
Alisha menatap suaminya dengan curiga. Mengapa laki-laki itu enggan membuka topi dan maskernya? Apa yang sebenarnya sedang ia sembunyikan?
Rafael mengajak Alisha kembali duduk di kursi dan ia membenarkan letak maskernya. Dia lalu mengusap rambut istrinya yang saat ini digerai.
"Dia pacar kamu?" tanya Rafael pada Arjuna. Dia sedang menanyakan soal Fia yang memang duduk di sebelah Arjuna.
"Bukan, Tuan."
"Mas, ini Fia teman aku, yang punya restoran ini," sahut Alisha memperkenalkan Fia.
Suaminya pasti tidak mengenal Fia, karena memang mereka belum banyak bercerita tentang satu sama lain.
"Al, Fia, Tuan Rafael, aku permisi dulu ya, teman aku sudah datang," kata Arjuna yang lalu berdiri dari kursinya.
Rafael mengangguk cepat, begitupun Alisha dan Fia yang juga mengangguk disertai basa-basi singkat. Setelah Arjuna pamit, Fia pun ikut pamit sebentar untuk membuatkan menu spesial sambil memberi waktu pasangan baru itu untuk berduaan.
__ADS_1
"Mas, kenapa sih pakai masker, pakai topi segala?" tanya Alisha curiga. Tidak biasanya sang suami bersikap seperti ini, padahal mereka berada di restoran yang tidak terlalu ramai.
"Kalau nggak pakai beginian, malu banget, Al. Orang akan bilang apa tentang suamimu yang tampan ini?" jawab Rafael yang juga balik bertanya.
Kening Alisha berkerut. Memang apa hubungannya dengan rasa malu? Apakah suaminya itu sedang dalam masalah?
"Kamu nggak kena skandal 'kan, Mas? Kamu nggak ketemu Anna, 'kan?" Alisha menatap suaminya dengan curiga. Tiga hari menghilang, sulit memberi kabar, bahkan sampai ponsel asistennya pun ikut tidak aktif. Sekarang, dia datang dengan pakaian yang sangat berbeda dari biasanya. Bukankah itu patut dicurigai?
"Skandal apa sih? Ketemu Anna di mana? Di Malaysia? Aku dari pabrik, Al. Jangan curigaan deh," balas Rafael.
Laki-laki itu mengusap-usap paha Alisha dan mencari kesempatan untuk masuk ke dalamnya.
Rafael menghela napas berat. Daripada mencari masalah dengan istrinya itu, lebih baik memang dia mengaku saja.
"Iya, iya. Sebenarnya aku." Rafael mengangkat topinya sedikit dan menunjukkan benjolan kecil di dahinya. "Ini efek kangen sama kamu," kata Rafael sambil menunjuk jerawatnya yang terlihat jelas di dahinya.
__ADS_1
Alisha tersipu malu, tapi dengan rasa penasaran yang masih timbul, di bertanya lagi, "Em, terus kenapa pakai masker?"
"Di sini juga ada," jawab rafael sambil menunjuk dagunya.
"Jadi, Mas pakai beginian karena jerawat?" tanya Alisha yang dijawab anggukan kecil dari suaminya. "Terus bahayanya di mana, Mas?"
"Ya, bahaya aja kalau ada yang tau aku jerawatan, Al. Masa sih, seorang Rafael Hartono punya jerawat."
"Makanya cuci muka dong, suamiku." Alisha sedikit tersenyum. Lega karena ternyata suaminya sedang berjerawat saja, bukan karena masalah serius yang mungkin akan menggoyahkan pernikahan mereka.
"Kan aku udah bilang kalau ini jerawat kangen." Rafael kembali melancarkan gerakan tangannya yang mengusap paaha Alisha. Gemas sekali dengan sang istri yang usianya lima tahun lebih muda darinya.
"Mas, jangan aneh-aneh, ini tempat umum!" Alisha memukul yangan Rafael yang membuat laki-laki itu mengaduh kesakitan.
"Nggak aneh, Al. Cuma pegang dikit kok." Rafael kembali bergerak, tapi tangannya terasa kaku saat tiba-tiba ....
__ADS_1
"Apa yang kalian lakukan?"
Hayo siapa lagi? Tebak aja nanti aku jawab di bab selanjutnya. good night, aku bobog cantik dulu 💋