
Alisha mengerutkan kening saat mendengar perkataan suaminya. Bagaimana mungkin dia bisa menggoda suaminya sendiri padahal dia sama sekali tidak ada niatan untuk melakukan hubungan suami istri.
Alisha jadi yakin, bahwa suaminya hanya memanfaatkan tubuhnya saja. Dia juga semakin yakin bahwa pernikahan mereka akan berjalan terus tanpa cinta.
Kalau hanya tubuhku yang kamu mau. Setelah aku menguasai semua perusahaan aku akan menemukan laki-laki yang mencintaiku dengan tulus. Setelah itu, aku akan meninggalkanmu, suamiku.
"Ayolah, Al. Kamu pasti bisa melakukannya." Rafael menarik tubuh Alisha ke atas pangkuannya. Lalu, tatapan mereka bertemu.
Kamu secantik ini, Al. Mana bisa aku melepaskanmu. Aku egois memang, tapi selama kamu tetap menjadi istriku, akan kulakukan cara apa pun itu.
Alisha sebenarnya ingin turun dan melarikan diri saja, tetapi dia jadi teringat mendiang ayahnya yang sangat antusias saat mengerjakan proyek sampo itu. Kesempatan bagus ini, mana mungkin dia bisa melepaskannya begitu saja?
"Aku–"
"Ayolah, Al." Rafael tiba-tiba sudah mendaratkan bibirnya di leher Alisha. Istrinya yang dingin itu pasti tidak mau melakukannya. "Apa sesulit itu melakukannya?"
__ADS_1
Tangan Rafael sudah bergerak ke belakang tubuh Alisha, lalu mulai meraba dan membuka ritsleting gaun istrinya itu.
"Terserah Mas mau melakukan apa, tapi aku tidak mau menggodamu." Alisha hendak bangun dari pangkuan Rafael, tetapi, saat dia berdiri gaun itu malah terlepas.
"Wah, baru lepas baju saja kamu sudah sangat menggoda, Al. Gimana aku bisa tahan."
Ayolah, Selesaikan maumu, biar tujuanku cepat tercapai dan aku akan meninggalkan laki-laki yang hanya menyukai tubuhku.
Alisha hanya mengalungkan tangannya di leher Rafael, membuat laki-laki itu gemas dan ingin mencicipi buah pir yang masih terbungkus itu.
Alisha hanya senyum-senyum dan membiarkan suaminya yang bekerja. Dia tidak mau kalau disuruh-suruh merayu seolah dia yang menginginkan.
Laki-laki itu membuka seluruh pakaian Alisha. Dia benar-benar dibuat mabuk oleh pesona istrinya yang memiliki kulit bersih dan wangi.
"Al, kenapa kamu diam saja? Kamu menikmati permainanku, 'kan?" tanya Rafael. Dia mulai melahap buah pir di hadapannya yang membuat Alisha mulai mendesaah kecil sambil menjammbak rambut Rafael.
__ADS_1
Mendengar suara indah istrinya, Rafael justru semakin bersemangat. Dia merebahkan Alisha di ranjang dan melepaskan sisa pakaian yang masih melekat di tubuh Alisha. Setelahnya, laki-laki itu mencium bibir Alisha yang manis, sementara tangan Alisha hanya diam di atas kasur.
Setelah pemanasan yang cukup membuat gerah, Rafael membuka seluruh pakaiannya. Dia memang selalu bekerja sendiri setiap kali mereka beradu di ranjang, tetapi dengan bodohnya Rafael tidak pernah menyadari itu.
Kini, Naga Sakti kebanggaan Rafael telah berdiri dengan tegak. Dia menuntun Alisha untuk melahapnya, tapi lagi-lagi istrinya itu menggeleng, dan mendorong perut Rafael. Karena tidak mau kehilangan selera, akhirnya Rafael memilh untuk mencium bibir dan leher Alisha lagi.
"Kamu udah nggak sabaran ya Beby," kata Rafael sambil meraba irisan kiwi yang mulai basah. Dia lalu mencium lagi bibir Alisha dan memasukkan naga saktinya ke dalam irisan kiwi.
Gila. Dia selalu senikmat ini, naga saktiku seperti tersedot dengan kuat. Sempit sekali. Walau dia diam, tapi aku bangga karena Alisha menikmati permainanku.
Sementara itu, Alisha mencengkeram kuat-kuat sprei saat Rafael mendorong Naga Saktinya semakin dalam.
Kenapa selalu penuh sesak begini setiap kali dia memasukiku? Apa karena miliknya yang terlalu besar? Pasti karena dia terlalu sering makan irisan kiwi, makanya naga saktinya itu semakin bertambah besar.
Kembang kopinya jangan lupa gaess, mumpung senin, bagi vote nya juga ya 💋
__ADS_1