
Alisha sangat setuju dengan keinginan Rafael. Dia mengambil alih peran yang Rafael inginkan. Dimulai dari ciuman lembut Rafael di bibir,sedangkan tangannya bergerak membuka pakaiannya. Akhirnya, buah pir yang dirindukan itu terpampang di hadapannya.
Rafael menatap mata Alisha sambil tangannya bergerak memainkan kedua benda kenyal di depannya.
“Kamu seeksi banget, Al kalau kayak gini,” kata Rafael yang kemudian melahap buah pir yang menggantung bebas di depannya.
Alisha merasakan getaran maha dahsyat saat lidah Rafael menyentuh ujung buah pirnya yang menggoda. Dia sangat menyukai saat-saat lidah itu memainkan buah pirnya sampai-sampai bagian bawahnya terasa basah.
Berkali-kali mendeesah, tapi Rafel sangat menyukai suara itu. Seperti simphoni yang membuat hatinya berbunga.
Alisha tidak mau kalah, dia menurunkan celana bokser yang dipakai Rafael untuk membebaskan naga sakti dari kurungannya.
Jika diperhatikan, semakin hari memang semakin panjang dan besar naga sakti yang sudah tiga kali ini membuatnya hamil. Alisha tidak pernah bisa menolak kehebatannya. Benda tumpul yang bisa membuatnya merem melek saat keluar masuk ke dalam irisan kiwinya. Ah, membayangkannya saja sudah membuat Alisha semakin basah.
Wanita itu tidak bisa menunggu terlalu lama. Dia langsung mengarahkan naga sakti untuk memasuki goa miliknya sebelum kebanjiran.
__ADS_1
Rafael yang masih menikmati buah pirnya, sontak saja kaget dengan aksi sang istri. Dia tidak menyangka jika Alisha bisa setidak sabar itu, padahal mereka baru beberapa menit pemanasan.
Alisha sudah memasukkan naga sakti ke dalam irisan kiwinya. Dia merasakan gesekan otot yang memenuhi seluruh dinding goa tersembunyi itu. Begitu masuk sempurna, Naga Sakti itu langsung membuatnya penuh dan sesak. Sepertinya Naga Sakti berhasil menyapa anak mereka di rahim Alisha.
“Kamu nakal banget, Al.”
Rafael merasakan pijatan kuat yang menjepit Naga Sakti. Reaksi otot-otot Alisha memang luar biasa, membuatnya merasakan nikmat yang dulit diungkapkan dengan kata-kata.
Alisha mulai bergerak setelah tubuhnya melakukan penyesuaian. Dia tidak sabar ingin merasakan Naga Sakti yang bergerak keluar masuk.
Wanita hamil itu mulai bergerak naik turun. Yang awalnya pelan, semakin lama semakin cepat. Hingga terasa sekali saat Naga Sakti menghantam dinding pembatas yang melindungi bayi dalam perut Alisha itu.
Rafael bersorak kenikmatan. Istrinya begitu liiar di kehamilan ini, membuatnya keenakan dan terus menikmati permainan Alisha yang bergerak di atasnya. Tangan Rafael tentu tidak menganggur, bergerak memberikan pijatan kasar pada buah pir yang kini tidak lagi menjadi sumber makanan putranya.
Alisha semakin bergerak cepat. Dia menikmati segala kenikmatan yang saat ini dirasakannya. Tidak peduli dengan peluh yang membasahi kening dan sekujur tubuhnya. Dia benar-benar mengeluarkan tenaganya kali ini.
__ADS_1
Hingga akhirnya, Alisha merasakan sesuatu yang ingin meledak dalam dirinya. Dia terus memainkan perannya dan akhirnya seluruh otot itu mencengkeram kuat Naga Sakti yang kemudian mengeluarkan sari-sari dari dalam dirinya. Dia merasakan puas luar biasa.
Rafael tersenyum melihat wajah istrinya yang tampak berbeda dengan rambut acak-acakan. Ekspresi Alisha saat menggapai puncaknya membuat Rafael sangat bahagia.
“Aku udah keluar, Mas,” kata Alisha yang kini menjatuhkan tubuhnya di atas Rafael tanpa melepaskan tubuh mereka.
“Iya, Sayang. Enak?” tanya Rafael yang belum merasakan puncak kenikmatan.
“Lemes,” jawab wanita itu.
Rafael tertawa dan memeluk erat tubuh Alisha. “Sekarang giliranku ya,” katanya sambil membalik tubuh Alisha.
Baru saja Rafael hendak bergerak, bersamaan dengan itu pula Shaka tiba-tiba membuka mata. Dengan panik, Rafael langsung mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya dan Alisha.
***
__ADS_1
Maaf Dad, gangguan sebentar. Biar Leeadels bilangin ke Shaka suruh bobog lagi 🤣🤣🤣