Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Cintai Aku ~ Bab 3


__ADS_3

Pesta pernikahan Anna dan Alfaro telah berakhir, tetapi euforia yang dirasakan Alfaro masih terus berlanjut hingga menjelang pagi. Kebahagiaan yang dirasakan laki-laki yang telah menyandang predikat sebagai suami Anna itu benar-benar dia nikmati, bahkan sampai istrinya itu hampir pingsan kelelahan. Dia sedang melupakan kenyataan bahwa Anna belum mencintainya.


Sinar matahari yang menyilaukan membuat pengantin baru itu terpaksa bangun dari tidurnya yang nyenyak. Ya, walaupun baru beberapa jam saja Alfaro tertidur, tapi rasa lega yang dia rasakan membuat tidur terasa nyenyak.


Alfaro menatap tubuh Anna yang terlelap di sampingnya. Wanita cantik itu bahkan tidak sempat memakai kembali pakaiannya karena saking lelahnya pergulatan semalam. Tangan Alfaro terulur untuk menyentuh wajah Anna yang semakin terlihat cantik


"Anna, aku mencintaimu. Akhirnya, sekarang aku benar-benar bisa memilikimu, Anna." Alfaro memberikan kecupan mesra di bibir istrinya, lalu dia merebahkan lagi kepalanya di samping Anna.


Dalam hati, Alfaro sedikit merasa bersalah, karena caranya mendapatkan Anna tidaklah benar.


"Anna, ayah kamu tidak sebaik yang kamu pikir, kalau kamu tahu tentang itu, apa kamu akan sangat marah?" ucapnya sangat lirih. Alfaro lalu mengusap sayang tangan istrinya yang halus terawat. Dia kembali menunggu Anna bangun dengan bermanja-manja di tubuh wanitanya itu.


Setelah menunggu cukup lama Anna pun terbangun dan merasakan pegal-pegal di seluruh tubuhnya.

__ADS_1


"Morning, Ann." Alfaro mengecup pipi Anna yang masih mengumpulkan kesadaran.


"Kayaknya udah siang, Kak." Anna menatap sinar matahari yang menembus jendela kamar mereka.


"Ya, kamu benar. Sudah jam sembilan. Sarapan dulu yuk. Kita jalan-jalan sebentar karena besok kita harus ke Singapura," kata Alfaro sebelum mendaratkan lagi ciuman di dada Anna.


***


Tiba-tiba, Felix melihat ayah Anna yang sedang menggandeng mesra wanita cantik yang seumuran dengan putrinya. Tanpa menunggu lama, Felix langsung membisikkan sesuatu di telinga Rafael dan membuat bosnya itu tersenyum menyeringai.


"Ambil bukti, jangan sampai ketahuan," kata Rafael. Dia ingin memberikan bukti itu untuk hadiah pernikahan kakaknya.


Setelahnya, Felix yang memakai kaca mata hitam, mengambil rekaman video ayah Anna yang sedang mengantar kekasih gelapnya.

__ADS_1


Akhirnya, bukti pun didapat, dan tanpa berpikir panjang, Rafael mengirimkan rekaman video itu pada Alfaro.


Sementara itu, di tempat yang berbeda, Anna sedang menikmati sarapan sekaligus makan siang bersama suaminya. Semua itu karena mereka terlambat bangun sehingga melewatkan makan siangnya.


"Kak, aku sebenarnya penasaran banget, kenapa Daddy bisa kasih restu buat Kak Al menikahi aku," kata Anna di sela-sela makannya.


Selama ini, Alfaro selalu menghindar jika Anna menanyakan hal itu. Namun, karena sekarang mereka sudah menikah, apalagi Anna juga sudah melakukan kewajibannya sebagai istri, wanita itu juga berhak tahu alasan pernikahan mereka.


Alfaro menghentikan kegiatan makannya. Dia menghela napas berat lalu menatap dalam-dalam mata istrinya. "Kalau kamu tahu, mungkin kamu akan kecewa sama aku, Ann. Karena cara aku untuk mendapat restu itu tidak baik, aku mengancam daddy kamu," jawab Alfaro dengan sesal.


Anna menundukkan kepala sebentar, lalu menatap suaminya. Pahitnya kejujuran, meskipun menyakitkan, itu jauh lebih baik daripada kebohongan yang manis.


Mon maaf, slow update, othor lagi sakit. mohon doanya ya.. yang belum mampir ke novel baru, yuk mampir juga 💋💋

__ADS_1


__ADS_2