Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Ceraikan Aku ~ Bab 60


__ADS_3

Hati Alisha berbunga-bunga mendapatkan ungkapan cinta dari Rafael di hadapan para tamu. Wanita itu tidak henti-hentinya tersenyum sambil menatap suaminya yang kini berjalan ke arahnya.


"Aku mencintaimu, Alisha Hartono. My Wife." Rafael meraih tangan Alisha, lalu menciumnya dengan tatapan yang tidak teralihkan.


Belum juga lepas ciuman Rafael di tangan Alisha, tiba-tiba terdengar denting piano yang memainkan nada-nada indah nan romantis. Lalu, mulai bermunculan beberapa karyawan yang membawa setangkai bunga mawar masing-masing orang dan menyerahkannya pada Alisha.


Rafael melihat senyum Alisha yang mengembang, sangat cantik dan itu karenanya. Kebahagiaannya jadi berkali-kali lipat dari yang saat ini Alisha rasakan.


Tangan Alisha kini penuh dengan bunga-bunga mawar yang sangat cantik. Dia menatap suaminya, lalu Alisha pun berbisik setelah membuat Rafael sedikit menunduk. "Kamu beneran cinta aku, Mas?"


"Apa aku terlihat sedang berpura-pura?" Rafael bertanya sambil memegang wajah Alisha dengan kedua tangannya.


Alisha menggeleng pelan. Seluruh tamu yang datang tampak terharu dan mematung sambil melihat sepasang suami istri di hadapannya.


"Apa kamu juga mencintaiku?" tanya Rafael yang kini mengunci pandangan mata Alisha dengan tatapan elangnya.


"Aku akan berusaha dengan sekuat hatiku, Mas," jawab Alisha dengan penuh keyakinan. Dia terlalu bahagia saat ini. Hilang sudah semua keraguannya selama ini.


Rafael tidak mungkin melakukan semua ini jika dia hanya berpura-pura. Alisha tahu, Rafael berkata dan bersikap jujur malam ini tentang perasaannya. Pria kaku itu tidak akan menurunkan gengsinya demi sebuah pernyataan cinta.


"Aku akan membuatmu mencintaiku, Alisha."

__ADS_1


Satu kecupan mesra mendarat di kening wanita cantik itu. Lalu, Rafael mencium bibir Alisha di hadapan semua orang. Tangan Alisha yang penuh dengan bunga mawar tak sanggup berbuat apa-apa meski ia ingin sekali mendorong tubuh kekar itu. Malu sekali dicium di hadapan semua orang.


Hingga akhirnya, ciuman itu terlepas. Menyisakan rasa bahagia bercampur malu di antara keduanya.


Terdengar suara tepuk tangan yang meriah dari para tamu, dan itu membuat Alisha semakin tersipu malu. Rafael lalu memeluk Alisha untuk menyembunyikan wajah cantik itu ketika bersemu.


Setelah sambutan dan pernyataan cinta yang disertai kejutan tiba-tiba itu, Alisha dan Rafael kini duduk di ruangan khusus.


"Kamu suka kejutan dariku?" Rafael yang duduk di sebelah Alisha bertanya.


Wanita itu menatap suaminya yang entah kenapa hari ini terlihat sangat tampan. Jauh lebih tampan dari biasanya. "Suka sekali, aku nggak nyangka kalau kamu seromantis ini, Mas."


"Nanti di rumah akan ada kejutan yang lebih spesial lagi," bisik Rafael sambil memeluk Alisha dengan mesra.


"Lihat saja nanti. Ternyata, bikin kamu ketawa itu cukup dengan kata-kata manis dan bunga-bunga saja ya, tahu gitu aku sudah melakukannya dari kemarin-kemarin."


"Mas jujur deh. Dapat ide dari mana bikin kayak gini?"


"Rahasia."


"Pasti dari Asisten Felix."

__ADS_1


"Rafael." Suara bariton dari pria bertubuh tegap membuat Alisha dan Rafael menoleh.


"Papa."


Untuk pertama kalinya semenjak menjadi Nyonya Muda Hartono, Alisha bisa melihat dan bertemu langsung dengan laki-laki yang menjadi mertuanya.


"Papa sama Mama ingin berbicara. Suruh dia keluar!" perintah papa Rafael itu. Wanita di sebelahnya tersenyum miring memandang menantunya yang baru saja berbunga-bunga.


"Felix, bawa istriku ke mobil, aku harus berbicara sebentar dengan mereka!" perintah Rafael pada asistennya itu. "Al, kamu ikut Felix sebentar. Setelah ini, aku akan langsung pulang, tunggu di mobil saja ya." Laki-laki itu mencium pipi kanan Alisha yang membuat kedua orang tuanya mengalihkan perhatian karena kesal.


Alisha mengangguk. Dia membawa mawar-mawarnya di tangan, lalu sedikit membungkuk untuk menyapa kedua mertuanya. Dia tahu, ini bukan waktu yang tepat untuk saling berkenalan jika melihat raut muka mereka.


Dia kemudian mengikuti Felix dan menuju mobil. Sekitar sepuluh menit dia menunggu, hingga akhirnya, Alisha melihat suaminya muncul dan masuk ke mobil.


"Ada apa, Mas?" tanya Alisha cemas.


"Tidak ada apa-apa, ayo kita pulang dan lihat apa kejutanku untukmu." Rafael menatap Alisha dengan senyum bahagia untuk menghilangkan rasa cemas yang mendera wanita itu.


"Mereka pasti tidak menyukaiku ya, Mas."


"Itu bukan urusan kita, yang penting aku mencintaimu. Kamu juga, 'kan?"

__ADS_1


kembang kopinya banyakin 💋💋


__ADS_2