
Alisha dan Fia menoleh ke arah laki-laki itu. Alisha terlihat biasa saja, sedangkan Fia lebih antusias.
"Kak Juna," sapa Fia.
Arjuna menyapa balik. Dia datang sendirian dan sedang ada janji bertemu seseorang. Fia mengajaknya bergabung sambil menunggu temannya, apalagi Alisha juga tidak keberatan.
"Kita ketemu di sini ya, Al." Arjuna memilih duduk di samping Fia, menjaga jarak karena sadar siapa Alisha saat ini.
"Iya, bete di rumah. Suamiku keluar kota," balas Alisha.
Lagi-lagi ada nyeri yang menyayat ulu hati Arjuna. Saat Alisha menyebut suami, seolah memperjelas jarak antara mereka. Dia yang harus layu sebelum berkembang. Dia yang harus sadar diri dan sadar posisi. Jika saja Rafael orang biasa, mungkin akan terlintas di kepalanya untuk merebut Alisha. Akan tetapi, Arjuna sadar betul, Alisha tidak akan pernah menjadi miliknya.
"Resiko punya suami pengusaha ya gitu, Al. Harus biasa ditinggal-tinggal. Apalagi, suami kamu 'kan merajai bisnis di negara kita, pasti padat sekali jadwalnya. Kamu tuh tajir banget loh, Al," seru Fia gemas. Dia masih tidak menyangka jika temannya itu menjadi menantu di keluarga Hartono.
"Yang tajir orang tuanya suamiku," balas Alisha.
__ADS_1
Mereka kembali tertawa sedangkan Arjuna memilih diam menikmati wajah wanita yang sudah menjadi istri orang itu. Ya, walau sesekali dia masih ikut menyahut saat Fia atau Alisha memancingnya berbicara.
Mata Arjuna mendadak membulat saat melihat laki-laki berpakaian serba hitam, topi hitam dengan masker hitam yang menutup sebagian wajahnya. Pria berpakaian hitam itu berjalan semakin dekat ke arah meja mereka, sampai akhirnya berhenti dan menyandarkan kedua tangannya di meja.
Alisha, Fia, dan Arjuna melotot karena terkejut sekaligus heran dengan sosok pria itu. Arjuna sudah ambil ancang-ancang untuk melawan jika pria itu sampai berniat jahat.
Dari aroma tubuhnya, Alisha merasa tidak asing. Laki-laki yang masih diam berdiri itu memiliki aroma parfum yang sama dengan milik suaminya.
Laki-laki bertopi hitam itu menatap Alisha dan bertanya, "Boleh gabung?"
Fia berdebar takut dengan sosok laki-laki jangkung itu. Sementara Arjuna dengan sigap berdiri. "Maaf, Anda siapa?"
"Mas Rafa?" tanya Alisha ragu-ragu. Dilihat dari postur, suara, dan aromanya memang sangat mirip Rafael, tapi bisa saja itu adalah orang jahat yang menyamar.
"Apa kamu merindukanku, Kiwi?" tanya laki-laki itu tanpa melepas masker dan topinya.
__ADS_1
Alisha berdiri lalu menarik tali masker di telinga kanan Rafael dan seketika langsung memeluknya.
"Mas ke mana aja, kenapa nggak ada kabar?" tanya Alisha yang terdengar lirih. Air matanya mulai mengalir menumpahkan kerinduannya pada sosok suami yang beberapa hari ini tidak menghangatkan tubuhnya.
Arjuna paham situasi, dia langsung duduk dan membiarkan suami istri itu melepas kerinduan.
"Siapa?" tanya Fia bingung.
"Suaminya," jawab Arjuna.
Rafael membalas pelukan Alisha. Dia sendiri juga sangat merindukan istrinya itu setelah beberapa hari dibuat pusing untuk menyelesaikan masalah pabrik.
"Aku tadi sengaja mau kasih kamu kejutan, tapi sialnya kamu malah keluyuran gini. Mana nakal banget pakai baju seeksi begini," bisik Rafael. Dia tidak rela istrinya memakai pakaian yang terlihat modis layaknya anak remaja zaman sekarang.
"Aku nggak keluyuran, Mas. Aku kesepian aja. Mas kok bisa tau aku di sini." Alisha mengurai pelukan mereka dan mengahpus air matanya. "Kenapa juga pakai baju hitam-hitam gini, kayak ninja aja."
__ADS_1
Tangan Alisha bergerak akan membuka topi Rafael, tapi laki-laki itu langsung menahannya. "Jangan! Bahaya!"
Cie cie yang Naganya udah pualng. kembang kopinya jangan lupa 💋💋