Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Cintai Aku ~ Bab 55


__ADS_3

Pagi yang sangat cerah di pondok indah mertua. Dua menantu Arya Hartono baru selesai menyiapkan Shaka dan Satria untuk sarapan bersama. Alisha dan Anna sama-sama menuntun dua bocah tiga tahun itu menuju meja makan. Sementara dua ayah tampan mereka sedang menikmati kopi.


Dua bulan lalu mereka berkumpul di rumah ini saat Rafael dan Alisha baru merencanakan kehamilan, dan hari ini mereka berkumpul kembali. Namun, keadaan kali ini sudah sangat berbeda dari perkumpulan keluarga mereka sebelumnya.


Saat ini mereka sudah selesai sarapan dengan formasi lengkap. Dua mertua, dua putra, dua menantu, dan dua cucu laki-laki yang menggemaskan.


“Kak Satlia, sebental lagi Shaka mau jadi kakak juga loh, belalti Kak Satlia halus panggil aku Kakak juga,” oceh Shaka saat dia dan Satria duduk berhadapan.


Sontak saja kedua mertua dan ipar Alisha menatapnya dengan ekspresi terkejut, seolah sedang menelisik kebenaran berita yang Shaka katakan.


Alisha mengangguk dan mengusap perutnya yang masih rata, menjawab dengan isyarat yang membuat mereka bersorak.


“Top cer juga kamu El,” puji Alfaro yang turut bahagia dengan kabar kehamilan iparnya. Dia jadi semakin bersemangat untuk memberikan Satria adik, mengingat usia Satria dan Shaka yang sama. Pasti Satria juga ingin adik seperti Shaka.


“Ya, begitulah. Kerja keras setiap malam yang penuh drama. Apalagi Shaka tidur terlalu malam terus,” balas Rafael membanggakan hasil karyanya.

__ADS_1


“Enggak usah kamu ceritain, Kak Al sama Kak Anna juga pasti pahamlah, Mas,” sahut Alisha sebal. Anak-anak masih bersama mereka dan rasanya tidak etis jika membicarakan masalah seperti itu di hadapan anak-anak.


“Kak Satria, Kak Shaka, ikut Mommy Al, yuk!” ajak Alisha menyelamatkan kedua bocah tiga tahun itu dari cerita-cerita orang dewasa yang belum sepatutnya mereka dengar.


“Aku ikut juga, Al,” sahut Anna.


Alisha, Anna, dan kedua bocah itu akhirnya pergi ke taman belakang untuk menjauhkan kedua anak mereka dari pembahasan orang tua.


“Jadi, kamu beneran hamil, Al?” tanya Anna sambil melirik perut Alisha. Dari lubuk hatinya yang terdalam, dia juga ingin merasakan kehamilan lagi, tapi trauma kecelakaan itu sepertinya membuat Anna berpikir seribu kali jika merencanakan kehamilan.


“Mommy, adik Shaka mamam loti enggak?” tanya Shaka yang sedang memegang roti di tangannya. Dia baru saja membaginya dengan satria, dan saat ini ingin membagi juga dengan adiknya.


“Adiknya Kak Shaka kalau mamam dari mulutnya mommy, jadi Kakak suapin mommy biar adiknya bisa ngerasain rotinya Kakak,” jawab Alisha.


Shaka mengerutkan keningnya bingung. Bagaiamana bisa jika roti yang dimakan ibunya bisa dirasakan juga oleh adiknya?

__ADS_1


“Enggak boleh, adiknya Shaka mamam sendili, bial Shaka suapin,” kata Shaka lalu merobek kecil rotinya dan mengarahkan ke perut ibunya.


Satria yang penasaran ikut menghampiri Shaka yang berusaha memberikan rotinya pada sang adik.


“Kak Shaka enggak gitu, suapin ke Mommy Al, ‘kan dedek bayinya masih sembunyi di perut Mommy,” sahut Anna mencoba membantu Shaka supaya memahami apa yang terjadi.


Menjelaskan sesuatu pada anak kecil memang tidak mudah, apalagi mereka memiliki pemikiran sendiri yang terkadang tidak sejalan dengan pemikiran orang dewasa.


Shaka semakin bingung, tetapi karena Alisha dan Anna mengatakan hal yang sama, akhirnya pria kecil otu menurut dan menyuapkan rotinya ke mulut Alisha.


“Mommy, di pelut Mommy ada adiknya juga enggak?” tanya Satria pada Anna.


***


Mon maaf ya, Slow update, othornya lagi banyak acara sampai hari rabu, akan slow update ya.. mamacih yang masih setia 💋💋

__ADS_1


__ADS_2