Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Ceraikan Aku ~ Bab 59


__ADS_3

Rafael termenung memikirkan kata-kata Alisha itu. Di pikirannya sama sekali tidak ada maksud menjadikan Alisha sebagai pelampiasan nappsu saja. Dia hanya ingin Alisha lekas hamil dan melupakan perceraian, tapi ternyata Alisha menilai lain.


Rafael menatap kamar mandi, di mana sang istri itu mengurung diri. Dia jadi tidak sabar dan ingin segera menjelaskan pada Alisha. Rafael bergegas masuk ke kamar mandi yang ternyata tidak terkunci.


Hal pertama yang Rafael lihat adalah tubuh Alisha yang memunggunginya dalam guyuran air shower. Perasaannya bercampur aduk, antara marah dan sedih. Dia lalu berjalan pelan menuju ke tempat istrinya berdiri. Rafael bisa melihat Alisha menangis dadi bahunya yang bergetar.


"Al, maaf." Rafael memeluk Alisha dari belakang.


"Lepasin aku, Mas." Alisha berusaha melepaskan tangan suaminya. Dia sudah sangat kecewa atas sikap Rafael yang seolah memang terlihat hanya butuh tubuhnya saja. Apalagi, setiap ingin berhubungan mesra, dia selalu menawarkan sesuatu yang membuat Alisha tidak bisa menolaknya.


"Aku tidak akan pernah bosan atau mencari wanita lain, Al. Aku hanya mau kamu." Rafael kini membalik tubuh Alisha dan memeluknya lagi. "Kenapa kamu berpikir seperti itu, Al? Aku cuma tidak mau kamu meninggalkanku."


Rafael memeluk Alisha di bawah guyuran air hangat yang membasahi tubuh keduanya. Rasa sedih dan kecewa Alisha tumpah dalam setiap aliran air yang membanjiri kamar mandi itu.


"Karena kamu selalu begitu, Mas. Kamu hanya menginginkan tubuhku setiap malam. Tanpa peduli apa yang aku rasakan. Kamu hanya menikmatiku tanpa ada perasaan cinta sedikit pun," jawab Alisha diiringi tangisan pilu yang membuat dada Rafael terasa sesak.


"Apa kamu tidak bisa merasakan perasaanku, Al? Apakah semua yang aku lakukan itu, tidak bisa membuatmu mengerti?"


Rafael melepas pelukan mereka, dia menatap Alisha dengan tatapan lembutnya.

__ADS_1


"Aku tidak pernah mendengarmu mengatakan perasaan, Mas. Jadi, aku pikir kamu hanya ingin menikmati tubuhku. Apa pikiranku itu salah?"


Mata Alisha sudah sangat merah, jika saja percikan air yang deras itu tidak mengenai wajahnya, Rafael pasti bisa melihat air mata Alisha yang mengalir deras.


"Apa hanya dengan kata cinta orang bisa diartikan mencintai dengan tulus?" Rafael malah tersenyum dan menatap Alisha dengan penuh cinta.


"Seharusnya begitu," jawab Alisha.


"Dasar bodoh kamu, Al. Baiklah, aku akan mengatakannya di depan banyak orang. Kamu tunggu saja." Rafael kembali membawa tubuh Alisha dalam dekapannya. Otaknya sedang merencanakan kejutan besar untuk Alisha.


"Tapi, bagaimana perasaanmu padaku?" tanya Rafael yang masih memeluk erat tubuh Alisha.


"Entahlah. Aku tidak ingin mencintai orang yang salah, karena itulah aku menekan perasaanku padamu, Mas. Karena aku takut, saat aku jatuh lebih dalam, kamu malah melukaiku dan akhirnya aku sendirian yang terluka."


***


***


Para tamu yang datang terkagum-kagum dengan kecantikan Alisha yang memakai gaun putih dan memperlihatkan lengannya yang putih bersih dan mulus.

__ADS_1


Mama dan Papa Rafael tampaknya belum hadir saat pesta dimulai. Hingga akhirnya acara malam ini dibuka dengan pertunjukan dansa antara Rafael dan Alisha.


Musik pun diputar untuk mengiringi tarian dansa dari pemimpin perusahaan Hartono Corporation itu.


"Mas, aku tidak terlalu bisa dansa," kata Alisha yang sepertinya lupa tentang susunan acara yang sudah Felix berikan.


"Tenanglah, ada aku, Al."


Mereka mulai berdansa dan sesekali Alisha menginjak sepatu Rafael karena dia memang tidak terlalu bisa dansa. "Tidak apa, santai saja, tidak akan ada yang berani menertawakanmu," bisik Rafael.


Alisha mengalungkan tangannya di leher Rafael dan mempercayakan gerakannya pada sang suami. Hingga akhirnya, mereka berhasil berdansa dengan baik yang diiringi tepuk tangan meriah dari para tamu.


Acara berlanjut dengan sambutan khusus dari Rafael sebagai ucapan terima kasih pada tamu yang datang.


"Terima kasih semuanya atas kehadirannya malam ini. Terima kasih juga atas kerja sama yang baik selama ini. Izinkan saya mengatakan sesuatu yang sangat spesial untuk seseorang yang yang spesial juga di hati saya." Tatapan Rafael tertuju pada Alisha yang tengah berdiri menyaksikannya.


"Alisha Mandalika Hartono."


Jantung Alisha berdebar keras saat namanya disebut oleh Rafael.

__ADS_1


"Aku mencintaimu. Sangat-sangat mencintaimu."


Romantisnya Mas Rafa, kasih kembang sama kopi dong buat Mas Rafa💋💋


__ADS_2