Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Cintai Aku ~ Bab 36


__ADS_3

Selamat dari kecelakaan parah yang sempat membuat ia dan suaminya kritis, Anna terbangun dan harus menerima kenyataan bahwa suaminya saat ini menderita amnesia yang membuat seluruh ingatannya hilang. Meski di ruang yang sama, Anna merasakan hubungan yang sangat asing antara dia dan Alfaro.


Laki-laki yang dulunya sangat perhatian dan menunjukkan kasih sayang tulusnya, kini menjelma seperti orang asing yang sama sekali tidak dikenalnya. Anna sadar, sekarang adalah waktu untuknya berjuang menumbuhkan kembali rasa cinta di hati suaminya seperti dulu.


“Semua orang bilang aku adalah suamimu. Jadi, seperti apa aku dulu memperlakukanmu, Anna?” tanya Alfaro dengan tatapan lurus ke arah pintu, bukan menatap istrinya yang baru sadar.


Mereka sama-sama berbaring di ranjang masing-masing. Jarak keduanya pun cukup dekat, hanya terhalang nakas kecil yang di atasnya berjajar botol air minum.


“Aku rasa, aku tidak perlu mengingatkan kamu tentang perasaanmu padaku, Kak,” jawab Anna.


Alfaro menoleh. Mendengar jawaban Anna rasanya sangat aneh. Kenapa tidak perlu mengingat bagaimana perasaan Alfaro pada Anna dulu? Apa hubungan mereka sudah bermasalah sebelum kecelakaan itu?


Banyak tanda tanya yang memenuhi pikiran Alfaro saat ini. Tidak ada satu pun kenangan yang ia ingat tentang kisah mereka.


“Kenapa? Apa dulu kita tidak bahagia dengan pernikahan kita?” tanya Alfaro bingung.


Anna menelan ludah dengan kasar, matanya terpejam untuk mencari kekuatan. Begitu berat ujian hidup yang harus dilaluinya, tapi Anna juga bukan manusia yang lemah.


“Bukan begitu, Kak. Kamu mencintaiku selama lebih dari delapan tahun, dan itu bukan waktu yang singkat. Pasti perasaan itu masih ada sampai sekarang walaupun kamu sama sekali tidak mengingatku. Aku yakin, tanpa aku beri tahu pun, kamu akan menemukan caramu sendiri.”

__ADS_1


Tatapan Anna pada Alfaro mengisyaratkan keyakinan yang dalam. Dia percaya, bahwa cinta ada tanpa harus diajarkan, apalagi diingatkan. Seiring dengan berjalannya waktu, cinta pasti menemukan jalannya kembali.


“Delapan tahun? Apa selama itu aku mengejarmu? Atau kita sudah delapan tahub bersama?” tanya Alfaro yang kini duduk dan menghadap Anna.


Tatapan mereka bertemu, dan Alfaro semakin penasaran dengan kisah mereka yang sebenarnya.


“Kamu mencintaiku selama delapan tahun, Kak. Kita nenikah karena kamu tidak ingin aku dijodohkan dengan orang lain.” Anna tertawa kecil sembari tertunduk. Sekarang, dia benar-benar memahami cinta Alfaro padanya.


“Ya, pantas saja aku mencintai kamu selama itu, karena kamu memang benar-benar cantik, Anna.”


Anna tersipu malu, tapi dia tiba-tiba sedih karena mengingat keadaannya yang belum bisa menggendong Satria, putranya.


“Kita harus berusaha untuk cepat sembuh, demi Satria.” Alfaro tersenyum menatap istrinya, memberi semangat untuk kesembuhan mereka berdua.


***


***


Alisha baru saja mendandani Satria yang baru pulang dari rumah sakit. Bayi kecil itu lalu diletakkan di sebelah Shaka yang kemudian bergerak pelan saat merasakan kehadiran saudaranya. Satria tiba-tiba membuka mata, saat tahu Shaka ada di sebelahnya, Satria mulai tenang dan perlahan-lahan mulai memejamkan mata kembali.

__ADS_1


“Kamu enggak mau jauh dari Shaka ya, Kak?” tanya Alisha sembari menyelimuti tubuh bayi-bayi itu.


Rafael masuk ke kamar bayi dan langsung memeluk istrinya. “Mereka sudah tidur, ‘kan? Ayo kita ke kamar,” bisik Rafael tepat di telinga Alisha.


“Mas, mau apa?” Alisha menoleh dan langsung mendapat kecupan tidak terduga dari suaminya.


“Mau manja-manjaan sama kamu,” jawab Rafael sembari mengeratkan lingkaran tangannya di perut Alisha.


“Puasa, Mas. Jangan mulai deh.” Alisha mendorong tubuh Rafael tapi tidak bisa menjatuhkan suaminya itu. Justru dia semakin masuk ke dalam pelukannya.


“Tangan sama mulut kamu ‘kan bisa, Al.” Rafael langsung menggendong tubuh Alisha yang berontak.


“Mas, aku pastikan dulu Shaka sama Satria udah tidur,” kata Alisha. Tangannya memukul pundak suaminya.


“Udah ada baby sitternya, Al. Jangan sok sibuk ya. Sekarang waktunya kamu sibuk sama aku.” Rafael membawa tubuh Alisha keluar kamar bayi melalui pintu yang terhubung langsung dengan kamar mereka.


***


Mommy, daddy juga mau diurus itu 😄😄

__ADS_1


__ADS_2