Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Ceraikan Aku ~ Bab 105


__ADS_3

Kebahagiaan Alisha dan Rafael kini semakin terasa lengkap. Meskipun belum sempurna oleh kehadiran buah hati, tetapi setidaknya mereka sudah lega karena kedua orang tua Rafael telah merestui hubungan mereka.


Beberapa minggu telah berlalu, kini Rafael pun sudah kembali memimpin perusahaan Hartono. Meski begitu, dia juga tetap membantu Alisha untuk mengurus perusahaannya.


Siang ini, Alisha masih sibuk dengan pekerjaannya. Tiba-tiba, Ria datang membawa buket bunga misterius yang membuat Ria sedikit bingung.


“Maaf, Bu. Ini ada kiriman bunga, tapi ada yang aneh.” Ria memeriksa kartu ucapan yang terselip dalam buket bunga itu.


“Apanya yang aneh?” tanya Alisha dengan kening yang berkerut.


“Tidak ada nama pengirimnya, tapi tertulis untuk Alisha Kiwiku, maksudnya apa ya, Bu?” Ria balik bertanya karena bingung.


“Oh, itu bukan apa-apa.” Alisha mengambil buket bunga itu dan terus tersenyum.


Hanya Alisha yang tahu siapa pengirimnya. Ya, siapa lagi kalau bukan Rafael.


“Kamu bisa kembali bekerja, Ria.” Alisha mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


Ria yang bingung hanya bisa menurut dan keluar dari ruangan bosnya sambil menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.


Alisha terus tersenyum sampai panggilan itu akhirnya dijawab. Dia berdehem dan pura-pura marah.

__ADS_1


“Ya, Kiwiku Sayang. Apa kamu merindukanku?” tanya laki-laki yang elah mengirimkan bunga itu pada Alisha.


“Mas, kenapa kirim bunga ke kantor?” tanya Alisha dengan nada marah.


“Kamu marah, Al? Aku kan sudah mengirimkan bunga buat kamu, Al. Harusnya kamu senang dong.”


“Iya sih, Mas. Tapi kamu kasih embel-embel kiwi juga bikin Ria curiga saja.” Alisha menciumi bunga pemberian suaminya itu sambil tersenyum, padahal nada bicaranya terdengar marah.


“Sesekali saja tidak masalah, Al. Yang penting kamu suka, kan?”


“Iya, iya suka, Mas. Nanti jemput aku, ya.”


“Iya, istriku. Kamu sudah lihat isi amplopnya?”


“Belum, ini apa, Mas?” Wanita cantik itu membuka paksa amplop yang tersegel itu lalu memeriksa isinya. “Kok gambar bendera, Mas? Memangnya ini apa?” tanya Alisha bingung.


“Aku sudah siapkan tiket bulan madu untuk kita, bendera negara itu ada di antara lima bendera yang aku kirim. Kamu bisa menebak-nebak negara mana, sudah dulu ya, aku sibuk, Al.”


Tanpa menjelaskan lebih rinci lagi, Rafael tiba-tiba mengakhiri panggilannya.


“Ini apa sih maksudnya?” Alisha senyum-senyum sendiri karena ulah suaminya itu. Dia yang tadinya biasa saja, kini jadi penasaran negara mana yang akan mereka kunjungi untuk bulan madu nanti.

__ADS_1


***


***


Rafael mendatangi Alisha di kantornya untuk mengajaknya pulang bersama. Laki-laki tampan itu masih enggan memberitahu istrinya tentang negara mana yang akan mereka kunjungi saat bulan madu nanti.


“Ayolah, Mas. Kasih tahu kita mau ke mana nanti?” tanya Alisha yang kini berjalan sambil merangkul lengan suaminya. Mereka sudah sampai di lobi dan hendak berjalan menuju parkiran.


“Ada deh, pokoknya spesial. Kamu pasti suka,” jawab Rafael. Dia ingin membuat istrinya itu bingung dan semakin penasaran.


“Ya sudah, malam ini naga saktinya puasa,” kata Alisha yang membuat Rafael menghentikan langkah.


Alisha tetap berjalan meninggalkan suaminya.


Rafael pun mengejar Alisha hingga tanpa terasa mereka sudah sampai di depan mobil Rafael. “Ya jangan bawa-bawa naga sakti dong, Al. Kita masih program loh, malam ini kan waktunya kita anu.”


“Aku mau pastikan dulu ke dokter, karena aku sudah telat satu minggu.” Alisha langsung masuk ke mobil begitu saja.


Sementara itu, Rafael yang mendengar kata terlambat satu minggu, malah bahagia dan membuka pintu mobil yang baru saja Alisha tutup.


“Kamu hamil, Al?” tanya Rafael yang sudah tersenyum bahagia. Dia berlutut di samping Alisha yang sudah duduk di mobil.

__ADS_1


“Belum dicek, Mas. Makanya ayo buruan kita ke dokter dulu!”


Kira-kira beneran hamil nggak ya? Jangan lupa ritualnya 🥰🥰🥰


__ADS_2