
Daddy Anna dan Catherine tidak bisa berkutik lagi. Bukti transfer dan semua yang berkaitan dengan keuangan semua sudah ada di depan mata. Apa yang sang ayah berikan pada Catherine semua tertulis secara rinci dalam sebuah map khusus.
“Anna.” Sang ayah tidak bisa lagi berkata-kata. Dia merasa sudah di jurang kehancuran. Laki-laki itu tahu, kemiskinan sudah ada di depan mata.
Meskipun Anna tidak menjelaskan langsung, tapi dari sorot mata dan gelagatnya saja sudah terlihat Anna telah mengetahui hubungan gelapnya dengan Catherine.
“Anna, kita masih teman, ‘kan? Apa di kantor sebesar ini tidak ada satu pun pekerjaan untukku. Aku sudah membantu di sini selama beberapa tahun Anna.” Catherine menggertakkan giginya menahan kesal.
Bisa-bisanya wanita itu tidak mau memberikan pekerjaan dan malah ingin memberi pesangon padahal Catherine memang sudah bekerja lama di perusahaan.
“Catherine, bukankah yang kamu dapatkan dari perusahaan itu juga sudah terlalu banyak? Oh, iya lupa. Itu bayaran untuk menjadi sugar babynya Daddy.”
“Anna jaga bicara kamu,” potong daddy Anna.
“Daddy. Sekarang daddy sama Catherine bisa menjelaskan tentang ini.” Anna melemparkan beberapa foto ayah dan sahabatnya itu yang tengah berselingkuh.
Daddy Anna merasakan napasnya yang terasa sesak dan tercekat di tenggorokan. Tamat sudah riwayatnya, apalagi sekarang dia tidak memiliki apa-apa.
__ADS_1
"Anna. Kami tidak ...."
"Bukti sudah jelas dan kalian tidak bisa mengelak lagi," potong Anna. Dia sengaja tidak memberikan kesempatan bicara pada Anna atau pun ayahnya. “Sekarang aku yang mengambil alih perusahaan dan semua aset menjadi milikku.”
Tiba-tiba mommy Anna muncul dengan wajah tenangnya. Sama sekali tidak ada ekspresi marah atau kecewa yang dia tunjukkan.
“Anna, jangan berikan apa pun pada daddy kamu. Biarkan dia hidup susah bersama selingkuhannya, maksud mommy calon istri barunya,” kata mommy Anna yang kini berjalan menghampiri putri dan suami penghianatnya.
Catherine semakin syok dengan apa yang terjadi. Bagaimana bisa mereka tiba-tiba muncul dan mengetahui perselingkuhan yang telah lama ditutup rapat.
“Pastinya Mommy, kita biarkan saja Catherine mengurus Daddy. Bukankah dia juga sudah mendapat banyak dari Daddy.” Anna melirik ayah dan temannya yang kini tidak bisa berkutik lagi. Perselingkuhan mereka telah terbongkar dan tidak bisa mengelak lagi.
"Tenang saja Mom, rumah yang akan diatasnamakan dia, sedang diurus untuk pembatalannya, sedangkan apartemen, sepertinya kita harus merelakannya, Mom."
"Tidak apa Anna, biarkan itu menjadi tempat tinggal daddy kamu sekarang," sahut mommy Anna.
"Kalian tidak bisa begini dong!" Catherine mulai melawan lagi.
__ADS_1
Namun, Anna langsung menampaarnya. "Masih untung aku tidak menjadikanmu gelandangan, dasar pelaacur!"
Anna menyeret Catherine keluar dari kantornya. Sementara itu, daddy Anna juga tidak mau dijadikan gembel oleh istrinya sendiri.
"Mom, maafkan daddy. Ini bukan kesalahan daddy."
"Kalau bukan salah kamu, lalu salah siapa? Ayah tidak tahu diri beraninya berselingkuh dengan teman anakmu sendiri. Sampai bertemu di pengadilan."
Daddy Anna dan Catherine akhirnya didepak dari perusahaan dan kehilangan semua fasilitas mewah yang biasa mereka dapat.
***
***
Sementara itu, di tempat lain, Alisha sedang memandangi hujan deras yang turun dari jendela kamarnya. Pemandangaan yang sangat indah kota Edinburgh, Skotlandia begitu muram sore ini. Tiba-tiba suaminya yang baru selesai mandi memeluk dan menciumnya dari belakang.
"Percuma kita bulan madu kalau hanya di kamar saja," ucap Alisha yang protes pada suaminya.
__ADS_1
"Ya mau bagaimana lagi, Sayang. Di luar hujan. Aku tidak mau kamu sakit. Kita masih akan menikmati bulan madu di London, Paris, Bern, dan Roma juga."
"Percuma kita keliling dunia juga kalau cuma di kamar saja."