
Sebagai seorang terpandang yang memiliki harga diri yang tinggi, Anna tidak mau menyerah begitu saja meskipun Rafael telah menjadi milik Alisha. Dia sudah menyukai Rafael sejak pertama kali bertemu, baginya perjodohan itu bukan hanya karena bisnis, tapi juga karena perasaan.
Jika memang Alisha dan Rafael sudah menikah resmi, seharusnya orang tua Rafael juga tahu soal pernikahan mereka. Kecuali, jika pernikahan itu memang tidak direstui orang tua mereka.
"Apa kalian menikah secara resmi? Atau jangan-jangan kalian baru hanya berencana menikah saja?" tanya Anna sembari melirik Alisha yang duduk di sebelah Rafael. Dia tersenyum sinis.
"Mas, kayaknya kamu yang harus jawab. Karena kamu yang memilihku sebagai istri, meskipun kamu punya tunangan yang jauh lebih cantik," sahut Alisha. Dia bergelayut manja di lengan Rafael.
"Hei, jangan sok mesra. Kalian belum bisa membuktikan pernikahan kalian di depanku. Bagiku Rafael masih tunanganku," protes Anna. Dia seperti cacing yang tersiram air sabun saat melihat wanita lain bermanja-manja pada laki-laki yang dicintainya.
"Anna. Aku dan Alisha sudah menikah dan kami punya bukti pernikahan kami yang resmi," sahut Rafael yang berusaha tetap fokus dengan kemudinya meskipun kepalanya terasa sakit.
__ADS_1
"Oke. Kita lihat nanti. Bukti apa yang bisa kalian kasih."
Rafael melajukan mobilnya dengan cepat, sampai akhirnya mereka sampai di rumah Rafael dan Alisha.
Saat memasuki rumah, Anna memperhatikan seluruh interior rumah. Tidak ada foto pernikahan yang biasa dipajang di ruang tamu atau ruang keluarga. Yang semakin membuat Anna yakin, ada yang tidak beres dengan pernikahan Rafael dan Alisha.
"Bu Linda, tolong buatkan minum untuk tamu kita!" kata Alisha sebelum menyuruh Anna untuk duduk.
"Berlagak sekali kamu Anna."
Dua wanita itu saling beradu tatap. Anna melihat Alisha dan menilainya sebagai wanita yang tidak lebih cantik darinya. Bagaimana bisa dia dikalahkan oleh wanita sekelas Alisha yang berada di bawahnya.
__ADS_1
Aku tidak akan membiarkan wanita ini merebut posisiku. Meskipun, dia jauh lebih cantik dan kaya raya, tapi aku adalah istri sah suamiku. Aku tidak akan mengizinkan siapa pun melukai perasaanku.
"Di mana foto pernikahan kalian?" sindir Anna dengan bibir yang menyunggingkan senyuman miring.
"Oh, itu. Kamu tidak tahu ya. Mas Rafa menikahi saat aku koma. Romantis sekali ya dia. Meninggalkan tunangannya demi menikahi wanita yang tidak dikenal. Kamu tahu, saat aku bangun dan meminta cerai, dia bilang 'Alisha, kamu adalah istriku, selamanya aku tidak akan pernah mengizinkanmu pergi dariku.' Romantis sekali ya dia, Anna," jawab Alisha tanpa takut.
Keberanian Alisha seakan kembali saat melihat tingkah Anna yang tidak bisa merelakan Rafael untuknya. Meski cinta belum sepenuhnya tumbuh di hatinya, tapi jika Rafael benar-benar mempertahankan Alisha, maka dia juga akan berjuang bersama suaminya.
"Berarti kalian menikah bukan karena cinta, 'kan? Kalau begitu, tinggalkan dia Alisha. Aku yakin kamu tidak mencintai Rafael seperti aku mencintainya. Tenang saja, aku kamu bisa lari ke mana pun, dia tidak akan bisa mengganggumu lagi."
Jika saja Anna mengatakan itu saat dia masih membenci Rafael, pasti Alisha tidak akan ragu-ragu untuk menjawab ya. Namun, sekarang dia sudah terikat jauh dan bahkan kata cerai itu sudah dia buang jauh dari pikiran.
__ADS_1
"Aku tidak bisa. Dia suamiku, Anna. Hidup bersama orang yang mencintai kita itu jauh lebih membahagiakan, daripada pergi untuk menemukan sesuatu yang tidak jelas. Aku sadar, suamiku sangat mencintaiku. Jika dia tidak mencintaiku, tidak mungkin dia memperkenalkan aku dengan kamu."
Kembang kopinya banyakin dulu 😅😅 tadinya mau libur update akhir bulan, tapi komennya rame, jadi aku batalin deh liburku, update 1 bab aja, tapi kalau rame lagi, aku up lagi deh 🤣🤣🤣