Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Cintai Aku ~ Bab 30


__ADS_3

Setelah kembali dari pantai, kini dua ibu hamil itu sedang mengikuti senam hamil, ditemani mertua yang selalu ikut ke mana pun mereka pergi. Sang mertua dengan setia menunggu di tepi dan mengabadikan mengabadikan momen kebersamaan Alisha dan Anna yang sedang mengikuti instruktur khusus.


Setelah selesai, kedua wanita itu menghampiri mertuanya. Mama Syana menyodorkan dua botol masing-masing milik Anna dan Alisha yang hanya berbeda warna.


“Makasih ya, Ma. Mama selalu ada buat kami.” Anna memeluk erat mertuanya yang tidak pernah membedakan antara dirinya dan Alisha.


“Aku juga makasih, Ma. Karena Mama udah seperti ibu kandung buat aku. Alisha sayang Mama,” sahut Alisha tak mau kalah. Dia mengecup pipi kiri Mama Syana sebagai tanda sayangnya.


“Kalian sayang sama mama?” Mama Syana merangkul dua menantu kesayangannya. Mama bersyukur karena kedua menantunya bisa rukun.


“Sayang banget dong, Ma. Aku rencananya mau lahiran di sini aja, biar bisa kumpul sama Mama dan Alisha, nanti kalian bisa jagain anak aku gantian,” kata Anna yang kinisemakin nyaman bersama Alisha dan mertuanya. “Mommy aku udah sembuh, Ma, Al. Jadi, Mommy bisa tengok anak aku di sini.”


“Syukurlah, mama bisa gendong bergantian nanti, Ann.”


Mama Syana sangat bahagia dengan kasih sayang yang diberikan Anna dan Alisha. Mama Syana juga sangat bersemangat karena penyakit kanker yang dulu membuatnya sadar juga sudah bersih dari tubuhnya.


***

__ADS_1


***


Beberapa minggu berlalu, Alfaro baru pulang dari Singapura. Setiap hari pulang pergi ke negara itu, membuat tubuhnya terasa sangat lelah.


Saat sampai di rumah, Anna langsung menyambutnya dengan mesra. Segelas teh hangat kini tersedia di meja dan Anna sibuk menyiapkan air hangat untuk suaminya.


“Kak Al, pasti capek ya?” tanya Anna sembari memijat pundak Alfaro setelah menyelesaikan ritual mandinya.


“Kamu perhatian banget, Sayang. Tumben, ada apa? Ngidam apa lagi, hem?” Alfaro langsung bertanya pada intinya karena sangat aneh melihat sikap manis Anna jika tidak meminta sesuatu.


Alfaro yang melihat istrinya sulit mengatakan semua membuatnya panik dan bingung.


“Kenapa? Ada masalah sama anak kita? Atau kandungan kamu kenapa? Ada apa Anna?”


“Bukan, bukan masalah itu, Kak. Sebenarnya dokter bilang kita harus rajin-rajin itu biar persalinannya lancar.” Anna sangat sulit mengatakan apa yang dia maksud karena rasanya sangat canggung mengatakan pada Alfaro bahwa suaminya itu harus rutin mengunjungi anak mereka di perut Anna.


“Itu apa? Senam hamil? Jalan pagi? Atau apa?” tebak Alfaro yang ternyata tidak paham maksud Anna.

__ADS_1


“Bukan, Kak. Dokter bilang kita harus sering melakukan hubungan suami istri, Kak.” Anna memalingkan wajah karena malu. Lalu, dia berjalan menuju kadur mereka dan itu malah membuat Alfaro senyum penuh kemenangan.


Kucing mana yang tidak senang dikasih ikan?


Alfaro duduk di samping Anna dan membelainya dengan lembut, membuat tubuh Anna merinding merasakan sentuhan Alfaro.


“Tenang aja, Sayang. Mulai hari ini, aku akan rajin ngunjungi anak kita,” kata Alfaro sambil mengusap perut sang istri dengan sayang.


Anna masih malu-malu karena perlakuan Alfaro. Lalu, Alfaro mulai menjiilat telinga Anna dan berkata, “Aku mencintaimu, Anna istriku tercinta.”


“Aku juga sangat mencintaimu, Kak,” balas Anna malu-malu.


Alfaro membelalakkan mata, ini adalah ungkapan cinta yang luar biasa. Perasaanya selama lebih dari delapan tahun, akhirnya terbalaskan juga.


“Terima kasih, Sayang. Karena kamu sudah membalas cintaku. Mari kita rayakan ini dengan mesra!” Alfaro mencium bibir Anna dengan lembut dan mulai merebahkan istrinya itu di kasur.


Kembamg kopinya jangan lupa. Malem² up nih wkkk

__ADS_1


__ADS_2