Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Cintai Aku ~ Bab 10.


__ADS_3

Alisha mengurungkan niatnya untuk menjelajah kota tua Edinburgh yang merupakan ibu kota negara Skotlandia. Rafael sengaja menghadiahkan bulan madu ke negara tersebut karena Alisha menyukai hal-hal romantis, dan Edinburgh setelah hujan adalah tempat terbaik.


"Mas, kita salah musim kayaknya pas ke sini," kata Alisha yang masih dalam dekapan manja suaminya.


"Bukan, Sayang. Nanti setelah hujan reda, kita coba berkeliling ya, pasti kamu bakalan takjub sama pemandangan romantis ini. Kita di kamar kayak gini aja udah romantis loh, Al." Rafael kembali mendaratkan kecupan mesra di pipi Alisha.


"Tapi kalau buat di kamar aja dan lihat hujan, enggak perlu jauh-jauh ke luar negeri, Mas."


"Karena aku mau, anak kita made in luar negeri, Al. Bayangin dong, anak kita pasti akan bangga kalau dia made in luar negeri," kata Rafael yang selalu punya seribu alasan untuk tidak disalahkan.


"Mas, yang keren itu kalau lahir di luar negeri karena seumur hidup yang ada di pengenal itu tempat lahir, Mas. Bukan tempat dibuat."

__ADS_1


Memang dalam hal ini Alisha yang benar, tapi Rafael juga tidak bersalah. Pada umumnya orang bulan madu memang melakukan hal-hal romantis berdua karena memang bulan madu adalah masa terindah setelah adanya pernikahan.


"Ya sudah gampang, nanti kalau hamil mau lahiran di mana tinggal bilang. Kita bisa pesan rumah sakit mana pun, Al." Rafael masih saja tidak mau mengalah. Dia semakin memeluk Alisha saat tiba-tiba suara petir yang menggelegar datang mengejutkan.


"Mas, ngomong-ngomong hamil. Aku itu telat lagi loh," kata Alisha dengan antusias.


"Oh ya, kamu sudah te?" tanya Rafael yang turut bersemangat.


"Belum, Mas. Nanti aja kalau sampai kita pulang tetap telat, baru kita periksakan," jawab Alisha. Doa merasa ragu dengan dirinya sendiri, apalagi dia juga sempat kecewa beberapa waktu lalu saat dokter mengatakan dia tidak hamil.


Alisha sangat betah berada di sana apalagi transportasi di sana juga sangat mudah. Wanita sangat menyukai keliling kota dengan menggunakan kereta. Pemandangan yang disuguhkan membuat Alisha ingin berlama-lama tinggal di sana. Namun, hal itu justru membuat Rafael kesal karena istrinya enggan diajak ke kamar untuk memanjakan naga sakti.

__ADS_1


***


Pulang dari bulan madu, Alisha sudah menyusun renacana untuk kembali berlibur ke Eropa. Selama di pesawat dia sibuk mengumpulkan foto-foto mereka saat bulan madu


Sementara Rafael malah merasakan hal yang berbeda. Dia tiba-tiba merasakan lelah dan pusing yang tiba-tiba melanda.


"Mas, kamu enggak apa-apa?" tanya Alisha merasa khawatir.


"Enggak apa-apa, Sayang, aku mau tidur aja, kepalaku pusing dan perutku mual banget. Aku istirahat aja ya," jawab Rafael yang sepertinya benar-benar sakit.


"Ya udah deh, Mas. Nanti kita langsung ke rumah sakit aja ya, sekalian aku mau cek, soalnya ini udah telat dua minggu deh."

__ADS_1


Alisha menyelimuti suaminya lalu menberikan minyak kayu putih yang malah menambah mual perut Rafael. Sampai akhirnya, dia harus memeluk suaminya itu sepanjang perjalanan.


Note: mereka enggak naik jet pribadi ya, tapi naik pesawat firstclass, bisa googling 😂


__ADS_2