
...Sesulit inikah jalan yang harus ditempuh untuk mendapatkan cinta sejati? Apakah cinta itu hanya hadir untuk orang-orang yang berani saja? Jika cinta itu butuh kesabaran, tidak cukupkah delapan tahun mencintainya? ~ Alfaro Arya Hartono.
...
***
Seperti mengulang perasaan yang pernah terjadi sebelumnya, Alfaro merasakan perasaan yang sangat aneh. Setahun yang lalu, dia pernah merasakan perasaan ini. Waktu itu, Anna yang sangat dicintainya, tiba-tiba memilih Rafael sebagai tunangannya. Padahal, Alfaro sudah mencintai Anna sejak lama.
Tidak ingin mengulang kisah yang sama, Alfaro pun memikirkan cara untuk mendapatkan Anna.
“Bagaimana kalau aku menikahimu, Ann. Supaya orang tua kamu tidak menjodohkan kamu terus,” usul Alfaro. Dia tidak ingin melihat Anna bersama laki-laki lain lagi, karena itulah Alfaro akan melakukan apa pun agar Anna menjadi miliknya.
“Tapi, bahkan aku tidak memiliki perasaan sama kamu, Kak. Apakah tidak ada cara lain?” tanya Anna. Dia berkata jujur soal perasaannya. Rasa cinta itu memang belum hadir di hati Anna karena perasaannya terhadap Rafael masih belum berubah.
“Aku akan menunggu, Anna. Setelah kita menikah, rasa cinta itu pasti akan ada. Perasaanku ke kamu, pasti akan menggetarkan hati kamu dan perlahan kamu akan mencintaiku.”
__ADS_1
“Kalau begitu, kapan kamu akan datang menemui orang tuaku?” tanya Anna pada akhirnya.
“Besok lusa aku usahakan.”
***
***
Alfaro tidak bisa tidur semalam karena memikirkan cara untuk menggagalkan rencana perjodohan Anna dan laki-laki dari Dubai itu. Bukan perkara mudah untuk kembali menjalin hubungan dua keluarga setelah Anna dan Rafael gagal menikah.
Sementara itu, wajah cerah dan bahagia terukir di wajah tampan Rafael yang sudah pamer kemesraan di dapur. Laki-laki itu sibuk mengganggu istrinya yang sedang mengoles margarin untuk membuat roti bakar.
“Perasaan ini masih rumah Mama, Papa. Apa aku tinggal di kontrakan ya sekarang?” sindir Alfaro sebelum meneguk air putihnya.
Alisha yang mendengar suara kakak iparnya, seketika menyikut lengan suaminya agar berhenti mengganggu. Rafael membalas dengan kecupan bertubi-tubi sebelum melepas pelukannya dan menghampiri sang kakak.
__ADS_1
“Kenapa sih? Sirik saja.” Rafael menarik kursi dan duduk di depan kursi Alfaro.
“Anna mau dijodohkan sama orang Dubai,” kata Alfaro yang terdengar putus asa.
Rafael mengerutkan keningnya. “Orang Dubai? Kok bisa?”
Helaan napas terdengar keluar hidung mancung Alfaro. Laki-laki itu juga tidak tahu pengusaha mana yang akan dijodohkan dengan Anna, tapi yang dia tahu dari Anna, orang Dubai itu adalah seorang duda kaya.
“Aku ingin menikahi Anna, tapi bagaimana caranya? Orang tuanya saja sudah tidak mau besanan dengan Mama Papa.”
Rafael memikirkan sesuatu. Hubungan bisnis dua keluarga itu memang masih berlanjut, tapi hubungan kekeluargaan di antara mereka sudah semakin berjarak sejak Rafael mengakhiri pertunangan dengan Anna.
“Aku punya satu rahasia papanya Anna yang mungkin bisa berguna untuk menikahkan Kakak dengan Anna,” kata Rafael setelah berpikir cukup lama.
Alfaro menatap serius wajah adiknya. Rafael yang dulu memang terkenal kejam, tidak ada yang bisa mengalahkannya. Oleh karena itulah, dia selalu memiliki kartu AS dari setiap lawan dan kawannya bisnisnya, termasuk kedua orang tua Anna.
__ADS_1
“Rahasia apa yang kamu punya?” tanya Alfaro dengan berbisik.
Kira-kira apa hayo, kembang kopinya dulu 💋💋