Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Ceraikan Aku ~ Bab 37


__ADS_3

Rafael mendapat angin segar setelah mendengar jawaban Alisha. Meski terdengar seperti tidak berdaya tidak, tetapi dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Dia pikir, dengan mereka melakukan hubungan suami istri, Alisha tidak akan menuntut perceraian lagi.


"Kalian berdua keluarlah!" perintah Rafael sambil menatap Alisha.


Dua perawat itu akhirnya keluar dari kamar setelah meletakkan obat Alisha di nakas bersamaan dengan air minumnya.


Rafael membaringkan tubuhnya di samping Alisha dan tersenyum penuh kemenangan.


"Dokter bilang kamu sudah hampir sembuh, dan kamu tahu, dia menyarankan apa sama aku?" tanya Rafael sambil membelai wajah Alisha.


"Apa?" Alisha menatap Rafael dengan mata merah menahan kesal.


"Dokter menyarankanku untuk menggaulimu dengan lembut untuk melatih otot-ototmu. Sebenarnya, aku sangat terkejut dengan saran itu, tapi aku juga mau kamu cepat sembuh. Jadi, aku tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan, karena kamu juga akan diuntungkan," ucap Rafael yang kini membelai bibir Alisha dengan jari tangannya. Dia sudah tidak sabar ingin menikmati lagi bibir manis itu.

__ADS_1


"Tidak mungkin, pasti itu hanya alasan Mas saja," balas Alisha. Dia tidak percaya dengan omongan Rafael yang menurutnya hanya omong kosong saja.


"Tidak percaya ya sudah. Memang sudah nasibnya perawat itu untuk jadi pengangguran. Dipecat tidak hormat pasti akan sulit mencari pekerjaan lain." Rafael bangun dari posisi rebahan, dia duduk dan akan turun dari ranjang.


"Mas, Jangan!" Alisha segera menarik lengan Rafael hingga terbangun dan memeluknya.


Ini salahku. Suster Irma sudah memperingatkan aku untuk berhati-hati. Orang tuanya menjual kebun mereka untuk menyekolahkan Suster Irma. Kasihan sekali kalau sampai orang tuanya kecewa.


"Berarti kamu bersedia menyenangkanku?" tanya Rafael yang kini menatap intens wajah Alisha. Dia membuka bibir sang istri dengan jarinya.


Alisha mengangguk pasrah. Rasa bersalahnya pada perawat itu membuat Alisha terpaksa menuruti suaminya. Toh, yang akan mereka lakukan bukanlah perbuatan yang salah.


Rafael mulai mencium bibir Alisha yang hanya bisa pasrah menerima perlakuan Rafael.

__ADS_1


"Kamu benar-benar manis jika menurut. Ingat ya, kamu sudah memutuskan, dan tidak bisa diubah lagi," kata Rafael setelah melepas sejenak ciuman mereka.


Dasar pria mesum! Semoga ini hanya terjadi sekali.


Alisha memejamkan mata, sedangkan Rafael mulai mencium lehernya dengan lembut. Dia meninggalkan jejak cinta pertamanya di leher Alisha. Rasa geli bercampur nikmat mulai menjalar di leher gadis itu. Apalagi tangan Rafael mulai bergerak di sekitar dadanya yang mungil.


Laki-laki itu kembali mencium bibir Alisha sambil tangannya perlahan membuka satu per satu kancing baju sang istri. Alisha menikmati ciuman itu sampai tidak sadar jika kini seluruh kancingnya telah terbuka hingga terlihatlah bra merah muda miliknya yang berenda kupu-kupu di bagian atasnya.


Rafael sampai kesulitan menelan ludahnya saat melihat maha karya itu. Ini memang pengalamannya yang pertama, dan tentu saja berkesan. Dia menelusupkan tangannya ke belakang punggung Alisha dan melepaskan bra itu dari tubuh istrinya.


"Buah pir yang sangat menggoda," ucap Rafael dua bukit menggemaskan terpampang di hadapannya. Dia tidak bisa menyia-nyiakan kesempatan, langsung saja Rafael memasukkan ujung buah pir yang berwarna merah muda itu ke dalam mulutnya.


Belom, belom anu-anu, masih mikir nama anunya Rafael 🤣

__ADS_1


__ADS_2