Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Cintai Aku ~ Bab 51


__ADS_3

Terkuaknya hubungan Melinda dan paman Alisha menjadi senjata pamungkas untuk Alisha dan Rafael. Tidak pernah terpikir dalam benak Alisha bahwa pamannya akan memiliki hubungan terlarang dengan Melinda. Wanita ular yang dengan mudah Alisha kalahkan.


“Di mana wanita itu sekarang?” tanya Rafael sambil menatap foto Paman Ardi yang sedang merangkul pinggang Melinda dengan sangat mesra.


Rafael sama sekali tidak mengira bahwa Melinda yang dulu sangat dicintainya, sampai-sampai membuatnya berubah menjadi pria arogan, ternyata wanita yang sangat menjijikkan.


“Kami sudah mendapatkan lokasinya, Tuan dan saat ini tim kami sedang menuju ke sana,” jawab orang yang Rafael suruh untuk menyelidiki Paman Ardi.


Rafael kini merasa sangat bersyukur karena Melinda dulu meninggalkannya di hari pernikahan mereka. Kalau tidak, mungkin dia akan memiliki istri pengkhianat seperti Melinda, dan mungkin saja Rafael tidak akan mengenal wanita cantik bernama Alisha yang kini telah memberinya pria kecil.


“Bagaimana bisa Melinda menjalin hubungan sama Paman Ardi?” tanya Alisha sambil mengerutkan kening.


“Sepertinya, mereka bertemu tanpa sengaja di pesta waktu itu, Nyonya. Saat itulah mereka mulai menjalin hubungan hingga Nona Melinda hamil, Nyonya,” jawab Felix dengan sangat yakin. Dia sudah mengumpulkan banyak informasi dari orang-orang terpercaya.


“Dan dengan beraninya dia menuduh aku yang menghamilinya, menyentuhnya saja tidak pernah,” sahut Rafael yang masih sangat dendam dengan Melinda.


Jika saat itu Alisha percaya dengan omongan Melinda, mungkin hubungannya dengan Alisha tidak akan berjalan sejauh ini.


“Dia terlalu bodoh jadi wanita. Dia sudah mempunyai suami yang menyayanginya, malah berselingkuh dengan laki-laki yang sudah berkelurga.”


Paman Alisha sudah menikah dan memiliki dua orang anak. Usianya masih belum terlalu tua, sekitar sepuluh tahun lebih tua dari Rafael. Di mata banyak orang, Paman Ardi sangat menyayangi keluarga. Lalu, bagaimana jika mereka semua tahu, laki-laki itu berselingkuh dan bahkan memiliki anak dengan wanita lain?


****


****


Alisha menggendong Shaka dan mengajak putranya itu untuk menemu Melinda. Sementara Rafael sedang menenteng tas mahal milik Alisha. Mereka berjalan beriringan menuju rumah yang Felix sediakan untuk Melinda dan putranya setelah berhasil dibujuk.


“Mas Rafa, akhirnya kamu mau membantuku, Mas,” kata Melinda yang masih tidak tahu malu.

__ADS_1


“Melinda. Sadar diri ya, kamu bukan siapa-siapa lagi. Jangan sok akrab dengan suamiku.” Alisha langsung pasang badan, tidak terima jika suaminya didekati wanita lain, apalagi wanita tidak tahu malu seperti Melinda ini.


Rafael menyunggingkan senyum. Istrinya memang paling hebat saat memghadapi wanita penggoda seperti Melinda. Dia juga tersenyum karena ternyata Alisha masih suka cemburu dengan wanita lain.


“Aku hanya mengatakan apa yang ada di pikiranku. Mas Rafa itu sangat baik, sebagai orang yang pernah ada di hatinya, aku yakin Mas Rafa akan membantuku.”


Alisha menahan emosinya, ia menitipkan Shaka untuk digendong pengasuhnya dan menyuruh untuk membawanya keluar.


“Dengar ya, Melinda. Kami menemuimu bukan untuk membantu, tapi menawarkan kerja sama yang mungkin akan menguntungkan untuk kamu,” kata Alisha dengan tatapan tajam, serasa ingin menelan Melinda hidup-hidup.


Melinda memicingkan mata, dia masih belum paham apa yang Alisha maksud, karena orang suruhan Rafael tidak memberitahu apa-apa.


Rafael menatap iba bocah berusia sekitar dua tahun yang kini juga menatapnya takut. Terlihat sekali, bocah itu merindukan sosok ayah dalam hidupnya.


“Apa maksudmu? Bukankah kalian datang untuk membantuku? Aku sudah lelah hidup kekurangan seperti ini,” kata Melinda terus terang.


“Siapa nama ayah dari putramu?” tanya Alisha tanpa basa-basi lagi.


“Kalau kamu menjawab, aku akan mengirimmu ke luar negeri dan hidup damai bersama putramu, semua akan terjamin.”


Melinda belum tahu jika laki-laki yang menghamilinya adalah paman Alisha, dan Alisha juga belum mau memberi tahu fakta itu karena ingin Melinda mengaku lebih dulu.


“Dia sudah berkeluarga. Dia tidak akan mau bertanggung jawab, jadi lupakan saja.”


“Apakah namanya Ardiansyah Barka?” tanya Alisha yang sudah tidak sabar dengan Melinda. Wanita itu terlalu bertele-tele. Tinggal sebut nama saja, apa susahnya?


“Kamu kenal dia?” Melinda berkedip-kedip saking tidak percayanya dengan apa yang Alisha tanyakan.


“Kalau dilihat dari wajah anaknya, memang sangat mirip. Aku yakin, dia anak Ardi,” bisik Rafael.

__ADS_1


Melinda jadi semakin bingung. Masalahnya dia tidak tahu bahwa laki-laki itu mempunyai hubungan dengan Alisha dan Rafael.


“Ya, dia ayah dari anakku. Tapi, setelah aku mengatakan bahwa aku hamil, dia tidak mau mengakuiku dan anak yang ada di kandunganku,” jawab Melinda sambil tertunduk. Dia menyesali kebodohannya sendiri yang membuatnya jatuh miskin dan kehilangan suaminya.


“Bisakah kamu menemuinya bersama putramu?” tanya Rafael. Dia ingin memberi penawaran dulu pada Melinda, supaya wanita itu mau bekerjasama dengan mereka.


“Untuk apa? Meminta pertanggung jawaban? Percuma,” jawab Melinda. Air matanya yang mengalir sama sekali tidak menarik simpati Alisha dan Rafael.


Yang Rafael dan Alisha inginkan hanya kehadiran Melinda dan putranya di hadapan sang paman supaya laki-laki itu tidak bisa mengacau lagi.


***


***


Rapat pemegang saham diadakan hari ini. Paman Alisha yang memaksa untuk bergabung dan mengambil alih devisi keuangan, akhirnya berhasil membuat pertemuan dengan para penanam modal itu.


“Alisha, bersiaplah memberikan jabatan itu pada paman. Setelah paman sukses mengambil alih keuangan, paman akan mengambil alih posisi kamu, supaya kamu bisa menjadi ibu rumah tangga untuk suamimu yang kaya raya itu.” Paman Ardi tertawa penuh percaya diri.


“Ya, silakan saja, Paman. Kami tidak peduli denganmu,” balas Alisha sambil berjalan lebih dahulu dari pamannya.


Acara tidak penting itu akhirnya dimulai. Paman Ardi dengan penuh percaya diri mengatakan di depan semua orang bahwa dia lebih berhak mengurus perusahaan itu karena dia anak laki-laki, sedangkan Alisha hanya meneruskan hak ibunya.


“Ya, keponakan saya ini sepertinya memang sedikit rakus. Dia sudah memiliki suami kaya raya, tapi ingin menguasai perusahaan sendiri. Padahal, saya pamannya yang lebih berhak, hanya ingin posisi direktur keuangan saja harus seperti ini.” Paman Ardi berpura-pura memegangi kepala, mencari simpati dari para undangan yang datang.


“Saya, hanya ingin meminta persetujuan saja dari kalian semua, saya akan bertanggung jawab dan bisa dipercaya untuk menjadi direktur keuangan yang baru.”


Sebelum para pemegang saham itu memberikan pertanyaan, tiba-tiba seorang anak kecil yang dituntun oleh Rafael memasuki ruangan. Semua orang menatap pemandangan di hadapan mereka itu, termasuk paman Alisha yang sedang berdiri di podium.


Mereka tahu, itu bukan anak Alisha, tapi siapa anak laki-laki itu, dan apa tujuan Rafael membawanya ke ruang rapat yang sangat serius?

__ADS_1


***


Vote sama hadiahnya dulu dong 😅😅😅 masih seru nggak? lanjut nggak nih??


__ADS_2