Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Cintai Aku ~ Bab 57


__ADS_3

Shaka masih memeluk erat bola yang dibawanya kabur. Bocah itu tanpa rasa bersalah masih berlari menuju ibunya sambil tertawa bahagia. Entah apa yang membuatnya sangat bahagia, yang jelas Shaka terus berlari tanpa pedulia teriakan ketiga laki-laki yang turut berlari mengejarnya.


“Mommy,” teriak Shaka saat semakin dekat dengan Alisha.


Alisha merentangkan tangan, bersiap menyambut putranya itu dengan pelukan. Sementara Shaka semakin tertawa lebar.


Dalam hitungan detik, Shaka sudah berhasil memeluk Alisha sambil membawa bolanya. Dia berbalik badan dan tertawa melihat ketiga laki-laki yang kelelahan mengejarnya. Dalam urusan lari, Shaka memang juaranya.


“Sayang, kok kamu lari-lari sih?” tanya Alisha pada putranya yang seolah tidak ada capek-capeknya.


“Shaka lapel, mau mamam tapi Daddy bilang nanti aja,” jawab bocah itu dengan tingkah polosnya. Sangat menggemaskan sekali. “Ya udah Shaka bawa lali aja bolanya bial daddy ikut mamam juga ‘kan, Mom.”


“Aduh Shaka,” keluh Rafael dengan napas tersengal-sengal setelah lari mengejar bocah itu.


Shaka semakin tertawa, begitupun dengan Alisha, Anna dan Mama Syana yang juga ikut tertawa karena tingkah Shaka itu.


“Sayang, mana ada orang main sepak bola tapi malah makan terus kayak kamu,” komentar Alisha pada tingkah Shaka, meski begitu Alisha tetap menyuapkan makanan ke mulut Shaka.


Setelah insiden larinya Shaka yang membawa kabur bola itu, pertandingan antara dua kakak beradik itu akhirnya dilanjutkan lagi. Shaka dan Rafael berhasil menang tipis dari Satria dan Alfaro.

__ADS_1


***


***


Saat ini, Shaka sedang menikmati camilan di depan TV yang ada di kamarnya, bersama kedua orang tuanya pastinya. Rafael sedang bermanja-manja di pangkuan Alisha sambil menciumi perut sang istri yang masih datar.


“Al, hamil ini kamu enggak mual-mual juga?” tanya Rafael sambil meraih mengusap-usap perut itu dari balik baju.


“Enggak, Mas. Mungkin akan sama kayak Shaka ya, makan terus enggak ada mual-mualnya,” jawab Alisha sambil mengerutkan kening.


Shaka yang fokus makan dan menonton TV, sama sekali tidak terusik dengan obrolan kedua orang tuanya. Matanya fokus ke TV, sedangkan tangan dan mulutnya sibuk menyuap dan mengunyah makanan.


“Jangan-jangan semua anak kita kayak Shaka, doyan makan semua. Stok beras harus aman terus nih,” balas Rafael sembari bangun dari pangkuan Alisha. Laki-laki itu lalu memeluk tubuh Shaka dan menciuminya.


“Shaka, bobok yuk, mommy ngantuk nih,” kata Alisha sambil mengusap-usap punggung Rafael.


“Mommy bobok dulu aja, Shaka mau nonton dulu,” balas Shaka tanpa menoleh sedikit pun.


Alisha memberi kode pada Rafael lewat kedipan mata dan gigitan kecil di bibir bawahnya sendiri.

__ADS_1


“Mas, enggak kangen?” tanya Alisha dengan nada yang dibuat semenggoda mungkin.


Rafael langsung paham dengan tingkah Alisha, meski sedikit aneh, laki-laki itu tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan.


“Shaka, bobok yuk. Daddy juga udah ngantuk nih,” ajak Rafael yang kini jadi bersemangat untuk segera naik ke ranjang mereka.


“Enggak mau, Shaka mau nonton TV dulu,” balas Shaka yang lagi-lagi menolak.


“Ya udah, kalau gitu, Shaka ditemenin Sus ya, mommy sama Daddy mau tidur, udah ngantuk banget,” putus Alisha yang sudah tidak tahan ingin segera menikmati naga sakti yang tidak pernah kehilangan pesonanya.


“Enggak mau. Maunya sama Mommy sama Daddy. Sustelnya bial tidul dulu,” balas Shaka, kali ini bocah itu berteriak dengan lantan menolak keinginan orang tuanya.


“Dedeknya udah ngantuk banget, Kakak Shaka. Kasihan loh dedek bayi enggak boleh tidur malem-malem.”


Alisha dan Rafael tidak kehabisan akal. Apa pun yang terjadi, malam ini mereka harus terbebas dari Shaka karena bayi di perut Alisha juga merindukan daddynya. Hormon kehamilan kali ini, sepertinya akan sangat menguntungkan untuk Rafael.


“Mommy tidul duluan aja sama dedeknya di sini,” kata Shaka.


Kalau tidur di kamar Shaka dan menunggu bocah itu tidur, sepertinya akan larut malam naga sakti makan irisan kiwi. Bisa-bisa malah Alisha ketiduran dan mereka gagal melakukannya.

__ADS_1


Aduh, Shaka. Harus dibujuk dengan apa lagi ya?


Kembang kopinya aja dulu lah 😅😅😅


__ADS_2