Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Ceraikan Aku ~ Bab 70


__ADS_3

Kemesraan Alisha dan Rafael harus terganggu oleh kedatangan laki-laki yang datang bersama kedua anak dan istrinya.


"Apa yang kalian lakukan?" tanya laki-laki bernama Bara itu.


Dia melihat wajah Alisha tetapi tidak mengenali Rafael yang memakai pakaian serba hitam.


"Kamu istrinya Rafael Hartono, 'kan?" tanya Bar dengan yakin.


Rafael dan Alisha menatap laki-laki yang menggandeng tangan bocah lima tahun.


"Bara!" seru Rafael. Dia cukup terkejut melihat kedatangan temannya itu di restoran.


"Loh, aku pikir kamu selingkuhannya istrimu," sahut Bara yang kemudian tertawa lebar.

__ADS_1


"Sembarangan aja. Sini gabung sekalian!" ajak Rafael. Dia hanya melepaskan topinya tanpa melepas masker dan memperlihatkan benjolan di keningnya.


"Nggak deh, kalian lanjutin aja yang tadi. Anak aku dua, repot kalau nggak pesan satu meja. Udah tua juga masih jerawatan, kayak anak muda aja sih, Raf. Duluan Al, Raf."


"Wah dasar si Bara. Kenapa dia di sini juga ya?" gumam Rafael saat Bara pergi menghampiri Sheina yang sudah mendapatkan tempat duduk untuk mereka.


"Namanya juga restoran, tempat umum, Mas. Tapi bener juga sih kata Pak Bara, kamu kayak ABG aja, Mas. Jerawatmu itu loh." Alisha mengambil topi Rafael dan memakainya sendiri.


"Dibilang ini tuh jerawat kangen, Al." Rafael memeluk gemas tubuh Alisha yang kini menyandarkan kepalanya di pundak Rafael.


"Papa tiba-tiba mengumumkan daftar ratusan karyawan pabrik biskuit yang akan terkena PHK masal tanpa pesangon. Karena itulah para karyawan itu marah dan melakukan demo besar-besaran. Padahal, produksi dan penjualan sedang meningkat dan aku tidak pernah menyetujui PHK itu," jawab Rafael. Dia tahu papanya yang membuat kekacauan itu, tetapi demi memperbaiki keadaan dan supaya tidak dianggap lepas dari tanggung jawab, Rafael akhirnya bekerja keras untuk memperbaiki keadaan.


"Tidak apa, Mas. Papa mungkin punya tujuan lain." Alisha mencoba memberi semangat pada suaminya.

__ADS_1


"Ya, kita harus siap mental karena keluarga Ann a juga bisa bertindak yang lebih buruk dari Papa."


"Kenapa Papa menjodohkanmu dengan Anna, Mas? Kenapa tidak dijodohkan dengan Kak Alfaro saja?"


Rafael menghela napas berat. "Waktu itu, aku dan Kak Al sama-sama menemui keluarga Anna. Tetapi, Anna dan kedua orang tuanya lebih setuju Anna denganku."


"Jadi, Mas tidak menolak?"


"Waktu itu, semua orang sedang meledekku gagal move on dari Melinda, dan untuk membuktikan bahwa mereka salah, aku tidak menolak perjodohan itu. Tapi, aku tidak pernah mengiyakan. Satu bulan usai pertemuan itu, hubunganku dan Anna masih berjalan seperti biasa. Dia anak tunggal yang membantu bisnis orang tuanya, apalagi kami beda negara."


Alisha mendengar dengan seksama. Dalam kasus ini, memang dialah orang ketiga yang merusak hubungan Rafael dan Anna, tapi Alisha juga tidak bersalah karena awalnya ia pun menolak pernikahan ini.


"Apa tidak sebaiknya kita menemui Anna dan menjelaskan semuanya, Mas?" usul Alisha. Dia merasa bersalah dengan perasaan Anna jika sampai mengetahui dia menjadi perusak hubungan Anna dan Rafael.

__ADS_1


"Beberapa waktu lagi mungkin dia akan datang. Sekarang, kita fokus saja buat bayi yang lucu seperti anak Bara itu. Kamu lihat, Al! Dia kerepotan sekali mengurus anak. Aku juga ingin seperti dia, Al."


Cie cie, ada yang nebak Bara nggak sih 🤣🤣🤣 kembang kopinya jangan lupa. othor hari ini super sibuk, teep aku usahakan up 1 bab lagi ya 💋💋


__ADS_2