi, sebenarnya aku ingin jalan-jalan, Ma. Bosan banget di rumah,” jawab Alisha.


“Kalau begitu besok kita pergi ya. Mama sudah tidak sabar buat belanja barang-barang perlengkapan bayi kamu.”


Syana dan Alisha sibuk merencanakan kegiatan mereka, sedangkan Rafael malah sibuk mengusap perut Alisha sampai tertidur.


*


*


*


“Mau aku usapin minyak lagi?” tanya Alfaro yang dengan setia menemani Anna menuntaskan mualnya.

__ADS_1


“Enggak-enggak, Kak. Aku mau tiduran saja,” jawab Anna.


Alfaro merasa bersalah karena tidak bisa membantu apa-apa. Apalagi Anna sama sekali tidak mau makan karena semuanya akan keluar lagi walau hanya air putih.


Alfaro mengantar Anna kembali ke kamar mereka, tiba-tiba mommy Anna datang membawa kabar yang kurang bahagia.


“Anna, Daddy diusir sama Catherine, sekarang Daddy kamu sewa rumah kecil.” Mommy Anna mengabarkan keadaan ayahnya yang sudah tidak punya apa-apa.


“Biarkan saja, Mom. Dengan begitu Daddy tahu siapa wanita yang dia pelihara selama ini,” kata Anna tidak lagi peduli.


“Tapi mommy kasihan sama daddy kamu, Ann. Apa kita serahkan saja sebagian harta buat daddy kamu?”


“Enggak sekarang, Mommy. Biarkan saja Daddy merasakan akibatnya dulu. Aku masih sangat kecewa dan sakit hati sama Daddy.”


***

__ADS_1


Kembang kopinya jangan lupa 🥰


__ADS_2